My Husband Is An Adult Male

My Husband Is An Adult Male
17. Yang Sebenarnya Terjadi


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Aldric sudah rapi dengan pakaian kantornya. Ia berpamitan pada Alana untuk pergi ke kantor bahkan ia pun meninggalkan sarapan paginya.


"tau begitu aku tidak usah repot-repot memasak, menyebalkan" gerutunya yang melihat Aldric yang sudah pergi menjauh dari pandangan-nya


sedangkan Aldric kini tengah menjalankan kendaraannya menuju suatu tempat. Dan jalan tersebut berlawanan dengan kantornya.


Tiga puluh menit kemudian ia pun sampai di sebuah Apartemen mewah. Ia pun segera turun dari mobil. Sesampainya di depan pintu Apartemen ia pun segera menekan angka kamar tersebut. Ia pun perlahan masuk dan memeluk seorang wanita di balkon dari arah belakang.


"Honey" bisiknya


wanita yang di panggil honey pun segera menghadapkan tubuhnya dan mencium bibir Aldric. Aldric yang mendapatkan ciuman mendadak pun terkejut, kemudian ia membalas ciuman tersebut tak kalah panas.


"aku rindu dengan mu baby"


"aku juga merindukan mu honey" balas Aldric di tengah-tengah ciuman panas mereka


sampai suara ciuman mereka pun terdengar di ruangan tersebut.


sedangkan di rumah Alana tengah menggerutu dikamar. Sehabis sarapan tadi Alana pun langsung menuju kamar. Alana hanya sendiri dirumah tersebut. Berhubung mereka baru pindah satu hari di sana Aldric pun belum menyiapkan menyiapkan pelayan untuk Alana.


Rumah yang luas dengan Tiga lantai. lantai satu terdapat kamar tamu dan juga kamar pelayan jika sudah ada pelayanan dapur serta ruang tamu. Di lantai dua pun terdapat banyak ruangan dan kamar termasuk kamar mereka. Sedangkan di lantai tiga di pakai untuk ruang bersantai serta ada ruang Gym juga untuk berolahraga.

__ADS_1


"Astaga, aku bosan sekali!." gerutunya sambil memainkan ponselnya di atas kasur


tiba-tiba terlintas ide di pikirannya untuk menghubungi Aldric dan meminta izin untuk pergi bersama temannya.


Namun sambungan telponnya tidak di jawab-jawab oleh Aldric padahal tersambung.


"Aish, apakah dia sedang meting"


"apa aku kirim pesan saja ya, tapi takut dia marah jika aku tak meminta izin langsung" Alana pun menimang-nimang keputusan-nya


Ia pun memutuskan untuk tetap meminta izin lewat pesan saja.


"ah, masa bodoh denganya aku pun sudah menghubungi-nya tapi tidak dia angkat telponnya.


Pedofil : Om. Aku izin keluar rumah sebentar. Aku janji sebelum Om pulang aku sudah pulang terlebih dahulu.


pedofil : siapa suruh meninggalkan ku sendirian di rumah, aku merasa bosan. Aku akan pergi menemui temanku.


pesan pun terkirim.


Alana pun segera bersiap untuk pergi.

__ADS_1


***


Di tempat yang berbeda.


Aldric kini tengah memeluk Natalie di atas sofa mereka pun melepas rindu dengan sebuah pelukan.


"Sayang apa kita akan tetap seperti ini?" tanya Natalie pada Aldric yang tengah memeluknya


"honey. Aku sudah bilang, aku akan menikahi mu. Tapi tunggu waktu yang tepat untuk aku meyakinkan keluarga ku"


"Lalu sampai kapan aku harus menunggu? Aku juga ingin bahagia Aldric" seru Natalie dengan di iringi air mata


"dan yah, sekarang sudah ada wanita itu disampingmu. Maka tidak ada kesempatan lagi untuk aku tetap berada disampingmu. Maka keputusan ku sudah bulat untuk kita berpisah" tangis Natalie pun semakin pecah di dalam pelukan Aldric


"tidak sayang, jangan katakan itu! sampai kapan pun kau akan tetap bersamaku dan hanya dirimu yang ada didalam hatiku" ujar Aldric yang mencoba menenangkan tangis Natalie


"tunggu sampai Alana melahirkan anak untuk-ku" lanjutnya lagi. Ia lelah yang harus berpura-pura menerima pernikahan nya dengan Alana


Bukan kemauan mereka berada di situasi ini.


Seolah-olah takdir membuat mereka mempermainkan Sebuah pernikahan.

__ADS_1


Karena kegoisan keluarga Aldric lah yang tak merestui mereka. Sehingga membuat keduanya bersatu tak mungkin berpisah pun enggan.


Sementara diam-diam seseorang ada yang merekam perbincangan mereka.


__ADS_2