My Husband Is An Adult Male

My Husband Is An Adult Male
40.


__ADS_3

Di negara i. Selama Natalie berada di sana, tak pernah lagi ia bertemu dengan Nicko bahkan batang hidungnya pun tak pernah terlihat lagi. Entahlah ia pun tidak tau kenapa Nicko menghilang. Ada rasa sedikit rindu di dalam hatinya pada sahabatnya itu.


Kini ia sedang berada di sebuah tempat makan yang biasa ia kunjungi bersama Nicko. Terlihat dari kejauhan nampak seorang laki-laki yang persis seperti Nicko, Natalie yang penasaran mencoba menghampirinya.


pluk.


Natalie menepuk pelan pundak pria tersebut.


"Nicko" seru Natalie ketika pria itu menoleh


Ia pun segera memeluk erat Nicko. Nicko pun membalas pelukan Natalie tak kalah erat.


Mereka pun melepaskan pelukan masing-masing.


"Bagaimana kabarmu Natalie, kau cantik sekali"


"jadi dulu aku tidak cantik" Natalie melototkan matanya pada Nicko


"tidak-tidak. maksudku, sudah lama kita tak bertemu dan kau semakin cantik saja" Nicko menjawab sambil terkekeh


Natalie memukul bahu Nicko pelan.


"Kabar-ku baik, dan yah kau juga bagaimana, kemana saja kau selama ini?" cerca Natalie pada Nicko dengan berbagai pertanyaan


belum sempat Nicko menjawab, seorang wanita blasteran lebih muda menghampiri mereka.


"Ayo kak, aku sudah selesai" ucapnya


Nicko tersenyum melihat gadis tersebut. Nicko pun langsung memperkenalkan gadis tersebut pada Natalie.


"Nat, perkenalkan dia adalah Kylie calon tunanganku"


Kylie pun menoleh pada Natalie.


"Kylie" ucap Kylie sambil mengulurkan tangannya.


Natalie yang mendengarnya terkejut, dan entah mengapa ada rasa sakit di hatinya saat Nicko memperkenalkan gadis tersebut.


Nicko mengibaskan tangannya di depan Natalie yang terbengong.


"Nat.."


"haa.." Natalie tersadar dari rasa terkejutnya


"apa kau baik-baik saja?"


"ha,.. ya, aku baik-baik saja"

__ADS_1


"eh, maaf. Natalie sahabat dekat Nicko" Natalie pun membalas uluran tangan Kylie


gadis itu pun tersenyum sebagai balasan.


"baiklah, sepertinya aku tidak bisa berlama-lama karena masih ada urusan dengan kylie. Natalie aku pamit pergi dulu yah"


"hei.. kau masih berhutang penjelasan padaku"


"nanti setelah aku selesai berkencan dengan kylie, aku akan ke Apartemenmu dan menceritakan semuanya" ucap Nicko dan membawa Kylie pergi


Kylie yang malu pun melepaskan tangannya dari dari pegangan Nicko dan berbalik arah lagi menemui Natalie.


"Ka Natalie, kami pergi dulu ya. nanti kapan-kapan kita bertemu lagi kita bisa mengobrol lebih lama lagi"


"oh iya, kalau begitu kalian hati-hati di jalan."


"gadis yang baik" Natalie pun segera duduk kembali ke kursi tempatnya tadi.


...****************...


Sesampainya di rumah sakit Aldric berteriak memanggil Dokter sambil membawa Alana dalam gendongannya.


"Dokter cepat tangani istriku"


seisi rumah sakit heboh dengan kedatangan Aldric yang tiba-tiba dan membawa seorang wanita yang diketahui istrinya di dalam gendongannya dan baju penuh darah.


"tuan tolong letakkan nyonya di dalam brankar terlebih dahulu" ucap seorang perawat sambil mendorong brankar


Aldric pun langsung meletakkan tubuh Alana ke atas brankar.


Para perawat dan Dokter pun segera membawa Alana ke ruang UGD. Aldric tidak boleh di persilahkan ikut masuk.


"Tuan, sebaiknya anda tunggu di luar"


"apa maksudmu, aku suaminya aku berhak ikut ke dalam"


"tapi tuan.." belum perawat itu menyelesaikan ucapan, Davin menyela. Ia tidak tega pada perawat tersebut yang ketakutan akan kemarahan Aldric


"Tuan, sebaiknya anda mendengarkan apa kata perawat tersebut. Lebih baik anda berdoa agar nona Alana dan bayi anda selamat" ucap Davin bijak


mau tak mau Aldric menuruti ucapan Davin. Ia segera duduk di kursi yang di sediakan. Aldric mengusap wajahnya frustasi


Davin yang melihat tuan nya seperti tak berdaya pun tak tega untuk memberi tahukan agar memberi tahu orang tuanya mengenai keadaan Alana. Ia pun berinisiatif menelpon orang tua Aldric agar secepatnya kemari, dan kebetulan Alana berada di rumah sakit yang sama tempat Kakek di rawat.


Tak lama terlihat mamah Melina dan papah Devan menghampiri mereka.


"Aldric, apa yang terjadi?"

__ADS_1


Aldric yang melihat orang tuanya pun segera memeluk ibunya.


"Mamah" Aldric menangis di pelukan ibunya


"Aldric, apa yang terjadi. kenapa Alana bisa masuk rumah sakit" ucap mamah ikut terisak


Sementara papah mendekati Davin yang berdiri di dekat tembok.


"Tuan" sapa Davin dan membungkukkan badannya sedikit


Papah mengangguk dan menepuk pundak Davin pelan.


Tak lama Dokter yang menangani Alana keluar.


Aldric segera berdiri mendekati Dokter tersebut.


"bagaimana dok, bagaimana keadaan istri saya" mereka yang berada di sana merasa cemas


"begini tuan, istrimu harus segera di operasi untuk mengeluarkan bayinya dan juga tusukan di dadanya cukup dalam"


"kalau begitu segera lakukan, kenapa kalian malah bertanya" seru Aldric


Dokter itu sedikit takut dengan apa yang akan ia ucapkan melihat kemarahan Aldric.


"Aldric bersabarlah, tahan emosimu" ucap mamah menenangkan


"Dokter kalau begitu segera lakukan, selamatkan menantu dan cucuku"


"begini Nyonya, Operasi ini begitu beresiko, seandainya kami di pilihkan pada keadaan harus menyelamatkan salah satunya, maka yang harus di selamatkan ibu atau bayinya"


Mamah Melina terdiam mendengar ucapan Dokter tersebut.


Aldric bak di sambar petir mendengar ucapan sang Dokter.


"cepat berikan keputusanmu tuan, kami harus segera menangani pasien"


dengan berat hati Aldric melabuhkan tanda tangan tersebut. Dokter pun kembali ke ruangan tersebut dan segera melakukan Operasi.


"Maaf, maafkan papah nak" ucapnya


biarlah, biar Alana marah padanya Karena mengorbankan bayinya, ia tidak mau jika harus kehilangan Alana. jika bayi mereka, mereka masih bisa membuatnya.


🌷🌷🌷.


Hai riders šŸ™Œ. hayo masih pada melek gak jam segini.


Author gak lupa buat ngingetin kalian selalu, untuk Vote, like dan coment biar author tambah semangat.

__ADS_1


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷...


__ADS_2