
Setelah di bersihkan kini Alana sudah di pindahkan ke ruang perawatan biasa. Dan disini lah mereka berkumpul. Namun tinggal mamah, papah dan sang sekretaris Davin yang setia bersama sang Tuan. Sebab Bi Nani, Bi Lili dan Ema sudah pulang. Karena Ema harus sekolah dan karena sudah ada kedua mertua Alana. Bi Nani pun memutuskan untuk pulang.
Kini bayi itu terlelap dalam pelukan sang Oma setelah sempat di beri ASI.
"Cucu Oma yang cantik. Lihat pah cucu perempuan kita sangat cantik bukan, lihat wajahnya mirip sekali dengan Alana hanya hidungnya saja yang mirip Aldric" ucap mamah gemas
"Papah senang sekali. Selain cucu laki-laki sekarang kita diberikan cucu perempuan. Artinya satu, satu. Bukan satu kosong. Pah"
"Memangnya anak-anak ku bola pakai satu,satu dan satu kosong" sela Aldric yang terlihat kesal
papah menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Oh iya Davin kapan kau menyusul Aldric, lihatlah Bos kesayanganmu itu sudah mempunyai dua pasukan" tanya mamah menghiraukan ucapan Aldric
sedangkan Aldric di buat kesal kembali oleh ucapan mamah tentang dua pasukan. Namun ia juga penasaran jawaban dari sekretaris kesayangannya itu. Kesayangan? š. Pasalnya sekertaris plus sahabatnya itu tidak pernah terlihat kencan dengan seorang gadis.
Sedangkan yang ditanya merasa tegang. Davin gugup ketika mamah Melina menanyakan hal itu.
"Hallo" ucap mamah menghentikan lamunan Davin
"Sayang sudahlah, kau jangan selalu bertanya hal itu. Kasihan Davin, mungkin ia masih ingin fokus pada karir. Benar kan Dav?"
"Ha.. i-iya tuan" jawab Davin menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
"Ih papah. Mamah kan hanya bertanya, mamah juga tidak sabar ingin menggendong cucu dari Davin. Lihat usianya sudah memasuki kepala tiga. Dengar Vin karir memang penting tapi kau juga harus memikirkan masa depan mu, tidak mungkin kan kau seumur hidup bersama dengan kertas kertas itu atau jangan jangan..." ucapan Mamah menggantung menambah rasa penasaran mereka yang ada diruangan tersebut
__ADS_1
"Mamah benar, diam-diam sekeras suamiku ini menyukai seorang gadis" celetuk Alana yang tadi diam saja melihat pembicaraan mereka dan membuat mereka mengalihkan tatapannya pada Alana
dan membuat Davin menelan ludahnya kasar.
"Alana maksudmu?" tanya Aldric dengan ekspresi bingung
Alana memutar bolanya jengah.
"Sekretaris kesayangan mu itu menyukai seorang gadis tapi karena sikap bodohnya itu yang tidak berani mengungkapkannya dan membuat gadis itu tidak tahu perasaannya"
Davin melototkan matanya mendengar Alana yang mengatakan dirinya bodoh. Enak saja kemampuannya tidak usah di ragukan lagi dan dengan seenak jidat bocah didepannya ini mengatakan dirinya "bodoh". Eh tapi yang di bilang Alana memang benar.
"Sayang. Apa selama ini kau mencari tahu semua tentang Sekertaris Davin?"
"Honey apa sih yang tidak di ketahui istri kecilmu ini? bahkan nomor cd milik sekretaris mu aku tahu"
spontan Davin memegang celana dan kedua mertua serta suaminya merasa syok dan terkejut.
"Sayang.."
Alana yang melihatnya tertawa terbahak bahak.
"Aku hanya bercanda, jangan di bawa serius. Mana mungkin aku se kepo itu. Aku tidak bermaksud apa apa. Aku hanya kasihan padanya karena suamiku yang tampan ini selalu memberikan banyak pekerjaan dan aku berniat mencarikan jodoh untuknya. Saat aku mencari tahu ternyata sekertaris kesayangan suamiku tengah menyukai seorang gadis dan yang lebih mengejutkan nya lagi aku tahu gadis itu karena dia temanku" jelas Alana
Aldric dan Davin bernafas lega. Sungguh Aldric tidak rela jika itu benar begitupun dengan Davin. Bisa-bisa ia langsung di bunuh oleh Tuannya karena candaan unfaedah dari istri Tuannya.
__ADS_1
"Eh tapi tunggu! Alana bilang adalah temannya. Berarti ia akan lebih mudah mengenal gadis tersebut. Baiklah nanti akan ia tanyakan lagi pada Alana" batin Davin
"Baiklah kalau begitu, Davin jika memang benar yang di katakan Alana. Maka aku akan mengantarmu untuk langsung melamarnya " ujar mamah dan di angguki oleh mereka
"Eh tapi Tante..." sela Davin dengan wajah bingung
"Benar. Kau sudah seperti saudara bagiku jadi jangan sungkan untuk mengatakan hal apapun padaku termasuk seorang gadis yang dimaksud Alana" ucap Aldric menepuk pelan bahu Davin
Davin hanya mengangguk sebagai jawaban. Pasalnya ia tidak sedekat itu jika langsung datang dan melamarnya. Davin menghembuskan nafasnya pasrah.
"Akhirnya tak lama lagi akan ada Pesta pernikahan" ucap mamah senang
"Oh iya, ngomong ngomong siapa nama bayi ini. Apa kau sudah menyiapkannya?" tanya Davin mencoba mengalihkan obrolan
"Tentu saja. Aku dan Alana sudah sepakat memberikan nama putri kami. Namanya adalah..."
"Floretta Eleanor Hugo" sambung Alana
mereka yang berada disina pun menyukai nama yang diberikan oleh kedua orang tua bayi tersebut.
"Nama yang cantik "
"Halo baby Flo" kini baby Flo beralih pada gendongan Davin setelah terbangun
š·š·š·š·.
__ADS_1