My Husband Is An Adult Male

My Husband Is An Adult Male
51. Alana Kabur


__ADS_3

Hari hari berlalu sudah satu minggu pula Alana berada di rumah. Aldric sudah bisa bekerja kembali karena ada Mamah yang menjaga Alana dan bayinya bahkan para pelayan pun turut membantu.


"Sayang, nanti mamah akan pergi dulu ya karena salah satu teman Arisan mamah ada yang kecelakaan dan kami berniat menjenguknya, Bi Mona yang akan menemanimu menggantikan mamah hari ini"


"Iya mah, tidak papa jangan khawatirkan Alana, mamah tenang saja di sini juga banyak pelayan"


Alana sudah bisa berjalan dan beraktivitas biasa hanya saja semua orang khawatir Alana kenapa kenapa jadi menyuruh Alana agar tetap berada di tempat tidur, jika siang hari Melina yang membantu dan menemani Alana mengurus Edbert dan malam hari Aldric yang membantu Alana mengurus Edbert tapi kadang mamah Melina pun ikut bergadang.


Mertua idaman gak tuh, cung šŸ‘† siapa yang pingin dapet mertua kayak Melina, Author paling depan 🤣🤣.


Skip.....


Setelah kepergian Melina, Alana segera turun dari kasur dan bersiap siap, ia juga menggendong Edbert yang sedang tidur pulas di kasur bayi.


"Uussshhh..... tidur yang nyenyak ya sayang, kita akan hidup bahagia berdua" kemudian Alana mengambil tas yang berisikan bajunya dan baju Edbert beserta keperluannya


Alana bertekad kabur dan membawa Edbert secara diam diam, awalnya ia ragu karena kedua mertua dan kakeknya sangat baik padanya namun ia tak mau jika Aldric mengambil paksa Edbert darinya, dan mengenai Ema ia percayakan adiknya pada ibu mertuanya, dan nanti jika sudah baik baik saja baru ia akan menemui adiknya, ia juga sudah menulis surat yang berisi penjelasan mengenai kepergiannya.


Perlahan Alana mengendap endap takut ketahuan, dan untung saja nasib berpihak padanya. Para pelayan dan penjaga tidak ada yang berkeliaran hanya ada di depan sedang kakek pasti berada di kamarnya. Alana pergi melalui pintu belakang dan dengan susah payah ia berhasil keluar dari Mension Hugo.

__ADS_1


"Uh.. syukur lah" Alana bernafas lega


Ia pun berbalik menoleh ke belakang, sekejap ia menatap bangunan mewah itu dan bergumam.


"Hari ini aku dan anak ku akan pergi dari Mension ini. Aku berterima kasih dan juga meminta maaf. Terima kasih untuk mamah, ayah dan kakek atas kebaikan kalian yang sudah menganggap ku putri keluarga ini, dan aku minta maaf untuk Om karena telah terlalu dalam mencintaimu" perlahan Alana mengusap air matanya keluar


ia pun mencium Edbert dan berlalu pergi dari sana.


Dua jam kepergian Alana, Penghuni Mension di hebohkan dengan tidak adanya Alana.


Flesbek On.


Sebelumnya kakek akan menemui Alana di kamar untuk bermain dengan cicitnya tapi pintu kamar Alana tertutup, kakek pikir Alana tengah tertidur Kakek pun kembali ke kamarnya.


Salah satu pelayan yang membawakan Alana makan siang membuka pintu kamarnya, namun tidak ada siapa siapa di dalam kamar tersebut. Awalnya ia pikir Alana tengah berada di kamar mandi namun saat ia mengeceknya tidak ada bahkan Edbert pun tidak ada. Yang lebih mengejutkannya lagi terdapat surat di atas nakas samping tempat tidur majikannya, ia tak bermaksud lancang namun memastikan firasat nya tidak benar, ia pun terkejut saat membacanya. Pelayan tersebut segera melaporkan nya pada tuan besarnya.


"Tuan.. tuan.. tuan" panggil pelayan itu menggedor gedor pintu kamar Kakek


pintu pun terbuka.

__ADS_1


"Ada apa Nina" tanya Kakek kepada pelayan yang bernama Nina tersebut


dengan gugup Nina pun berbicara.


"Tu-tuan.. maafkan saya, non-nona.."


"Nina jawab pertanyaan ku dengan benar, kenapa kau gugup begitu"


"Nona tuan, nona Alana pergi dari Mension"


"Apa..." teriaknya


Nina pun memberi tahukan perihal surat itu sebagai bukti.


Kakek pun memanggil semua orang untuk mencari Alana di sekitar Mension, barang kali Alana belum jauh.


"Kalian semua cepat cari cucuku di sekitar Mension ini" perintahnya


"Baik Tuan...." jawab mereka serempak dan segera melaksanakan perintah tuan mereka

__ADS_1


sementara Kendrick segera menelpon anak menantu dan cucunya untuk segera pulang.


Flesbek Of.


__ADS_2