My Husband Is An Adult Male

My Husband Is An Adult Male
31.


__ADS_3

Pagi hari telah tiba.


seperti yang sudah direncanakan Aldric, hari ini ia akan menemui Natalie.


"Apa Om tidak sarapan dulu?" tanya Alana ketika melihat Aldric yang terburu-buru turun dari tangga


"hari ini aku ada meeting pagi, aku akan sarapan dikantor" jawab Aldric. Ia berbohong pada Alana untuk menemui Natalie karena menurutnya tidak ada hubungannya dengan Alana.


Alana percaya dengan kebohongan Aldric, karena selama ini. Aldric tidak pernah menyinggung nama Natalie didepan Alana, ia berfikir Aldric telah putus dengan Alana.


"Baiklah Om, hati-hati dijalan" Alana mencium tangan Aldric dan dibalas oleh Aldric dengan kecupan dikening dan perutnya.


"Dah sayang, papa pergi dulu" pamitnya pada bayi didalam perut Alana


setelah berpamitan Aldric pun segera melajukan mobilnya ke tempat yang dituju.


Di Kediaman Keluarga Hugo.


Kakek tengah berjalan-jalan di taman belakang Mension mereka. Sambil menghirup udara segar.


"Apa Devan sudah berangkat" tanya Kakek ketika melihat Mamah berjalan ke arahnya sambil membawa dua cangkir teh untuk Kakek dan dirinya.


"sudah" jawab Mamah dan memberikan tehnya pada Kakek untuk diminum


saat Kakek menyeruput teh tersebut, ia pun berkomentar dengan rasanya.


"Kenapa rasa tehnya berbeda?"


"benarkah, padahal aku sudah membuat sesuai dengan takaran seperti biasanya"


"hmmm.."


Mamah pun mencicipi teh tersebut.

__ADS_1


"mm... benar, baiklah aku akan mengambil gula sebentar"


mamah pun kembali dengan membawa tempat gula. Dan alangkah terkejutnya sampai tempat gula itu terjatuh dan membuatnya berserakan di rumput


"Astaga Ayah, apa yang terjadi padamu" teriak-nya dan langsung menghampiri Kakek


"pelayan, cepat bantu aku"


pelayan dan penjaga pun segera menghampiri Nyonya mereka saat mendengar teriakkan nyonya-nya.


pelayan dan penjaga pun segera membopong tubuh kakek dan Mamah segera menghubungi Ayah dan Alana, karena telpon Aldric tidak bisa dihubungi.


Mereka membawa Kakek ke Rumah Sakit.


Sedangkan ayah dan Alana segera berangkat ketika Mamah memberikan alamat Rumah sakitnya.


Di Tempat Lain.


Aldric telah sampai di sebuah Taman tempat ia dan Natalie bertemu.


Aldric mengangguk.


"Ya, dan aku begitu menghawatirkan dirimu" ucap Aldric sambil memeluk tubuh Natalie


Natalie segera melepaskan pelukannya.


"Aldric, sebenarnya kedatanganku kemari sekaligus untuk mengucapkan selamat tinggal padamu"


"apa maksudmu" Aldric terkejut dengan perkataan Natalie


Natalie mengehela nafasnya berat. Sungguh keputusan yang berat baginya. Namun ia sudah memikirkan ini dengan matang. Hubungannya dengan Aldric sangat salah, meskipun Alana yang menjadi orang ketiga diantara mereka. Tapi, bukankah saat pacaran dia bukan siapa-siapa bagi Aldric, beda dengan Alana yang sudah menjadi istri sahnya. Status Alana lebih tinggi darinya, yang hanya seorang kekasih.


"Ya, dan aku sudah memikirkan ini sebelumnya. Dan kau tenang saja, aku tidak akan membencimu dan aku berharap dirimu pun tidak akan membenci diriku. Kita masih bisa berteman meski tidak sedekat dulu. Dan pastinya tidak ada yang tersakiti. Dan yah aku akan pergi ke kota I untuk meraih mimpi ku sebagai model sekaligus untuk menenangkan diriku" jawab Natalie dengan menahan tangisannya

__ADS_1


Aldric memejamkan matanya sejenak. Ia berniat akan menikahi Natalie setelah Alana melahirkan dan sepulang dari sini ia akan menceritakan semuanya pada Alana, meskipun itu akan menyakiti hati istrinya.


Rencana tinggal rencana, dengan terpaksa ia menyetujui keputusan Natalie. Dan yah, Natalie benar meski mereka sudah putus bukankah masih bisa berteman, meski tak sedekat dulu.


"Baiklah, aku akan menyetujui. Namun, bolehkah aku memeluk dirimu untuk terakhir kali sebagai kekasihku"


"baiklah.."


Natalie pun menyetujuinya dan segera memeluk Aldric dan disambut dengan erat oleh Aldric. Mereka pun menuangkan kesedihan dan kerinduan lewat pelukan tersebut.


Setelah puas Aldric pun melepaskannya.


"Baiklah kawan, jaga dirimu baik-baik" ucap Aldric pada Natalie dengan senyuman


Natalie mengangguk dan tersenyum.


"Iya, kau juga"


dan mereka pun berpisah di tempat tersebut.


Di balik pohon terlihat seseorang tersenyum senang setelah mendapatkan apa yang dia inginkan.


"tepat sasaran" ucapnya dan berlalu pergi


🌷🌷🌷🌷🌷🌷...


lanjut gak?


Jangan lupa like, vote dan coment...... biar othor tambah semangat. 🌷🌷🌷



Mension Keluarga Hugo.

__ADS_1



Kediaman Aldric dan Alana.


__ADS_2