
Aldric pun menghentikan tawanya dan mulai menatap Alana dengan serius. Kemudian Aldric membisikkan sesuatu tepat ditelinga Alana dengan gerakan sensual.
"Apakah kau ingin melakukan nya malam ini bersamaku, sayang"
Alana yang mendengarnya merinding.
Lagi lagi Aldric tergelak dengan godaannya pada Alana. Alana yang dari tadi selalu di goda Aldric pun mulai merajuk karena pertanyaannya hanya direspon candaan.
"Ish om bisa tidak sih jangan bercanda! Dari tadi aku sudah berbicara serius"
Aldric pun menghentikannya tawanya. Aldric menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nya secara perlahan. Mereka pun memulai obrolan yang sempat tertunda.
"Baiklah Alana malam ini kita akan meluruskan tentang pernikahan kita."
"Pertama, tadi kau bertanya apa kita akan melakukan apa yang dilakukan suami istri pada umumnya. Aku tidak bisa menjawab nya karena kau tau aku pria dewasa yang pastinya juga membutuhkannya untuk menyalurkan hasrat biologis ku. Namun sebisa mungkin aku akan manahannya semampu ku. Namun aku tidak berjanji untuk tidak melakukannya."
Alana pun mendengarnya dengan seksama.
"Dan untuk tempat tidurnya bagaimana" tanya Alana lagi
"Untuk masalah itu kita akan tetap satu ranjang karena bagaimana pun kita adalah suami istri. Apa ada yang ingin kau tanyakan lagi? tanyanya pada Alana
Alana ragu untuk bertanya tapi ia tidak ingin mati penasaran. Dengan ragu Alana bertanya.
__ADS_1
"Apakah Om punya kekasih??.. Dan bagaimana pernikahan kita kelak. Aku tidak mau menjadi janda di usia muda" tanyanya beruntun
"Baiklah, karena aku tidak mau ada kebohongan aku akan menjawab dengan jujur. Jujur saja aku punya kekasih bahkan kami belum putus" Aldric pun terdiam dan menatap Alana sebelum melanjutkan ucapannya.
"Aku sangat mencintai kekasihku namun sayang kita berdua tidak mendapat restu dari keluargaku, yang tidak aku ketahui alasannya sampai sekarang. Seperti Yang kau tau hatiku hanya untuk kekasihku. Dan soal pernikahan kita, kau tidak usah khawatir aku tak akan membuat perjanjian pernikahan ataupun sejenisnya karena aku tau pernikahan adalah sakral dan bukan main-main, kita jalani saja dulu" jawab Aldric panjang lebar.
Entah mengapa Alana merasa sakit dengan kejujuran Aldric tentang kekasihnya. Apakah Aldric akan tetap berpacaran dan mejadikan ia sebagai istri pemuas nafsu saja?.
Aldric mengibaskan tangannya didepan Alana yang termenung.
"Alana, hei Alana"
"Hah" Alana pun tersadar dengan lamunannya.
"Mmm.. Om besok saja yah, aku sudah mengantuk. Hoam..." Alana mengalihkan pertanyaan Aldric.
Entah mengapa ia jadi tak bersemangat setelah mendengar curhatan Aldric. Padahal kan ia yang bertanya, memang aneh. Alana pun mulai langsung merebahkan badannya dikasur.
Aldric pun tak tega untuk melanjutkan pertanyaan nya melihat Alana menguap.
"Baiklah kalau begitu kita akan tidur" Aldric pun ikut merebahkan badannya dan memeluk Alana.
Alana yang dipeluk merasa terkejut namun ia berusaha biasa saja mengingat ucapan Aldric tentang mereka suami istri.
__ADS_1
Di belahan Bumi lainnya. Natalie bersiap-siap untuk kembali ke negaranya karena pemotretan produk tersebut telah selesai.
"Nat, apakah kau sudah selesai" tanya Nicko.
Yah Nicko akan ikut dengan Natalie ke negaranya karena ia pun tidak ada jadwal untuk pemotretan lagi.
"Ya, sebentar lagi tolong bantu aku Nic"
Nicko pun membantu Natalie membereskan barang-barang nya.
*****
π·π·π·
Hai riders π
Wah Natalie udah mau balik nih kira-kira gimana yah nantiπ€.
Buat bang Aldric jahat banget sih masa gak inget mak-nya yang sama-sama perempuan. Dan
Apakah Alana sudah mulai mencintai Aldric?
Jangan lupa berikan author semangat dan dukungan lewat like komen dan vote. π·π·π·
__ADS_1