My Husband Is An Adult Male

My Husband Is An Adult Male
45.


__ADS_3

Malam hari tiba, semua orang telah pergi dari ruangan Alana. Baby Ed menangis saat Aldric dan Alana terlelap tidur.


"Oekk.... Oekkk... Oekkk"


Alana dan Aldric terbangun dari tidurnya ketika sang bayi menangis. Aldric segera bangun dari tidurnya dan menghampiri boks bayi. Ia mengambil baby Ed dan memberikannya pada Alana untuk di beri asi.


"uuuu.. anak mamah haus yah, pingin mimi" Alana membuka kancing bajunya dan segera memberikan sumber nutrisi bagi bayinya


Edbert sangat lahap menyusu pada Alana.


Aldric dan Alana tersenyum melihat Edbert yang sangat lahap meminum asi.


"Jangan terburu-buru sayang, tidak ada yang akan mengambilnya"


Setelah Edbert merasa kenyang, sedotan di dada Alana mulai melemah. Alana pun melepaskannya perlahan dan menutup kancing bajunya kembali.


"Alana terima kasih, karena dirimu aku sekarang sudah menjadi seorang Ayah dan karena dirimu juga impian ku ketika menikah terwujud" ucap Aldric tulus


namun entah mengapa ungkapan Aldric tak membuat Alana senang, malah ia merasa Aldric telah membohonginya.


"Om tidak usah berterima kasih, ini sudah menjadi kewajibanku dan aku akan mendidiknya dengan baik" ucap Alana yang terdengar aneh di telinga Aldric


namun Aldric hanya tersenyum sebagai jawaban.

__ADS_1


Aldric mengambil Edbert dari gendongan Alana dan menaruh kembali ke boks bayi. Aldric juga membantu Alana memakaikan selimut dan mengecup kening Alana.


"Tidur lah lagi kembali, aku akan tidur di sofa" Aldric kembali ke sofa dan merebahkan tubuhnya


sementara didalam selimut Alana mengeluarkan air matanya karena teringat dengan bukti yang diberikan Tasya padanya. Dirinya mencoba memejamkan matanya dan melupakan fakta itu. Namun fikiran buruk selalu menghantuinya.


Bagaimana jika hal itu terjadi ?


Bagaimana jika selama ini Aldric berpura-pura baik padanya untuk memuluskan rencananya ?


Tapi bisa saja Tasya merekayasa vidio itu ?


Tapi jika Tasya benar bagaimana? Ia pun juga tahu bahwa Aldric dan Natalie berpacaran !!.


Namun begitu pasti kedua mertuanya tidak tinggal diam apalagi kakeknya !!


Akhh... memikirkan hal itu membuat kepala Alana merasa semakin overtinking.


"sebelum hal itu terjadi, aku harus melakukan sesuatu" batinnya


Alana pun memaksa memejamkan matanya.


Subuh menjelang Edbert kembali menangis, Aldric dan Alana kembali terbangun. Setelah di cek ternyata Edbert pipis, terlihat saat Aldric menggendongnya ternyata basah, Aldric pun menggantinya dengan yang baru.

__ADS_1


Untungnya selama Alana hamil ia banyak belajar menjadi seorang Ayah, bagaimana mengganti popok, memakaikan baju, dan lain-lain.


"Alana, hari ini aku akan ke kantor karena ada pertemuan penting dengan para Investor. Mamah akan menemanimu di sini" ujar Aldric menatap Alana yang sedang menyusui Edbert


Alana menganggukkan kepalanya.


"Iya tidak papa, semoga rapatnya lancar"


pukul tujuh pagi, sang perawat dengan namtag Karina memasuki ruangan dengan membawa troli berisi sebaskom dan kain untuk mengelap tubuh Alana.


"selamat pagi nyonya Alana, bagaimana kabar anda" sapa sang perawat


"Hai, selamat pagi baby Edbert" ucapnya ketika melihat Edbert yang menguap di dalam boks bayi


"pagi Sus, Alhamdulillah kabar ku jauh lebih baik dari sebelumnya"


"pagi juga suster cantik" ucap Alana menirukan suara anak kecil


Perawat tersebut tersenyum.


"saya ke sini akan membantu membersihkan tubuh anda, Karena bekas operasinya masih basah anda jangan mandi terlebih dulu, saya hanya akan mengelap tubuh anda agar lebih segar"


Alana menganggukkan, sang perawat pun membantu Alana membersihkan badannya.

__ADS_1


Aldric telah pergi ke kantor dan mamah Melina belum datang saat sebelumnya semalem izin pulang terlebih dahulu.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷.


__ADS_2