
Malam hari telah tiba, sang Surya kini telah digantikan oleh cahaya rembulan.
Di kediaman Aldric, kini Alana dan Aldric tengah menikmati makan malam mereka. Alana hari ini memasak ayam goreng, cumi saus tiram, tumis kangkung, tempe, tahu dan juga sambal. sungguh hidangan sederhana yang membuat perut ketagihan. Awalnya Aldric tidak suka dengan makanan seperti ini, ia terbiasa dengan makanan mewah ala chef Hotel bintang lima. Namun karena Alana lah membuat Aldric jadi menyukainya.
Sungguh Alana membuat perubahan yang besar dalam diri Aldric.
"Aku yang hamil, kenapa ia yang lahap saat makan" batin Alana melihat Aldric yang lahap memakan masakannya
Aldric yang merasa Alana tengah memperhatikan dirinya, seketika menghentikan suapannya dan bertanya.
"Kenapa kau melihatku seperti itu" tanya Aldric
"tidak ada, Apa Om mau menambah lagi?" Alana bertanya balik
"iya, ambilkan aku lagi" jawab Aldric sambil menyodorkan piringnya
Alana pun mengambil nasi dan makanan kesukaan Aldric yaitu Cumi saus tiram.
Sementara ini Bi Nani tengah izin libur satu minggu untuk merawat ibunya yang tengah sakit. Dan hari ini empat hari kepergian Bi Nani ke kampungnya.
__ADS_1
Selesai makan Aldric pergi ke ruang kerja terlebih dahulu, sementara Alana mencuci piring bekas mereka.
Tak lama Alana menyusul Aldric ke atas.
Di ruang kerjanya, Aldric kini tengah memikirkan sesuatu. Besok ia berencana untuk pergi menemui Natalie. Memberitahu kedatangan Tasya.
...****************...
Kini Aldric dan Alana tengah berbaring di atas kasur, Sambil bercengkrama. Dengan wajah Alana yang sedang berada di ketiak Aldric.
Yah, setiap malam Alana selalu meminta Aldric membuka bajunya dan ia akan tidur sambil mencium ketiak Aldric. Entah karena bawaan sang cabang bayi atau apa iya pun tidak tahu. Namun semenjak usia kehamilannya menginjak enam bulan ia sangat suka mencium aroma tubuh Aldric. Awalnya Aldric sempat menolak keinginan Alana yang jorok menurutnya, tapi karena Alana hampir menangis ia pun tak tega dan menyerahkan tubuhnya untuk dijamah Alana setiap malam. Walau kadang ia harus menahan hasratnya karena Alana tidak mau dengan alasan mual, hanya mencium bagian tertentu tubuh Aldric.
"apa yang kau lakukan seharian tadi, dan bagaimana kabar Ema? dan maaf tadi aku menyuruh dirimu pulang terlebih dahulu karena aku ada urusan sebentar" ujar Aldric sambil mengelus perut Alana
"Tidak papa. Seperti yang kau tahu, setelah dari rumah sakit aku langsung pulang. Dan mengenai Ema. Belum ada perubahan mengenai kondisinya" jawab Alana dengan sendu
Aldric yang tahu, istrinya bersedih ia pun mencoba menenangkan-nya.
"sudah, jangan bersedih. Kita berdoa semoga adikmu cepat sadar dan bisa berkumpul kembali bersama dengan kita" ucap Aldric sambil mengelus kepala Alana
__ADS_1
Alana pun mengangguk kepalanya. Sambil mengaminkan doa Aldric di dalam hatinya.
Alana merasa usapan tangan Aldric dikepalanya. Kini berpindah pada perutnya dan semakin ke bawah pun hendak perotes namun Aldric lebih dulu berbicara.
"Hanya untuk malam ini sayang, aku sudah tidak tahan" ucap Aldric yang kini membungkam mulut Alana dengan bibirnya
"Umm..."
"sshh... Om" desah Alana saat Aldric melepas lumatannya dengan bibirnya yang telah berpindah pada leher Alana
Aldric yang mendengar ******* Alana pun semakin gencar menjelajahi lekuk tubuh Alana dengan tangan dan bibirnya.
Dengan perut yang membuncit. Alana semakin terlihat seksi di matanya apalagi ketika memakai piyama tidurnya.
Mereka pun menghabiskan malam berdua dengan penuh gairah.
š·š·š·š·š·.
Hayo siapa yang masih kangen dengan cerita mereka.
__ADS_1
Jangan lupa like, vote dan coment biar author tambah semangat up-nya.
š·š·š·š·š·š·š·š·.