
"Sebentar lagi, kau kira aku juga tidak lelah. Kalau kau sudah benar-benar lelah boleh langsung ke kamar"
"Hah.." Alana hanya menghela nafas sembari memanyunkan bibirnya. Bukan tidak mau duluan pergi ke kamar, ia hanya tidak enak hati jika meninggalkan acara sebelum selesai.
š·š·š·š·
Akhirnya acara pernikahan pun telah selesai.
Semua anggota keluarga sudah pulang kecuali, mamah dan papah Aldric yang masih di hotel bersama pengantin Baru. Mereka berencana menginap di hotel satu malam.
Aldric dan Papah masih mengobrol sedangkan Alana sudah terlebih dahulu pergi ke kamar pengantin yang sudah di khias seindah mungkin.
Alana masuk ke kamar mandi dan segera mengisi bathup dengan air hangat serta menyampurkan nya dengan wewangian aroma terapi.
"Ah leganya, rasanya rasa lelah ku tadi hilang seketika"
Tap Tap Tap.
Suara sepatu panthopel pun terdengar memasuki kamar.
Tok tok tok
"Alana, apakah kau masih didalam" rupanya yang datang Aldric, dan ia pun mengetok pintu kamar mandi
"Sebentar" terdengar suara Alana dari kamar mandi
ceklek
pintu kamar mandi terbuka menampilkan Alana yang tengah selesai membersihkan diri dengan handuk sebatas lutut.
"Glek" Aldric susah payah menelan air liurnya karena tergoda dengan penampilan Alana saat ini.
__ADS_1
"Apakah kau sudah selesai membersihkan diri? jika sudah giliranku" tanya nya sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal untuk menghilangkan kegugupannya
"Sudah" jawab Alana dengan tenang
"Kalau begitu minggir" terobos Aldric
"Ish. Menyebalkan" gerutu Alana, ia pun langsung menuju koper yang berisi pakaiannya dan Aldric.
***
20 menit kemudian Aldric telah selesai dengan acara mandinya.
Ia pun keluar dari kamar mandi menggunakan handuk terlihat seksi dengan roti sobek dan otot tangan nya yang masih terlihat tetesan air.
Ia melihat Alana yang sudah tertidur pulas di kasur.
"Ck, bocah itu" ia pun segera memakai bajunya kemudian mendekati ranjang
5 menit ia mengulangi hal yang sama, namun tetap saja Alana tak kunjung bangun.
Aldric yang kesal pun mengangkat dan memindahkan Alana ke sofa seperti karung beras.
Bruk
Aldric kembali ke ranjang dan langsung berbaring terlentang sembari lengannya ia usap-usapkan ke kasur.
"Ah leganya, aku tidak perlu khawatir berbagi tempat tidur dengan bocah itu. Heh meskipun sekarang sudah menjadi istriku tetap saja aku Aldric sang tuan muda Hugo, tidak ada yang bisa memerintahku dan tidak bisa mengendalikanku"
Ia pun langsung tertidur pulas.
Pukul 2 pagi menjelang subuh Alana terbangun karena merasa tenggorokan nya haus.
__ADS_1
"Apa-apaan ini kenapa aku di sofa, bukanya semalam aku tidur di kasur" ia melirik ke arah kasur dan melihat Aldric yang tengah tertidur sembari tersenyum dengan mata tertutup
Alana pun tersenyum penuh makna.
Tiba-tiba bruk.
"Aw..." teriak Aldric
ternyata Alana telah menendangnya dari atas kasur.
Sementara Aldric yang tengah bermimpi berduaan bersama Natalie di bukit, ketika akan berciuman tiba-tiba ada seseorang yang mendorong nya. Dan ternyata itu Alana yang telah mendorong Aldric dari atas kasur.
"Apa yang kau lakukan" teriak nya dengan penuh amarah kemudahan lantas berdiri dan memegang pantatnya.
"Apa?.. Aku tidak melakukan apapun, aku hanya membalas yang Om lakukan padaku " jawab Alana dengan tenang
Aldric pun mengingat tindakan nya yang memindahkan Alana ke sofa kemudian berkata.
"Aku hanya memindahkan mu ke sofa bukan ke lantai karena aku tidak mau satu tempat tidur dengan mu" membuat Alana tersinggung dengan ucapannya
"Kenapa?... Apa aku begitu menjijikan sehingga kau tidak mau seranjang dengan ku?" Aldric terdiam.
Hal itu dimanfaatkan Alana untuk melangkahkan kaki ke atas kasur.
Melihat hal itu Aldric pun melakukan hal yang sama mereka pun saling berebut tempat tidur.
Dan akhirnya Aldric yang mengalah dan tidur di Sofa.
Bukan jijik melainkan ia takut khilaf karena satu ranjang dengan Alana. Bayangkan ia pria dewasa yang satu ranjang dengan wanita meskipun belum ada rasa cinta ia takut khilaf. Meskipun Alana baru berusia 18 tahun, tapi tubuh nya yang kecil namun terdapat tonjolan di beberapa tempat tertentu yang mampu menggoyahkan iman Aldric.
Yah meskipun mereka sudah halal, tapi tetap saja mereka menikah karena erjodohan tidak seperti pernikahan yang memang saling cinta di awal. Dan mungkin butuh adaptasi bagi keduanya.
__ADS_1