My Husband Is An Adult Male

My Husband Is An Adult Male
74. Menghabiskan Waktu Di Luar


__ADS_3

Hari ini Aldric mengajak Alana dan dua kecebong untuk pergi ke luar, tak lupa Aldric juga membawa sang adik ipar untuk membantu Alana menjaga Edbert.


"Sayang apa sudah siap" ujar Aldric pada Alana


"Sebentar. Ema tolong bantu aku membawa tas" ucap Alana pada Ema meminta bantuan untuk membawa Tas berisi keperluan dua kecebong, seperti botol susu dan Pampers


"Baiklah.." jawab Ema segera ke atas menghampiri kakak-nya


Sementara Edbert sudah rapi bersama sang Ayah memakai pakaian simpel namun terlihat sangat tampan dan imut. Kaos putih polos dan celana berwarna hitam tak lupa topi dengan warna yang sama seperti celananya.


"Mamah ayo cepat" teriak Edbert tak sabaran


Tak lama Alana turun bersama baby Flo dan Ema. Alana juga memakai kemeja berwarna putih di padukan celana jins.Tak lupa rambutnya ia kuncir ke atas, simpel namun terlihat elegan.


"Sudah, ayo sayang" ucapnya ketika sampai di depan Aldric


mereka pun segera pergi dan masuk ke mobil.


Satu jam perjalanan, mereka ber lima sampai di salah satu Mall terbesar di kota tersebut. Setelah masuk ke dalam Mall Aldric langsung membawa Edbert ke Timezone untuk bermain. Sementara kedua wanita itu mengikuti dari belakang.


"Ed hati-hati" ujar Aldric ketika Edbert berlari


Pertama Edbert langsung menuju permainan Street Basketball. Entah mengapa sejak usianya menginjak satu setengah tahun Edbert sangat tertarik dengan bola basket.


"Papah cepat" teriak nya yang tak sabar ingin memainkannya


"Astaga, anak ini tidak sabaran sekali"


Aldric dan Edbert bermain banyak permainan di Timezone. Hingga Edbert puas, sedangkan Alana dan Ema berbelanja. Alana memasuki toko perlengkapan bayi.


"Kakak lihatlah ini sangat cantik dan imut" ucap Ema memperlihatkan sepatu bayi perempuan berwarna putih

__ADS_1


"Astaga rasanya aku ingin memborong semuanya" saut Alana melihat berbagai model baik dari pakaian, sepatu, sandal, topi dan pernak pernik keperluan bayi dan balita. Semua perlengkapan untuk usia baby Flo sampai usia Edbert ada. Complit sekali.


Tak tanggung-tanggung, Alana mengambil semua yang menurutnya cantik dan bagus. Setelah dari toko tersebut, Alana pun berkeliling membeli yang dia inginkan. Tak lupa ia juga membeli baju untuknya dan Aldric, begitupun Ema.


Setelah di rasa cukup dan lelah juga, mereka kembali ke tempat mereka menunggu Aldric tadi. Saking terlalu lama, ia takut Aldric dan Edbert mencari mereka.


"Ayo Ema"


benar saja, di kejauhan mereka melihat Aldric yang memunggungi mereka dan Edbert yang sedang memakan Ice Cream. Rupanya setelah puas bermain Aldric dan Edbert membeli Ice Cream sambil menunggu Alana.


"Honey, maafkan aku menunggu terlalu lama"


"Tidak..... Astaga, kalian berbelanja banyak sekali" Aldric terkejut ketika melihat banyak tas belanja di tangan Ema dan saking banyaknya Alana pun ikut membawanya, untuk baby Flo anteng di gendongannya.


Namun Aldric tidak mempermasalahkan uang yang dihabiskan Alana, toh ia bekerja pun untuk istri dan keluarganya.


Alana hanya memperlihatkan giginya yang putih.


Aldric yang peka segera mengambil tas belanja Alana yang terlihat kesusahan membawakannya.


"Ema, kau juga pasti lelah"


"Begitu lah Kakak ipar, Istrimu membuatku kewalahan, tapi tidak papah, Kakak mentraktir ku berbelanja, lain kali tidak papah jika kalian merepotkanku hehe" ucap Ema dengan cengirannya


"Dasar kau..." cibir Alana


Aldric ikut tersenyum melihat kakak beradik itu.


"Edbert jangan terlalu banyak makan Ice Cream" ujar Alana melihat putranya yang terlihat menghabiskan dua mangkuk ice cream


"Kata papah boleh" tunjuknya pada sang ayah

__ADS_1


"Eh bu-bukan itu maksudku, tadi Edbert merengek ingin mencarimu setelah menghabiskan Ice Cream dan aku katakan saja untuk menunggu di sini, awalnya tidak mau lalu aku membujuknya untuk membelikan ice cream dan ia menurutinya" ujar Aldric ketika Alana melototkan mata padanya


Alana mengambil nafas dan mengeluarkannya perlahan.


"Baiklah, untuk kali ini aku maafkan, tapi tidak untuk lain kali"


Aldric dan Edbert pun memperlihatkan jarinya berbentuk huruf O yang berarti oke.


Setelah itu mereka pergi ke Food court untuk makan.


Setelah makan mereka pun langsung pulang karena merasa lelah. Namun sebelum itu Aldric dan Alana pergi mengantarkan Ema ke rumahnya karena memang satu arah dan melewatinya. Agar tak bolak-balik jadilah Ema langsung pulang.


"Apa kalian tidak ingin mampir dulu"


"Lain kali saja, Edbert juga sudah tidur"


karena kelelahan mungkin, Edbert sudah tidur di Infant Car Seat dengan anteng dan Alana pun pindah ke kursi belakang menemani Edbert.


"Baiklah kalau begitu. Dan terima kasih kakak dan kakak ipar untuk hari ini. Kalau begitu aku pamit. Kalian hati-hatilah di jalan"


Aldric dan Alana menganggukkan kepalanya, dan perlahan mobil itu melaju meninggalkan rumah kedua mertuanya.


Jika Edbert tertidur lain halnya dengan baby Flo, sepertinya baby Flo kenyang tidur dan sekarang terbangun. Sampai tak terasa mereka sudah sampai di depan rumah. Bi Nani dan Bi Ani serta Bi Lita yang melihat majikannya pulang segera bergegas membawakan barang-barang majikannya. Aldric mengambil Edbert yang tertidur pulas di mobil dan segera membawanya ke kamar untuk dibaringkan di kasur.


"Bi Lita, tolong mandikan baby Flo ya, aku akan membersihkan badanku dulu" kini Flo sudah berada di gendongan sang bibi


"Baik non"


"Oh iya belanjaannya taro di kamar atas saja dan ini untuk bibi dan para pekerja lainnya, aku membawakan oleh-oleh untuk kalian" ucapnya pada Bi Nani


"Wah, terima kasih ya Non" ucap mereka serentak

__ADS_1


"Sama-sama"


Sungguh beruntung sekali yang bekerja di rumah ini, bukan hanya di sini tapi para pekerja baik yang bekerja di kediaman Aldric dan Alana, tapi para pekerja di Mension Hugo pun merasa sangat beruntung. Karena mereka mendapatkan majikan yang sangat baik, bukan hanya bonus yang mereka dapatkan, tapi juga perlakukan yang tidak pernah merendahkan para pelayan.


__ADS_2