My Husband Is An Adult Male

My Husband Is An Adult Male
76. Satu persatu menyusul


__ADS_3

Namun di sela-sela obrolan mereka, Aldric di kejutkan oleh bisikan Edbert.


"Papah aku ingin pipis" bisiknya


"Apa" teriakan Aldric mengundang tatapan mereka


Astaga, anaknya memberitahu setelah berhasil membuat celananya basah


Sementara Edbert sudah menangis karena teriakan Aldric.


"Edbert pipis di celana mah"


"Hua... Kalian lama jadi aku tidak tahan ingin pipis"


"Tapi kan kau seharusnya bilang pada Papah Boy"


"Astaga Honey, apa yang kau lakukan" ujar Alana yang melihat Edbert bertambah menangis


"Mamah tolong pegang baby Flo sebentar, aku akan akan membersihkan Edbert dulu"


"Bibi, apa aku boleh meminjam kamar mandi mu"


"Oh iya silahkan Nyonya" Bibi pun memberi tahu letak kamar mandi


Diikuti Aldric di belakangnya.


"Kenapa kau ikut" seru Alana sembari membersihkan Edbert


"Sayang aku juga ingin membersihkan celana ku. Dan untukmu Boy, Daddy minta maaf karena membuatmu menangis. Daddy hanya terkejut dan kemudian berteriak"


Edbert hanya diam tak menjawab ucapan sang Ayah, dirinya cemberut di gendongan sang Bunda. Edisi marah pada sang Dady.

__ADS_1


Alana sudah membersihkan Edbert, untung saja ia membawa pakaian ganti untuk Edbert dan Baby Flo.


"Bibi terima kasih"


Di susul teriakan Aldric dari dalam kamar mandi.


"Honey"


"astaga, apalagi sih" batin Alana dan segera menyusul Aldric


"Ada apalagi sih Om" kemudian matanya menangkap celana Aldric yang basah seperti habis mengompol.


Alana tertawa dibuatnya.


"Alana sayang, bagaimana ini. Aku malu jika seperti ini" ucap Aldric memelas


Alana mengedikan bahunya.


Aldric akan berteriak namun tak jadi, karena sadar mereka sedang berada dirumah orang.


"Nasib-nasib"


...****************...


"Hahaha cyukulin, sekalang gililan Ayah yang ngompol" ucap Edbert


Davin ikut tertawa karena ucapan Edbert.


"Diam kau, ini juga karena mu" Aldric menimpuk belakang jok Davin


"Lah kok saya bos?"

__ADS_1


"Iya, karena ini acara lamaranmu"


Davin hanya mencibir ucapan Aldric, percuma. Toh, dia tidak akan menang jika beradu mulut dengan Bos nya itu, nasib jadi bawahan.


Setelah tragedi ngompol tadi, Aldric yang tidak membawa celana ganti. Mereka memutuskan untuk pulang, awalnya yang pulang hanya Aldric dan Alana, namun mereka semua ikut pulang, karena memang acara lamaran sudah selesai hanya tinggal ngobrol biasa dan pernikahan mereka akan di laksanakan ketika Elena sudah siap, karena Elena belum siap jika sekarang - sekarang. Dan keluarga Elena juga ingin pernikahan tersebut di adakan secara sederhana. Dan mereka pun menyetujuinya meski tadi ada penolakan dari keluarga Hugo karena ingin pernikahan yang mewah namun keluarga Elenaor kekeuh ingin di adakan sederhana saja karena takut jadi perbincangan warga kampung. Dan mereka pasrah dengan keinginan keluarga Elena, yang penting pernikahan ini tetap terlaksana.


Flesbek Of.


Ethan juga ikut terbahak-bahak mendengar cerita Aldric.


"Anak mu benar-benar kecebong mu ternyata, sama-sama menyebalkan seperti dirimu"


"Sialan kau" Aldric pun melempar bantal sofa yang berada di tangannya kepada Ethan dan dengan sigap Ethan menangkapnya


"Sudahlah, daripada kalian tertawa karena mengejek ku, lebih baik kalian pergi dari kantor ku. Hus hus hus" usir Aldric


"Kau pikir kami Ayam" Ethan mendengus kesal


"Ternyata satu persatu dari kita menyusul Aldric untuk naik ke pelaminan" Celetuk Bryian setelah menghentikan tawanya


"Itu kau tahu, jadi kapan kau menyusul?" kini mereka duduk kembali di sofa dengan tenang


Bryan tersenyum kecut mendengar pertanyaan Aldric.


"Entahlah, mungkin aku tidak akan menikah"


"Jangan berkata seperti itu, nanti kau seperti Ethan yang tiba-tiba mengundangku dan yah menikah itu enak Bry, kau tidak akan kesepian" goda Aldric


"Aku tidak merasa kesepian meski tidak menikah, karena aku memiliki sahabat seperti kalian" ucap Bryan tulus


Aldric dan Ethan tersenyum dan mengangguk, mereka tahu alasan Bryan mengatakan hal itu. Di dalam hati mereka berharap sahabatnya ini akan segera menyusul mereka ke pelaminan.

__ADS_1


__ADS_2