
Pagi pun tiba.
Terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar di susul suara nyonya melina.
Tok tok tok.
"Sayang, apa kalian sudah bangun??" merasa tidak ada balasan, Melina kemudian mengetuk pintu kembali
Alana yang terganggu dengan suara tersebut lantas terbangun, dan samar-samar mendengar suara Melina.
Ia pun menjawab dengan mata yang masih terpejam.
"Iya mah, sebentar lagi kami turun"
"Baiklah, mamah dan papah tunggu dibawah ya" Melina pun pergi dari kamar mereka
sementara di dalam kamar. Alana yang sudah bangun sejenak melirik Aldric yang tidur di sofa dengan pulas dan melihat jam ternyata sudah pukul 7 pagi.
"Pantas saja mamah membangunkan ternyata sudah pukul tujuh, ish aku jadi malu karena terlambat bangun" Ia pun langsung bergegas untuk mandi.
30 menit kemudian.
Mereka turun bersama terlihat Aldric dengan kantung mata nya yang sedikit hitam seperti kurang tidur.
__ADS_1
Melihat hal itu papah dan mamah tersenyum geli membayangkan apa yang di lakukan sepasang pengantin baru itu semalaman.
"Pagi mah, pah. Maaf kami terlambat" sapa keduanya
"Tidak papa, kami mengerti kok namanya pengantin baru" jawab mamah yang masih tersenyum
hal itu membuat Aldric tahu apa yang dipikirkan oleh kedua orang tuanya.
Padahal yang terjadi sebaliknya.
Flesbek on.
Sesaat setelah perdebatan keduanya yang telah memeperebutkan tempat tidur. Akhirnya Aldric yang mengalah untuk tidur di sofa. Tidak pernah terbayangkan sebelumnya di malam pertamanya dirinya harus tidur di sofa dengan tidak nyaman.
Aldric pun tidak bisa tidur karena tidur di sofa yang tempatnya lebih sempit dibanding kasur sehingga membuatnya tidak leluasa bergerak, dan juga terbayang-bayang dengan Alana yang hanya memakai handuk. Ia pun melirik Alana yang pulas tidur dan menaikan selimut nya sampai leher.
"Ish aku pasti gila, aku benar-benar sudah gila jika sampai menyukai bocah itu" gerutunya sambil menahan hasratnya
sampai pukul 4 menjelang pagi baru lah Aldric tertidur sedangkan Alana sudah lebih dulu tidur.
Flesbek Of.
Setelah selesai sarapan mereka langsung packing barang barang dan bersiap untuk pulang.
__ADS_1
Mereka menggunakan 2 mobil. Satu mobil berisi papah dan mamah beserta supir. Dan mobil satunya Aldric dan Alana dimana Aldric yang mengemudikan nya karena Aldric memutuskan untuk menyetir mobilnya sendiri.
Di perjalanan.
"Kita akan pergi ke Mension dulu dan tinggal disana selama satu Minggusebelum benar-benar
pindah. Selain karena aku masih ada kesibukan dikantor, mereka juga yang menyuruh kita untuk tinggal disana. Apakah kau keberatan?" tanya Aldric memulai percakapan
"Aku terserah pada Om, kita sudah menjadi suami-istri jadi kemanapun dan dimana pun Om ingin tinggal aku akan ikut" jawab Alana patuh
"Baiklah" entah mengapa mendengar hal itu Aldric tersenyum senang.Ia merasa dihormati dan dihargai sebagai seorang suami.
Mereka pun sampai di kediaman Hugo dan turun dari mobil.
Sedangkan mamah dan papah terlebih dulu sampai.
"Kakek aku merindukanmu" Alana langsung memeluk Kendrick setelah masuk ke dalam
"Kau memang cucu ku, tidak seperti suami mu ia bahkan tak pernah menanyakan kabarku jika bukan aku yang terlebih dahulu" ucap Kendrick sembari membalas pelukan Alana
"Yah kau benar, mungkin aku adalah cucu angkat mu" jawab Aldric dengan rasa kesal
melihat hal itu mamah dan papah tertawa karena memang benar, tapi sebaliknya Aldric sangat menyayangi kakeknya hanya saja cara pengungkapan sayang versi Alana dan Aldric berbeda. Jika Alana dengan mudah mengungkapkan nya dengan prilaku dan ucapan sedangkan Aldric seperti masa bodoh namun dihati kecilnya ia sangat menyayangi sang kakek. Contohnya saat kakek di rawat di rumah sakit ia bahkan tidak pulang ke rumah karena menjaga sang kakek di rumah sakit dan semua pekerjaan nya ia boyong ke rumah sakit tinggal asistennya saja yang kelimpungan karena harus bulak- balik mengantar berkas.
__ADS_1