My Husband Is An Adult Male

My Husband Is An Adult Male
80. Sakit


__ADS_3

Pukul 10 malam Aldric dan Davin baru saja selesai mengerjakan pekerjaannya.


"Akhirnya selesai juga" Aldric bernafas lega karena pekerjaan telah selesai meski badannya terasa kurang fit


"Tuan apa kau sakit?" tanya Davin ketika melihat Tuanya terlihat sedikit pucat


"aku baik-baik saja Davin... Hanya sedikit terasa pusing saja" jawab Aldric sambil memijat pelipisnya


"apa perlu saya mengantar Tuan pulang" belum sempat Aldric menjawab, Davin berteriak memanggil Tuan nya ketika Aldric hampir jatuh ketika bangun dari tempat duduk nya


"Astaga Tuan, sepertinya Anda tidak baik-baik saja" tanpa bertanya Davin segera membantu membopong tubuh sang Tuan ke mobil


Aldric pun tidak menolak ketika Davin mengantarkannya pulang, sebab kepalanya terasa pusing. Baik Davin dan Aldric mengkhawatirkan dirinya jika pulang membawa Mobil sendiri.


*****


Ketika melihat mobil Tuannya datang, Satpam segera membukakan pintu Gerbang.


"Davin kau bawalah mobilnya pulang besok kau bisa menjemputku kembali saat ke kantor" ucap Aldric ketika keluar dari mobil


"baiklah Tuan, terima kasih " ucapnya


"semoga lekas sembuh" lanjutnya dan segera pergi


Aldric pun masuk ketika Davin sudah keluar dari halaman rumahnya.


Di kamar, Alana sudah menunggunya menggunakan piyama tidur.


"Sayang..." ujar Alana memeluk Aldric, Aldric pun membalas dengan kecupan di bibir


"apa kau sudah makan? Tanyanya


Aldric menjawab dengan gelengan kepala.


"Baiklah setelah kau mandi kita akan makan, kebetulan aku juga menunggumu" jawab Alana sambil membantu Aldric melepas Jas


"apa anak-anak sudah tidur?"


"sudah, mereka menunggumu pulang hingga ketiduran di kamarnya"


"aku sudah menyiapkan air hangat, sebaiknya kau bersihkan dirimu terlebih dahulu" lanjut Alana


Aldric tersenyum mendengarnya "baiklah, Kalau begitu setelah mandi aku akan melihatnya"


20 menit Aldric keluar dari kamar mandi dan tersenyum melihat piyama tidur yang sudah di siapkan Alana di atas kasur. Rupanya istrinya itu sedang menyiapkan makan malam mereka di bawah. Sebenarnya bukan makan malam, karena untuk jam makan malam sudah terlewat waktu.


Alana terkejut ketika tiba-tiba ada yang memeluknya dari belakang saat menghidangkan makan.

__ADS_1


"Untung saja aku tidak punya riwayat sakit jantung jika sampai terjadi habislah Om aku"


"Aku apa?"


"tidak..."


"sudahlah lebih baik kita segera makan" lanjutnya menghindari pertanyaan Aldric


"dengar sayang pertanyaan ku belum selesai" ucap Aldric berbisik di telinga Alana seraya melepaskan pelukannya dan membuat Alana merinding mendengarnya


"honey..." Aldric pun tersenyum penuh maksud


Mereka pun makan malam dengan tenang.


"Honey biarkan aku yang membersihkan nya, kau duluan saja ke atas" ucap Alana ketika mereka selesai makan


"baiklah aku akan menunggu di kamar" ucapnya sambil mengerlingkan matanya


Alana menatap heran suaminya yan terlihat genit.


Aldric yang terlupa akan ke kamar sang anak membelokkan arah menuju kamar Edbert dan Flo yang di satukan dalam satu ruangan. Meski berada dalam satu ruangan, kamar mereka berdua tak kalah luas dari kamar Aldric dan Alana sebab Aldric mendesainnya untuk kamar Edbert dan Floretta agar memudahkannya dan Alana jika bersama kedua anaknya.


Pertama Aldric menghampiri kasur sang putra. Mencium dan membetulkan letak selimut.


"Cup... Mimpi indah sayang"


Di ciumnya dengan gemas.


"cup cup cup...."


"akh...." ringis Aldric ketika telinga di tarik Alana


"apa yang kau lakukan sayang" Aldric menggosok telinganya yang terlihat merah


Wajah Alana yang tadi terlihat kesal menjadi merasa bersalah dan mengiba "*honeeyy.... sepulang dari kantor tadi Flo terlihat rewel, aku tidak mau tiba-tiba dia terbangun dan rewel kembali"


"aku kan hanya rindu padanya sayang*"


Alana menghela nafasnya. "Baiklah apapun akan aku lakukan agar kau tidak menggangu Flo"


Aldric tersenyum misterius mendengar tawaran Alana.


"Jangan macam-macam" ujar Alana ketika melihat senyuman Aldric


"tidak, hanya satu macam"


"Oommmm" Alana mencoba menahan teriakannya ketika tangannya di tarik Aldric menuju kamar

__ADS_1


Saat ini mereka berada di atas kasur dengan posisi duduk berhadapan. Alana sudah berfikiran macam-macam, ternyata Aldric hanya ingin tahu tentang ucapan Alana di meja makan tadi.


"Baiklah aku akan jawab jujur, tapi Om janji jangan marah atau menghukum ku" Alana terlihat cemas dengan reaksi Aldric setelah mendengarnya


"aku tidak janji, sesuai apa yang kau jawab"


"tuh kan suaminya ini tidak bisa di ajak kompromi"


"kalau begitu aku tidak akan menjawabnya"


Aldric terlihat menimbang-nimbang kemudian mengangguk "baiklah aku janji tidak akan marah atau menghukum-mu"


"janji..." Alana memberikan jari kelingking nya untuk di tautkan pada kelingking Aldric


Aldric pun menautkan jari kelingkingnya "janji"


Dann.......


"Jika sampai Om membuatku terkejut dan pingsan maka aku tidak akan memberi Honey jatah selama satu tahun" jawab Alana cepat


Aldric melototkan matanya mendengar jawaban Alana dan segera mengungkung tubuh Alana di bawahnya.


"Om kau sudah janji untuk tidak marah dan menghukumku"


"aku tidak marah, hanya menghukumu sedikit dan maaf untuk soal ini aku melanggar janjiku" Aldric segera membuat Alana bungkam dengan ciumannya


"Dasar Aldric...." jerit Alana dalam hati, ia hanya bisa pasrah dengan perbuatan Aldric dan kalian tau sendiri apa yang terjadi........ šŸ˜…šŸ˜šŸŒ·šŸŒ·šŸŒ·


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi hari tiba. Sekitar pukul 6 pagi, Aldric terlihat menggigil kedinginan.


"Sayang" rintih Aldric mencari Alana di samping nya namun tidak ada, terdengar suara gemercik air di dalam kamar mandi, rupanya istrinya sedang mandi.


Ceklek. Pintu kamar mandi terbuka.


Alana melihat Aldric yang terlihat membungkus tubuhnya dengan selimut tebal. Kemudian menghampirinya.


"Honey... Astaga kau demam" seru Alana ketika menyentuh dahi Aldric yang terasa panas


"ayo kita ke rumah sakit..." Aldric menahan lengan Alana ketika istrinya akan mengajaknya ke rumah sakit


"tidak usah. Aku hanya ingin di peluk dan telpon saja Kris ke rumah (Kris adalah salah satu Dokter keluarga Hugo sekaligus sahabat Aldric)" ucap Aldric


Alana mengangguk "kalau begitu aku akan memakai baju terlebih dulu"


Aldric tak menjawab sebab dirinya benar-benar kedinginan. Alana secepat kilat memakai pakaian nya.

__ADS_1


__ADS_2