
Sambil menunggu Aldric datang Melina menenangkan kakek yang sedari tadi menangis. Pelayan bilang setelah para pelayan melaporkan Alana tidak ada disekitar Mension Kendrick langsung menangis.
"Ayah kau harus tanang, Devan dan Aldric sedang dalam perjalanan"
"Huhu.... bagaimana aku bisa tenang, cucuku pergi bersama dengan cicitku, bagaimana jika mereka kenapa napa di luar sana" seru kakek kemudian menangis kembali
Melina hanya terdiam dan berdoa di dalam hati agar Alana dan Edbert baik baik saja.
Tak lama Aldric datang dengan tergesa gesa.
"Aldric..." ujar Melina
"Bagaimana bisa Alana pergi tanpa ada yang tahu" tanyanya panik set
"Aldric, tadi mamah sedang pergi keluar sementara kakek sedang berada di kamarnya para pelayan tidak ada yang mengetahui kepergian Alana karena sibuk dengan pekerjaannya masing masing dan saat Nina membawakan makanan untuk Alana, Alana dan Edbert sudah tidak ada di dalam kamar dan Nina juga menemukan surat ini di atas nakas" jawab Melina dan memberikan sepucuk surat peninggalan Alana
Aldric pun membuka surat tersebut dan membacanya di dalam hati.
Isi suratnya....
Teruntuk mamah, papah, kakek dan Aldric.
Alana berterima kasih dan juga meminta maaf atas kehadiran Alana di keluarga kalian.
Alana berterima kasih pada kakek, karena kakek Alana bisa menjadi bagian dari keluarga kalian dan menjadikan Alana sebagai cucu perempuan kesayangan mu.
Dan untuk mamah Alana bahagia dan bersyukur bisa menjadi menantu mamah, mamah selalu memberikan kasih sayang yang tulus kepada Alana layaknya putri kandung dan Alana juga meminta tolong pada mamah sementara Alana pergi, Alana titip Ema, Alana percayakan Ema pada kalian. Maaf bukan maksud Alana untuk menjadi kakak yang egois tapi dengan keadaan Ema yang masih koma membuat Alana tidak bisa membawanya pergi bersama Alana, Alana akan kembali nanti jika keadaan sudah membaik.
__ADS_1
Dan untuk papah Terima kasih juga sudah atas segala kasih sayang yang diberikan dan maaf jika selama ini Alana belum menjadi menantu yang baik bagi kalian.
Dan untuk suamiku yaitu Om Aldric, maaf ya jika selama ini menyusahkan Om atas segala tingkah laku Alana yang ke kanak-kanak kan hehe... Dan terima kasih juga berkat Om aku mempunyai Edbert, tapi maaf mungkin kali ini Alana sedikit egois ingin memiliki Edbert seutuhnya dan Alana tidak rela jika Edbert di asuh oleh om dan sang kekasih yang mungkin akan menggantikan peran Alana sebagai istri dan menantu keluarga Hugo.
Alana.
Aldric mengusap wajahnya frustasi, mungkin selama ini Alana salah paham padanya. Ia berjongkok di depan Kakek yang memakai kursi roda.
"Kakek tenang saja, aku akan kembali membawa Alana dan Edbert secepatnya"
kakek memalingkan wajahnya dari hadapan Aldric. Ia kecewa pada sang cucu. Yah hanya kakek juga sudah membaca isi suratnya sedangkan Mamah belum membacanya karena saat mamah datang tadi langsung menenangkan kakek yang menangis dan tak sempat membaca suratnya.
Devan telah sampai saat Aldric akan pergi jadi mereka akan berpencar mencari Alana.
Sekarang pukul empat sore Aldric sudah hampir putus asa untuk menemukan Alana. Sudah delapan Terminal yang ia kunjungi namun Alana belum ditemukan.
Sementara Mamah dan Papah juga sudah mulai lelah, tiba tiba mamah teringat jika Alana memilih saudara dari pihak ibunya yang berada di kota B lantas mamah segera menyuruh papah untuk memutar haluan ke stasiun x.
Papah segera melaksanakan perintah mamah.
Sesampainya mereka di stasiun mamah Melina segera turun dari mobil diikuti oleh papah Devan.
"Permisi pak, kereta jurusan kota B kira kira jam berapa ya berangkat nya" tanya mamah pada petugas loket
"Maaf bu, kereta jurusan kota B baru saja berangkat sekitar setengah jam lalu" jawab petugas loket
"Sudah berangkat?" tanya mamah sekali lagi
__ADS_1
"Benar Bu, kemungkinan kereta yang berangkat ke kota tersebut akan ada lagi sekitar pukul enam sore" jawab petugas itu memperjelas pertanyaan Melina
Mamah yang mendengarnya lemas seketika.
"Baiklah terima kasih pak" ucap Papah Devan berterima kasih
"Pah bagaimana ini, kita harus mencari menantu dan cucu kita kemana lagi... hiks" mamah menangis di pelukan papah
Ia sudah terlanjur menyayangi Alana seperti putri sendiri kebetulan ia juga hanya mempunyai satu anak laki laki, yaitu Aldric"
"Mamah tenang dulu, lebih baik kita pergi ke kedai dulu untuk membeli minum" ujar Papah yang melihat Mamah begitu lelah dan membawa mamah pergi ke kedai yang ada di dekat stasiun namun kelihatan komplit dengan berbagai makanan dan minuman seperti kafe dan banyak pengunjung dari penumpang kereta baik yang baru turun maupun yang sedang menunggu keberangkatan kereta serta petugas yang sedang beristirahat.
Karena hampir setengah hari mereka mencari Alana, mereka tak sempat minum atau makan Karena saking khawatir nya mereka terhadap Alana.
"Mamah tunggu di sini, papah akan memesan minuman dan nasi dulu" ucap papah mendudukan mamah di kursi yang kosong
Mamah Melina pun mengikuti perintah Papah Devan. Namun alangkah terkejutnya Melina melihat seseorang yang menenangkan bayi seraya membelakanginya mirip dengan Alana.
Mamah segera menghampiri perempuan tersebut.
"Alana..."
Wanita itu menoleh pada Melina.
"Mamah...." ucapnya yang ikut terkejut
Hayo..... siapa nih yang selalu nunggu update dari My Husband Is An Adult Male.
__ADS_1
Jangan lupa like, vote, dan coment biar author tambah semangat.
š·š·š·š·š·.