
Hari ini Alana dan Aldric akan mengelilingi kota tersebut. Tempat pertama yang akan mereka kunjungi adalah Taman Bunga terbesar yang ada dikota tersebut. Alana sangat ingin mengunjungi Taman Bunga itu, ia bahkan sudah mencari tau tentang taman tersebut dan kebetulan sekarang adalah waktu dimana bunga Lili sedang bermekaran.
sesampainya mereka di lokasi Alana langsung turun dari mobil, bahkan Aldric pun ia tinggalkan.
"hei Alana tunggu sebentar" teriak Aldric
"ck. Anak itu tidak sabaran"
Aldric pun mengikuti langkah Alana yang sudah terlebih dahulu turun.
Alana berdecak kagum dengan keindahan yang ada didepan matanya. Bukan hanya satu jenis bungan melainkan jenis seluruh bunga yang ada di dunia berada disini. Alana pun berbicara pada Aldric yang sudah berhasil mengejar dirinya.
Tempat itu pun sangat ramai pengunjung dimulai dari pengunjung asli negara tersebut bahkan ada juga turis seperti mereka
"wah Om, apa aku sedang bermimpi" ucapnya sambil menepuk pipinya
"ck ck ternyata aku tidak mimpi"
"Om tolong fotokan aku" lanjutnya sambil memberikan ponselnya pada Aldric
"dasar bocah. Jangan terlalu norak bisa tidak sih. seperti belum pernah saja pergi ke taman bunga" gerutunya namun tetap melakukan yang diperintahkan Alana
Alana pun melakukan banyak pose. Mulai dari tanganya yang ia bentuk v, mengerucutkan bibirnya dan juga memegang sebuah tangkai bunga. Dan seterusnya
Cekrek. Cekrek. Cekrek
Tiba-tiba ada seseorang yang terlihat seperti mahasiswa yang menawarkan diri untuk memotret mereka berdua.
"permisi tuan. Aku lihat kau sedang memotret kekasihmu. Bagaimana jika kau ikut bergabung dengannya aku yang akan memotret kalian berdua"
__ADS_1
Aldric pun menyetujuinya.
"Baiklah ini"
Mahasiswa itu pun mulai mengarahkan mereka berdua.
"tuan bisa kah kau tidak terlalu kaku" kata mahasiswa tersebut
"ah. maksudnya" jawab Aldric
mahasiswa itu pun mulai memberikan arahannya.
"nona kau hadaplah ke arah kekasihmu. Tatap matanya seolah-olah kau sedang menatap"
"dan untukmu tuan. Peganglah bagian pinggang kekasihmu"
"lalu tempelkan kening kalian berdua" lanjutnya
Alana dan Aldric dalam susana berbeda. Entah kenapa hati Alana seolah berdetak begtiu cepat, sedangkan Aldric seperti mendapatkan hadiah kejutan.
"Ayo lagi nona, tuan"
suara mahasiswa itu menyadarkan kembali mereka berdua.
mereka pun di arahkan kembali untuk pose berikutnya.
Cekrek. Cekrek. Cekrek
Sehabis foto tersebut Aldric memberikan uang kepada mahasiswa tersebut namun ditolak. Tetapi kemudian diterima karena Aldric berkata uang tersebut adalah sebagai ucapan terima kasih.
__ADS_1
Tempat kedua yang mereka kunjungi adalah sebuah Danau yang indah. Sesiapapun yang kesitu pasti merasakan kesejukan dan ketenangan.
"wah Om. Ternyata kau pintar sekali mencari tempat."
"Tentu saja. siapa dulu dong " jawab Aldric sombong
"cih. Mulai keluar jiwa sombongnya" Alana menyunggingkan bibirnya
Aldric hanya terkekeh mendengar ucapan Alana.
"tapi. Ku akui om memang pintar mencari tempat untuk menenangkan diri, Makasih ya Om. Om sudah membawaku pergi jalan-jalan dan mengabulkan apa yang ku mau" kata Alana tulus
"hmm." Aldric mengangguk. Entah mengapa ada perasaan senang didalam diri Aldric
Karena hari sudah sore cuaca pun di dingin. Mereka pun kembali ke Hotel, dan makan malam di restoran yang ada di hotel.
Gambar Hanya Ilustrasi.
š·š·š·
Hai riders š
jangan lupa beri dukungan untuk author berupa like komen dan vote ya biar tambah semangat up nya.
__ADS_1
***
Natalie dan Nicko telah sampai Bandara.