My Husband Is An Adult Male

My Husband Is An Adult Male
22. Kunjungan Mertua 2


__ADS_3

Hampir Tiga Puluh menit perjalanan, mereka pun tiba di kediaman Aldric.


suara mobil berhenti pun terdengar oleh telinga Aldric dan Alana, lantas mereka pun turun dan menuju ruang tamu. Pasti kedua orang-tua Aldric lah yang datang karena sebelum itu mamah dan papah Devan sudah memberi tahu bahwa mereka akan bertandang kerumah mereka berdua.


Mamah segera turun dari mobil tanpa menghiraukan papah. papah pun hanya menggeleng kan kepalanya dan menyusul mamah masuk ke dalam rumah.


"sayaaang" teriak mamah dan langsung memeluk Alana ketika ia melihatnya


"astaga, mamah disini bukan pasar. Sehingga harus teriak-teriak" seru Aldric


"dasar, anak nakal. Mentang-mentang sudah punya rumah sendiri jadi lupa masih punya orang tua" ucap mamah sambil beralih menjewer telinga Aldric


"shh, aa. sakit mah" ujar Aldric sambil meringis meskipun tidak terlalu kencang tapi lumayan membuat telinga-nya sedikit merah


papah dan Alana ikut terkekeh dengan kelakuan mamah.


Alana yang kasihan dengan Aldric pun segera mengalihkan suasana, dan membawa kedua mertuanya untuk duduk dan menghidangkan jamuan.


"mamah dan papah mau minum apa?" tawarnya


"apa saja sayang, tapi enak juga sih siang - siang begini kalau minum air perasan jeruk lemon dengan es batu. hehe" tawarnya sambil mengkibas-kibaskan tangannya


"dih, katanya apa saja. tapi kok nawar" celetuk Aldric


sedangkan mamah hanya menampilkan deretan giginya yang putih.

__ADS_1


"kalau papah apa saja"


"baiklah, sebentar. Aku akan membuatnya terlebih dahulu" Alana pun membuatkan kedua mertuanya dengan minuman yang sama.


sementara Alana membuat minuman, Aldric dan kedua orang tuanya sedang bercengkrama diruang tamu.


"Aldric, bagaiman sekarang kabar kalian. Dan bagaimana rasanya ketika berpisah dengan kami" tanya mamah


"kabar kami baik-baik saja mah. Dan ya seperti yang kalian lihat kami nyaman di tempat tinggal baru kami, meski hanya bertiga bareng Bi Nani" mamah menggangguk


"dan pastinya tidak mendengar omelan mamah lagi" lanjutnya pelan sambil melihat ke arah papah


seketika bantal kecil yang sedang mamah pegang pun melayang di kepala Aldric.


"ahh"


"mangkanya Dric, kalau punya mulut itu di jaga. Untung cuma bantal" celetuk papah sambil tertawa


Bisa-bisanya Aldric melawan singa betina yang sedang datang bulan.


"tapi Dric, ingat pesan papah. Kau sudah dewasa dan kau sudah memiliki tanggung jawab penuh atas anak orang. Jangan sampai kau menyakitinya. Itu sama saja menyakiti mamah-mu. Jika isteri sedang menjadi api maka suami harus menjadi air untuk memadamkannya. Begitu pun sebaliknya, Karena seorang istri sangat hebat perannya. Memang kita sebagai suami juga sama capek dalam mencari nafkah namun seorang istri juga tak kalah capek dalam mengurus rumah tangga. maka dari itu baik suami maupun istri harus sama-sama saling bekerja sama dalam menjalankan tugas dan berumah tangga. Seperti papah dan mamah meski usia kami sudah menua tapi kami tetap harmonis dan semua itu tidak di dapatkan dengan mudah banyak rintangan yang kami hadapi. Tapi, jika kita bersama maka semua itu mudah"kata papah panjang lebar sambil menggenggam lengan mamah, mamah pun mengangguk dan tersenyum


"iya, pah aku akan mengingatnya" jawab Aldric


tak lama Alana pun datang membawa minumannya.

__ADS_1


mereka pun menghabiskan waktu bersama seharian dan bercengkrama ria.


***


Hari sudah petang Melina dan Devan berpamitan pulang. Aldric dan Alana mengantar papah dan mamah hingga ke teras rumah


"sayang, jaga diri baik-baik yah. kami pergi dulu" pamit mamah sambil memeluk Alana


"iya mah, nanti kami akan mengunjungi kalian. Lagi pula aku juga rindu dengan Kakek" ujar Alana sambil melepaskan pelukan Melina


"oh iya, mamah hampir lupa, kakek menitipkan salam pada kalian untuk mengunjungi nya. Ia bilang sudah rindu. Terlebih dengan anak ini kakek mu bilang apa harus menunggu ia tiada setelah itu kalian akan mengunjungi-nya"kata mamah dan beralih memeluk Aldric


"baiklah, kami pergi dulu. Aldric ingat pesan papah" Aldric mengangguk sedangkan Alana penasaran dengan pesan papah mertua pada suaminya


Melina dan Devan kini sudah memasuki mobil.


"dah, hati-hati dijalan" Alana dan Aldric pun melambaikan tangan mereka ketika mobil tersebut perlahan jalan menjauh dari kediaman mereka.


Aldric dan Alana pun kini masuk ke dalam rumah.


🌷🌷🌷🌷🌷


Hai Hai Riders šŸ™Œ


Alhamdulillah kini author udah Up lagi. Semoga masih ada yang baca setelah libur satu Minggu.

__ADS_1


Salah dari author 🌷🌷🌷🌷🌷


__ADS_2