
Dua Jam berlalu.
Di luar ruangan semua orang merasakan cemas dan khawatir. Tak lama terdengar suara bayi menangis.
Oekkk....Oekkk....
Semua orang terkejut sekaligus senang.
Aldric langsung bangkit dari tempat duduknya.
"Kalian dengar, haha, mamah dengarkan? putraku telah lahir" seru Aldric, ia menangis dan tertawa bersamaaan
mamah Melina segera memeluk Aldric, di sambung dengan papah dan Davin.
"Selamat nak, selamat. Akhirnya kau sudah menjadi Ayah"
"selamat sayang bayi kalian sudah lahir"
"selamat tuan"
mereka pun mengucapkan selamat pada Aldric.
Tak lama ruang Operasi terbuka menampilkan seorang perawat keluar mendorong troli bayi. Ia pun berhenti tepat dihadapan Aldric.
"Selamat tuan, bayi anda telah lahir dengan selamat tanpa kekurangan apapun dan berjenis kelamin laki-laki" ucapnya sambil tersenyum
"pah cucu kita" ucap Melina pada Devan
Terlihat bayi mungil yang tampan dengan mata tertidur, sungguh pemandangan itu dapat menghipnotis Aldric.
"Apakah aku boleh menggendongnya" tanya Aldric
"untuk itu tuan belum diperbolehkan, karena saya akan membawa putra anda ke ruang perawatan bayi terlebih dulu, jika anda ingin melihatnya lebih lama, tuan bisa kesana" Aldric mengangguk mengiyakan
sang perawat pun pamit pergi, tapi sebelum itu Aldric menghentikan langkah perawat tersebut.
"suster, bagaimana keadaan Istriku"
"nyonya Alana masih dalam penanganan Dokter, kemungkinan sebentar lagi selesai"
"baiklah, kalau begitu terimakasih Sus"
Perawat tersebut tersenyum mengangguk dan melanjutkan langkahnya.
__ADS_1
Semua orang tak terkecuali Aldric merasakan kelegaan dalam hati. Bersyukur Alana masih selamat. Jika Aldric mengingat ucapan Alana pada saat diperjalanan tadi sungguh membuat dirinya begitu takut kehilangan Alana.
Terdengar suara ponsel milik Davin berdering, ia pun izin pergi untuk mengangkatnya, Aldric pun mengizinkan.
Tak lama Davin kembali.
"Tuan, tadi pihak kepolisian meneleponku dan ia memintaku datang sebagai saksi"
"iya pergilah, buat dia merasakan akibatnya. Dan buat dia di hukum dengan berat" ucap Aldric yang terlihat marah
Davin membungkukkan kepalanya dan berpamitan.
"Aldric siapa yang membuat Alana seperti ini?apakah mantan kekasihmu yang model itu" tuduh Melina
"bukan Mah, dia adalah Tasya mantan kekasih ku sebelum Natalie"
"astaga Aldric, berapa mantan yang kau punya? dulu kau sempat melawan keluargamu hanya karena Natalie, dan sekarang Tasya yang berhasil melukai menantuku" ucap mamah kesal dengan kebodohan anaknya
"dengar Aldric, jika mamah mendengarmu masih berhubungan dengan para mantanmu, mamah tidak segan-segan membawa Alana jauh darimu" ancam mamah
papah pun menyetujui ucapan mamah.
"Apa yang dikatakan mamah mu benar Dric, jangan karena kau putra kami, kami menutup mata dengan kelakuanmu" ujar papah
"Baik mah, pah, aku akan ingat dengan kata-kata kalian"
"baiklah, kalau begitu mamah dan papah akan melihat putramu dulu, apa kau mau ikut?" ajak mamah
"tidak mah, kalian duluan saja, aku akan menunggu Alana hingga selesai Operasi" jawab Aldric
"baiklah, kami pergi dulu" ucap papah menepuk pelan bahu Aldric dan mereka pun meninggalkan Aldric sendirian di depan ruang Operasi Alana
...****************...
Di negara i, tepatnya di Apartemen Natalie. Kini Nicko sedang berada di sana dan menepati ucapannya.
"bagaimana tanggapanmu Natalie" tanya Nicko setelah selesai bercerita
"bagaimana apanya?"
"iish.. apa kau tidak mendengar ceritaku dengan serius?"
"aku mendengarnya, lantas apa yang mesti aku lakukan, bukankah kalian akan menikah?"
__ADS_1
"apa kau tidak merasa cemburu?"
"cemburu? apa kau bermimpi! untuk apa aku cemburu dengan dirimu"
Nicko tersenyum kecut mendengarnya, ternyata pernyataan cintanya selama ini tak berarti apa-apa dan bertepuk sebelah tangan.
"tadinya ku kira dengan pergi sementara darimu untuk memberimu waktu meyakinkan hatimu untukku. Tapi nyatanya kau tetap sama dan cintamu hanya untuk Aldric seorang meski ia sudah menjadi milik seseorang " batin Nicko
"baiklah Natalie kalau begitu aku pulang dulu, aku masih ada urusan" pamit Nicko dan keluar dari Apartemen Natalie
setelah kepergian Nicko, Natalie merosot kan tubuhnya ke lantai, ia menangis dengan keadaannya sekarang, jujur ia mulai menyukai Nicko bukan sebagai sahabat melainkan lebih. Tapi melihat Nicko begitu senang menceritakan Kylie kepadanya, ia jadi ragu akan perasaannya.
Flesbek On.
Pagi-pagi sekali Nicko mendatangi Apartemen Natalie, ia sudah sangat senang dan berharap dengan ia bercerita sebenarnya, Natalie akan menahannya untuk menikahi Kylie.
"hai.." sapa Nicko ketika Natalie membukakan pintu untuknya
"ayo masuk" ajak Natalie dan menghidangkan berbagai minuman serta pizza
sembari mereka makan, Nicko bercerita pada Natalie mengenai hubungannya dengan Kylie.
Nicko dan Kylie bertemu di sebuah acara keluarga. Saat itu Katrine yang merupakan ibu dari Kylie adalah sahabat dekat ibunya Nicko.
Singkat cerita Arinka ibunya Nicko ingin segera Nicko menikah namun Nicko tak pernah membawa teman wanitanya kerumah, dengan begitu Nyonya Arinka berniat menjodohkan anaknya dengan anak sahabatnya yaitu Kylie.
Meski usia Kylie lebih muda lima tahun dari Nicko begitu pula dengan Natalie, karena Natalie dan Nicko seumuran.
Sebelumnya Nyonya Arinka juga mengenal Natalie bahkan beberapa kali mereka bertemu namun Nicko mengatakan Natalie adalah sahabatnya dan Nicko juga bilang Natalie juga sudah mempunyai kekasih, jadilah Nyonya Arinka tak berharap lebih pada hubungan keduanya.
Flesbek Of.
kayaknya ada kesalah pahaman deh dari mereka, author mau nanya kalian mau Natalie sama babang Nicko atau suruh nyari yang lain. Komen ya... stay tuned š
gambar hanyalah ilustrasi.
š·š·š·š·š·š·š·.
Terimakasih kepada para pembaca karya My Husband Is An Adult Male...
š·š·š·š·š·š·. Salam hangat dari author
__ADS_1