
Sore hari Aldric telah sampai di kediamannya. Ia pun segera masuk ke dalam rumah.
Terasa sepi dan hening hanya terlihat Bi Nani yang tengah memasak di dapur. Bi Nani adalah pelayan yang di siapkan oleh mamah Melina untuk membantu pekerjaan rumah mereka sekaligus menemani Alana.
"Tuan sudah pulang" sapa Bi Nani ketika melihat majikannya pulang
"hmm, dimana Alana?" tanya Aldric
"nyonya sedang di atas tuan, tadi ia bilang akan mandi dulu" jawab Bi Nani
Aldric mengangguk dan melangkahkan kaki ke kamarnya, ia pun akan membersihkan diri juga.
Bi Nani pun melanjutkan tugas nya kembali memasak untuk makan malam.
Aldric kini tengah berada di kamar. Sambil menunggu Alana keluar dari kamar mandi, Ia pun melepaskan Jas sekaligus melonggarkan Dasi yang terasa tercekik di lehernya seharian. Tak lupa dua kancing atasnya ia lepaskan
__ADS_1
Ceklek.
Tak lama pintu kamar mandi pun terbuka menampilkan Alana yang memakai handuk sebatas paha dengan rambut yang basah.
Terlihat bulir-bulir air sisa mandi yang menetes. Terlihat seksi di mata Aldric.
"Om, sudah pulang?" ujar Alana yang melihat Aldric yang kini tengah memperhatikan dirinya di sofa
Aldric tidak menjawab ucapan Alana. Ia segera beranjak dari duduk-nya dan mendekati Alana dengan perlahan.
"Aku ingin dirimu malam ini" bisik Aldric kemudian menjauhkan wajahnya dari Alana. Ia pun langsung melengos pergi ke kamar mandi.
sedangkan Alana jantungnya merasa berdetak lebih kencang dari biasanya.
"apakah dia bercanda? tapi jika benar? apa yang harus aku lakukan" ucap nya sendiri. Dia pun segera memakai bajunya tak lupa menyiapkan pakain untuk suaminya. Alana pun lantas keluar kamar dan turun ke bawah membantu Bi Nani menyiapkan makan malam
__ADS_1
Sementara di kediaman kedua orang tua Alana.
Bunda dan Ayah sedang menonton TV dan Ema kini sedang berada di dalam kamar.
Ema kini sedang di atas kasur sembari memikirkan kejadian yang menimpa dirinya di sekolah.
"oh astaga, apa yang harus aku lakukan. Selama ini kita berteman aku selalu menjaga perasaan ku. Memang selama ini aku pun menyukainya!! tapi aku juga tak menyangka ia pun menyukai ku. Baiklah besok saja aku memutuskan nya" dari pada Ema pusing memikirkannya ia pun keluar dari kamarnya dan turun ke bawah menemui kedua orang tuanya.
***
Malam pun tiba.
Di kediaman Aldric mereka berdua telah selesai makan malam. Alana kini sedang membantu Bi Nani mencuci piring kotor bekas makan tadi, padahal Bi Nani melarangnya namun Alana bersi- keras membantu dan mengatakan ia tidak mau menjadi majikan yang kejam. Bi Nani sudah memasak untuk mereka padahal memang sudah tugasnya. Namun Bi Nani bersyukur memiliki majikan seperti Alana sudah cantik, baik, dan sudah ia anggap seperti anaknya sendiri. Alana pun senang ia juga sudah menganggap Bi Nani seperti Ibunya sendiri. Sedangkan Aldric sudah pergi ke lantai atas untuk menyelesaikan tugas kantornya yang belum selesai. Namun sebelum itu ia berpesan pada Alana agar menunggu dirinya di kamar memakai lingeria.
Hallo riders š bagaimana mana kabar kalian?jangan lupa dengan Vote, Like dan Coment. Biar author tambah semangat untuk up.
__ADS_1
š·š·š·.