
"Bagaimana?"
"Hah.." Alana terkejut ketika ada tangan yang memeluk pinggangnya
"Bagaimana apanya?"
"Bagaimana perasaanmu sekarang?" Aldric menelusupkan wajahnya di leher Alana
"Honey" Alana melepaskan tangan Aldric dan membalikkan badannya karena merasa geli dengan tingkah Aldric. Saat ini mereka berdua tengah menikmati angin malam di atas balkon kamar
Aldric cemberut karena Alana melepaskan tangannya. Alana mengusap pipi Aldric dan menatap matanya dalam.
"Kau semakin tampan" ucapan Alana membuat Aldric tersenyum kembali dan merasa di atas awan
"Aku memang tampan sejak lahir dan kau beruntung menikah denganku dan ketampananku pasti akan ku wariskan pada anak-anak kita "
Alana mencibir Aldric yang narsis. Namun ia juga tersenyum karena yang dikatakan suaminya memang benar. Wajah yang tampan, rahang yang tegas, hidung mancung dan alis yang tajam dengan dua orang anak menambah kesan hot Daddy padanya. Oh sungguh Alana dibuat klepek-klepek setiap kali memandang wajah tampan suaminya dan dibuat jatuh hati setiap hari karena perlakuannya.
"Kau mau tahu perasaan apa honey" tanya Alana perihal pertanyaan Aldric
"Aku mau tahu tentang perasaanmu sekarang, apa kau bahagia hidup bersamaku" tanya Aldric serius
Alana terdiam sejenak kemudian menjawabnya.
"Mmm... Honey apa kau tahu" Alana menatap Aldric yang menggelengkan kepalanya tidak tahu
Alana tersenyum dan melanjutkan ucapannya kembali.
"Dulu sekali, aku pernah berniat untuk tidak menikah seumur hidupku. Aku takut jika memiliki suami yang kasar dan tidak setia seperti pasangan-pasangan yang bercerai karena sang suami selingkuh atau kdrt dan aku tidak mau. Tanpa menikah pun aku sudah bahagia karena memiliki orang tua seperti Ayah dan Bunda yang menyayangiku dan selalu ada untukku. Kemudian saat aku menikah denganmu aku pasrah dengan kehidupanku kedepannya apalagi saat awal pernikahan. Dimana kau sangat mencintai Natalie, meski aku tahu kita menikah karena perjodohan.Tapi seiring berjalannya waktu aku merasa kau adalah anugerah yang dikirim Tuhan untuk ku. Ketakutan yang ada didalam hatiku terhapus sudah semenjak kehadiran mu meski menujumu tidaklah mudah aku harus menapaki banyak kerikil didalamnya namun kesabaran itu akhirnya berbuah manis dan aku bukan hanya bahagia tapi juga beruntung memilikimu di dalam hidupku" jawab Alana panjang lebar
"Lalu bagaimana denganmu? apa kau bahagia hidup bersamaku?" tanya Alana balik pada Aldric
bukannya menjawab pertanyaan Alana Aldric justru memeluk Alana erat.
__ADS_1
"Jika kau bahagia, maka aku jauh lebih bahagia sayang. Saat kakek menjodohkan kita aku merasa akan terbebani karena menikah dengan gadis seusia adik ku. Di mana akan banyak PR untukku bersama mu, namun nyatanya aku salah justru aku merasa kau lebih dewasa dariku. Dan aku berjanji aku akan menjadi Suami dan Ayah yang baik untukmu dan anak-anak kita kelak dan menua bersamamu bahkan maut pun tidak akan bisa memisahkan kita" jawab Aldric dengan jujur di sela pelukannya
Alana yang mendengarnya terharu dengan ucapan Aldric. Alana langsung memeluk Aldric dan menumpahkan tangisannya di dada bidang Aldric. Sementara Aldric mengusap lembut punggung Alana dan membiarkan Alana menangis sepuasnya.
"Sudah cukup?" tanya Aldric ketika Alana selesai menangis
"Ingus mu mengotori kemeja ku" goda Aldric
"Kau.." Alana hendak memukul bahu Aldric namun tertahan karena Aldric langsung memegang lengan Alana
"aku hanya bercanda" ucap Aldric kemudian langsung mencium bibir Alana dan **********
"Honey aku ingin mengunjungi makam Ayah dan Bunda" ucap Alana setelah Aldric melepaskan tautan bibirnya
Aldric mengangguk dan mencium Alana kembali. Kini tanganya sudah berkelana di tubuh Alana dan saat hasratnya semakin besar tiba tiba.
"Oeekk"
"Maaf" Alana tersenyum kemudian mendorong tubuh Aldric dari atas tubuhnya
"Hanya tinggal sedikit lagi tapi gagal" Aldric mengusap wajahnya frustasi dan menyusul Alana ke kasur
Di saat Aldric sedang menahan hasratnya lain halnya dengan Nicko dan Natalie saat ini mereka baru saja selesai ber*****.
"Astaga rasanya badanku remuk sekali" ucap Natalie
"Maafkan aku baby, entah mengapa saat berada di dekat denganmu aku langsung saja hilang kendali. Lain kali aku akan berhati-hati" jawab Nicko kemudian mengecup kening Natalie
Natalie memejamkan matanya saat bibir Nicko mengenai keningnya.
Mereka pun berpelukan dan tertidur.
...****************...
__ADS_1
Seperti yang direncanakan semalam. Alana dan Aldric bersiap pergi ke makam kedua orang tua Alana untuk berziarah.
"Edbert sayang, kau jangan nakal yah dan untuk baby Flo juga" ucap Alana pada keduanya
"Bibi jika Flo haus aku sudah menyiapkan ASI ku di dalam lemari pendingin nanti tinggal di hangat kan saja ya" ucap Alana pada Ni Ani
"Iya Non" jawab Bi Ani
"kalian jangan khawatir kami akan menjaga Tuan dan Nona muda dengan baik.Tuan dan Nona berhati-hatilah di jalan" kata Bi Nani
Alana dan Aldric pun beranjak setelah berpamitan pada kedua anak mereka. Mereka sengaja tidak membawa keduanya sebab tak akan lama juga.
Satu jam perjalanan akhirnya Alana dan Aldric sampai di makam kedua orang tuanya.
"Assalamualaikum bunda, ayah" ucap Alana dan Aldric
"Bagaimana kabar kalian? aku harap kita bisa berkumpul lagi di surga nanti"
"Aku kemari untuk memberitahu kelahiran cucu kedua kalian. Ia sangat cantik bunda seperti aku hehe. Dan sekarang Edbert juga sudah besar dan tampan seperti papah nya, ia juga sudah mulai berjalan dan berbicara...." Alana pun mulai bercerita panjang setelah itu Aldric dan Alana membaca doa dan karena awan menghitam pertanda akan turun hujan, Aldric pun mengajak Alana untuk pulang.
"Sayang sebaiknya kita pulang sekarang sepertinya akan turun hujan"
"Ayah, Bunda. Aku dan Aldric akan pulang, Nanti kita akan berziarah dan akan datang bersama cucu kalian " ucap Alana dan menaburkan bunga
mereka pun pergi meninggalkan area pemakaman.
POV Aldric: Semalam aku mendengarkan Alana bercerita banyak padaku dimulai masa kecilnya, keinginannya bahkan yang membuatku terkejut karena keinginan nya untuk tidak menikah sampai aku tahu penyebabnya, dan setelah itu ia meminta izin pada ku untuk berziarah ke makam kedua orang tuanya. Dan sebagai suami yang baik aku turut mengantarnya. Aku tahu mungkin ia merindukannya namun apa daya Bunda dan Ayah telah meninggalkan nya untuk selamanya dan aku pun memeluknya. Aku ingin menjadi sandaran untuknya, aku ingin menjadi suami sekaligus sahabat yang mengerti perasaannya. Dan hari ini kami berziarah ke makam kedua mertua ku. Sepintas aku teringat dengan kedua Mertua ku ketika mereka masih hidup dan Alana banyak bercerita juga sehingga membuatku menyesal pernah membuatnya menangis dan dimakam orang tuanya ini aku berjanji akan selalu ada untuk nya dan setia. Sampai awan terlihat mendung dan aku mengajak Alana pulang. "Ayah, Bunda aku berjanji akan menjaga dan menyangi putri kalian seperti kalian menyayanginya" batin Aldric
š·š·š·š·š·š·. Halo ada yang kangen gak sama Alana dan Aldric. Jangan lupa like vote dan coment ya biar author tambah semangat.
š·š·š·š·š·š·š·.
__ADS_1