My Husband Is An Adult Male

My Husband Is An Adult Male
84. Bonus Capter (Davin & Elena)


__ADS_3

Seperti yang sudah di sepakati, hari ini adalah hari pernikahan Davin dan Elena.


Hari yang amat membahagiakan untuk Davin, karena telah melepas masa lajangnya. Elena terlihat cantik dengan memakai gaun pengantin berwarna putih. Wajahnya yang imut membuat dirinya semakin menggemaskan seperti Barbie.


"Elena selamat ya, akhirnya kau menikah juga dengan Davin. Aku ikut senang" ucap Alana


Saat ini Alana tengah menemani Elena yang sedang di rias, sedangkan anak-anak bersama Aldric di bawah.


"Terima kasih Kak, aku juga berterima kasih pada Ka Alana yang sudah ku anggap seperti kakak sendiri" jawab Elena terharu


Alana pun memeluk Alena setelah Elena di rias.


"Jangan pernah sungkan kepadaku, kau juga sama seperti Ema bagiku"


Mereka pun melepaskan pelukannya dan Alana mengusap air mata Elena yang keluar. "Sudah jangan menangis, nanti riasan mu luntur" kata Alana tertawa Elena pun ikut tertawa mendengarnya. Sedangkan make-up yang di pakai Elena waterproof.


Terdengar suara Davin yang mengucapkan Ijab Qobul. "Kau dengar Elena, Alhamdulillah akhirnya kalian sah menjadi suami-istri" Alana kembali memeluk Elena dan mengucapkan selamat padanya


"Iya kak, Alhamdulillah" mereka berdua terharu mendengarnya apalagi Elena yang berperan menjadi pengantinnya


mereka pun keluar setelah pengantin wanita di panggil untuk turun.


Di bawah Davin begitu gugup ketika akan melantunkan Ijab Qobul. "Bagaimana? kau pasti gugup kan" bisik Aldric menertawakan Davin yang terlihat berkeringat


"Dulu kau menertawakan ku, sekarang rasakan lah yang pernah aku rasakan haha" lanjutnya


"Aduh bos diamlah, bukannya memberikan ku semangat. Kau malah membuatku semakin gugup" jawab Davin kesal


Saat Aldric akan berucap kembali, pak penghulu meminta Davin untuk bersiap ijab qobul dan menjabat paman Elena sebagai Wali nya.


Terdapat Papah Davin, Kakek Kendrick yang menjadi saksi. Tak lupa sahabat mereka pun Bryan dan Ethan beserta istrinya sudah tiba di sana.

__ADS_1


Dalam satu tarikan nafas Davin berhasil mengucap ijab qobul dengan lantang dan tegas.


"Alhamdulillah Sah" terdengar para saksi berkata sah dan kelegaan di dalam hati Davin


setelah ijab qobul terlihat Elena dan Alana turun bersama sedangkan Bibi Alena dan neneknya berada bersama mereka menyaksikan pengucapan Ijab Qobul.


Mata Davin tidak berkedip memandang sang pujaan hati halalnya.


"Bos apa aku sedang bermimpi? Rasanya ini seperti mimpi bos" Davin tak kuasa menahan air matanya yang keluar, terbiasa hidup sendiri, apapun ia lakukan dengan sendiri tanpa orang tua dan keluarga. Kini ia tak sendirian lagi, sudah ada seseorang yang akan bersamanya baik suka maupun duka.


"Selamat Dav, akhirnya kejombloan mu berakhir di pelaminan" Aldric memeluk Davin seperti seorang kakak pada adiknya, ia tahu perasaan yang di alami sekertaris sekaligus sahabatnya ini dan sudah seperti saudara baginya.


Elena telah sampai di depan Davin, Davin pun mencium kening Elena. Mereka berdua menyematkan cincin pada jari masing-masing. Semuanya mengucapkan selamat pada Elena dan Davin pengantin baru. Acara pernikahan selesai tinggal pesta dan makan-makan.


"Elena, selamat atas pernikahanmu. Jadilah istri yang patuh pada suamimu dalam kebaikan dan untuk nak Davin tuntunlah pula Alena dalam hal kebaikan. Jika dia melakukan kesalahan tegurlah secara baik-baik bukan dengan kekerasan. Nenek percaya padamu" kata Nenek Alena


"Bibi tidak akan berkata banyak, Bibi hanya menitipkan Elena pada Davin dan berdoa semoga pernikahan kalian di berkahi dengan kebahagiaan" ucap Bibi


"Paman" ucap Elena memeluk sang paman, airmata nya bercucuran


"Aku tidak akan melupakan paman, paman sudah seperti Ayahku sendiri"


"Paman, Bibi, Nenek percaya padaku. Aku tidak akan berjanji. Namun, aku akan membuktikan nya dengan tindakan. Aku akan membahagiakan Elena dengan segenap hatiku" jawab Davin dengan penuh ketegangan dalam ucapannya


semua keluarga dan sahabat yang berada di situ meneteskan air matanya haru. "Sudah-sudah, di hari bahagia ini seharusnya kita tersenyum dan mari kita memakan semua hidangan yang sudah di sediakan" ujar Mamah Melina memecah keharuan


Semuanya pun saling berpencar mencari makanan yang mereka sukai.


"Mommy, bibi Elena terlihat cantik memakai gaun itu. Aku juga ingin memakai baju seperti bibi Elena saat dewasa nanti" ucap Floretta


Saat ini mereka berempat duduk di kursi menikmati hidangan. Aldric, Alana, Edbert dan Floretta.

__ADS_1


"Kau masih kecil sudah berbicara tentang pernikahan" ujar Aldric, jiwa posesif pada putrinya keluar


"Aku kan bilang nanti Dad, setelah dewasa bukan sekarang"


"Tetap saja kau masih kecil" ucap Aldric kekeuh pada pendiriannya


"Ah Daddy tidak seru, lebih baik aku ke tempat duduk Oma" Floretta merajuk turun dari kursinya


"Aw" teriak Aldric, rupanya Floretta menginjak kaki Aldric yang terbungkus sepatu


"Anak itu.."


"Flo sayang kau mau kemana? habiskan dulu makanan mu" seru Alana namun, Floretta lebih dulu pergi ke tempat Oma, Opa dan Kakek buyutnya berada


"ini semua gara-gara Honey"


"Loh kenapa menyalahkan ku?"


"Jika Honey tak berkata seperti itu Floretta tidak akan pergi, lagi pun Floretta masih terlalu kecil untuk kau ajak serius ucapannya Honeeyyy..." Alana memanjangkan ucapannya pada Aldric


"Aw..." ringis kembali Aldric yang kakinya diinjak lagi oleh Alana dan pergi menyusul sang putri


"Nasib-nasib" ucap Aldric kemudian matanya menatap Edbert yang sedang asik memakan kue di sampingnya


"Edbert kau jangan seperti mereka, kau harus menurut pada Ayah"


Edbert mengacungkan jempolnya. "Wanita memang menyebalkan" ujar Edbert


Aldric ikut tertawa dengn ucap Edbert. Memang benar jika memiliki satu pasang anak laki-laki dan perempuan cukup menghibur bagi keduanya. Jika anak perempuan dengan ibunya dan dirinya masih punya pasukan yaitu anak laki-lakinya.


Mereka berdua pun menyusul dua wanita berarti dalam hidup mereka ke tempat orang tua dan kakeknya berada.

__ADS_1


🌷🌷🌷🌷.


__ADS_2