
Satu bulan berlalu.
Tangis duka menyelimuti Keluarga Alana. Dua orang yang berarti di dalam hidup Alana kini telah pergi untuk selama-lamanya.
"hiks, hiks. Ayah, Bunda kenapa kalian meninggalkan kami berdua. Bahkan Ema masih butuh kasih kalian, begitupun dengan diriku" tangis Alana pecah di depan tubuh kaku bunda Mira dan ayah William. Ia syok dengan kenyataan di depan matanya
Aldric yang melihat Alana tak henti menangis ketika mendengar kabar orang tuanya pun mencoba menenangkan-nya.
"sudah Alana, kau masih mempunyai diriku, Ema, papah, mamah dan Kakek" ucap Aldrik sambil mengusap pelan punggung Alana
"hiks Om, me-mereka telah pergi. Hiks meninggalkanku. Hiks bahkan mereka tidak mengatakan apapun pada..." ucap Alana terbata-bata kemudian pingsan karena kelelahan menangis
"Alana" seru Aldric kemudian membopong tubuh Alana ala bridal style ke kamar tamu yang berada di lantai bawah
mamah yang melihatnya pun ikut merasa panik kemudian beranjak mengikuti langkah Aldric.Ya , setelah mendengar kematian besannya. Melina dan Devan beserta Kendrick langsung menuju kediaman William setelah Jenazah keduanya di bawa pulang untuk di kuburkan. Sedangkan Ema kini tengah dalam keadaan kritis di rumah sakit.
Flesbek On.
Sekitar pukul dua belas siang tiba-tiba awan menjadi gelap pertanda hujan akan turun. Tak lama hujan turun dengan derasnya di sertai kilatan dan petir yang menyambar ganas.
"aw, sshh" ringis Alana ketika akan membersihkan pecahan gelas yang jatuh di tangannya
"Alana, ada apa.. astaghfirullah kau tidak papa?" ujar Bi Nani sedikit berlari mendengar teriakan majikannya dari arah dapur
Yah, Alana meminta Bi Nani untuk tidak memanggilnya Nyonya ketika mereka sedang berdua. Awalnya Bi Nani menolak, namun Alana memaksanya karena Ia sudah menganggap Bi Nani Ibunya sendiri. Bi Nani pun senang sekaligus terharu mendengarnya.
"aku tidak papa Bi, hanya saja perasaanku sedikit tidak tenang dan teringat dengan keluarga ku" ucap Alana
__ADS_1
"tidak papa bagaimana. jarimu terluka, sebentar bibi ambilkan obat dulu" ujar Bi Nani dan kembali dengan membawa kotak p3k
"sudah selesai" ucapnya setelah memberikan Betadine dan memakai-kan Alana handsaplas.
Tak lupa Alana mengucapkan terima kasih.
"oh iya mengenai perasaanmu tadi, bukankah lebih baik kau menelpon Ayah atau bunda-mu?" ujar Bi Nani memberi saran
"Oh iya, akan aku coba" ucap Alana mengambil ponselnya yang ada di dalam saku
"apa karena hujan tadi membuat sambungan dan sinyal terganggu" tanya-nya pada Bi Nani ketika panggilan ponselnya tak terhubung-hubung
"mungkin nanti aku hubungi kembali" lanjutnya
"mungkin begitu, baiklah bibi akan kembali menyelesaikan pekerjaan yang sempat tertunda tadi" ucap Bi Nani pergi dari hadapan Alana
Tak lama setelah Bi Nani pergi, ponselnya berdering dengan nomor yang tak dikenal.
Drrt.. Drrt..
"Halo" Alana
"Apa benar ini nyonya Alana" 021.....
"Iya, benar. siapa ya?" Alana
".......... " 021.....
__ADS_1
"Apa!! baiklah saya akan segera ke sana" Alana
sambungan telpon pun terputus.
Alana pun seketika lemas mendengar kabar tersebut namun ia berusaha untuk tetap tenang sebelum melihatnya langsung, ia pun menghubungi Aldric dan memintanya untuk pulang dan perg ke rumah sakit yang sudah di beritahukan tadi , bersama dirinya.
Dan menitipkan rumah pada Bi Nani.
Tiga puluh menit berlalu, kini mereka telah sampai di rumah sakit xxx. Alana sedikit berlari di lorong rumah sakit di ikuti Aldric di belakangnya. Dan menanyakan korban kecelakaan di meja resepsionis.
Namun Alana terlihat syok mendengar jawaban resepsionis bahwa nama kedua orangtuanya berada di kamar Jenazah dan adiknya sedang kritis.
Derai air mata tak mampu tertahan lagi. Melihat dua orang yang berjasa dalam hidupnya kini terbaring kaku di sebuah brankar. Alana tak bisa menahan kakinya lebih lama lagi. Ia pun terduduk dengan suara terisak. Begitu pula dengan perasaan Aldric, ketika melihat sang mertua tertidur untuk selamanya. Ia bersedih, tentua saja. Tak bisa di bayangkan perasaan istrinya. Jika ia di posisi itu pun pasti akan sama seolah-olah itu mimpi dan berharap jika terbangun dalam keadaaan baik-baik saja.
Flesbek Of.
š·š·š·š·š·š·.
Hai riders š.
Jangan lupa vote, like, and Coment.
Biar author tambah semangat.
...ā¦Ī©ā¦ā¦Ī©ā¦ā¦Ī©ā¦ā¦Ī©ā¦ā¦Ī©ā¦ā¦...
Tinggal hitung hari menuju Hari Raya Idul Fitri.
__ADS_1
Author mengucapkan Minalaidzin walfaidzin Mohon maaf lahir batin šš. Bagi yang merayakan