My Husband Is An Adult Male

My Husband Is An Adult Male
29.


__ADS_3

Sore hari telah tiba, saatnya Aldric pulang dari kantor.


Sungguh hari yang melelahkan untuknya. Tasya yang tiba-tiba datang ke kantornya merusak suasana hati dan mood nya. Tasya yang tidak ingin pulang, terpaksa ia seret keluar dengan menyuruh Satpam.


Setelah ucapan Aldric tadi, Tasya langsung meminta maaf dengan bersujud di kaki Aldric.


"Baby" ucapnya dengan nada memelas


"Jangan panggil aku seperti itu, aku bukan siapa -siapa dirimu" Teriak Aldric marah mencela ucapan Tasya


"Baiklah, tolong maafkan aku Aldric. Aku akan memperbaiki kesalahanku dan akan kembali padamu. Kita mulai dari awal" ucap Tasya sambil memeluk kaki Aldric


Aldric yang risih segera melepaskan dirinya dari jeratan Tasya.


"Aku sudah memperingati dirimu, jangan pernah menyentuh diriku. Cepat pergi dari sini atau ku panggilkan Satpam untuk menyeretmu pergi dari sini" seru Aldric sambil melepaskan pelukan Tasya dari kakinya


"Tidak, aku tidak mau. Aldric aku tidak punya siapa-siapa disini selain dirimu" jawab Tasya sambil menangis penuh iba


Aldric yang terlanjur marah tak mengindahkan ucapan Tasya dan segera menelpon Satpam.


"Datanglah kemari dan bawa wanita ini pergi dari ruanganku" ucap Aldric langsung memutus sambungan telponnya

__ADS_1


sementara Tasya masih berada di kaki Aldric. Tak lama Satpam pun datang dan segera membawa Tasya. Tasya yang tidak mau, meronta-ronta dan berteriak memanggil Aldric.


"Aldric, kumohon jangan lakukan ini, Aldric, Al.." ucapan Tasya perlahan hilang seiring dengan dirinya yang perlahan menjauh dari ruangan tersebut


Aldric menghela nafas lega, dirinya segera membereskan pekerjaannya dan ingin segera pulang menemui istrinya dan calon anaknya.


...****************...


Kembali pada suasana saat ini, Aldric telah pulang dan disambut oleh wanita yang kini dengan perut besarnya.


Pelukan hangat dari kekasih halalnya mampu membuat letihnya hilang seketika.


"Aku baik-baik saja, biarkan begini untuk sejenak" jawab Aldric yang masih memeluk Alana


setelah Aldric puas memeluk Alana ia pun menyapa putranya yang ada diperut Alana.


Yah, setelah di periksa ternyata Alana tengah mengandung anak laki-laki. Betapa bahagia diri Aldric setelah mendengar penjelasan Dokter tersebut.


"Halo boy, bagaimana kabarmu? apa kau merepotkan mamahmu" tanyanya sambil mengelus perut Alana yang besar lalu mnciumnya.


"Kabarku baik papah, hari ini aku tidak merepotkan mamah. Tapi tidak tau kalau malam mungkin aku akan merepotkan papah" jawab Alana menirukan suara anak kecil

__ADS_1


"Oh begitu, baiklah. Papa akan senang hati menuruti permintaanmu" kemudian mencium pipi Alana dengan bertubi-tubi


Alana tertawa mendengar jawaban Aldric, memang benar setiap malam Alana selalu meminta sesuatu pada Aldric, bukan makanan melainkan Aldric lah yang menjadi objek ngidam Alana.


Mereka pun masuk ke dalam rumah, sembari Aldric merangkul Alana.


Di lain tempat, seorang wanita telah menghancurkan barang-barangnya.


"Seharusnya aku yang disamping dirinya bukan kau" teriak nya sambil menunjuk foto seorang wanita yang berada di samping dirinya yang sama-sama tersenyum ceria


Yah, kini Alana tengah mengamuk di dalam Apertemen miliknya. Bukannya merenung ia malah menyalahkan keadaan dan orang-orang yang terlibat dengan masa lalunya dengan Aldric. Dan foto yang ditunjuk oleh Tasya adalah Natalie yang sedang tersenyum sambil merangkul dirinya di foto tersebut.


"Baiklah, jika aku tidak bisa memiliki dirinya kembali. Maka, tidak ada juga yang boleh memiliki Aldric, apalagi kau" ucapnya tersenyum sinis kemudian membakar foto tersebut.


🌷🌷🌷🌷🌷.


Hay riders tercinta, jangan lupa like, vote dan coment.


Lanjut nanti malam ya.....


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


__ADS_2