My Husband Is An Adult Male

My Husband Is An Adult Male
79. Mengunjungi Kantor


__ADS_3

"Wah... Mamah ini harum sekali" Edbert tampak berbinar ketika kue hasil buatannya dengan sang Bunda tercium harum dan terlihat lezat


"tentulah, siapa dulu dong yang buat" ucap Alana sambil mencolek hidung Edbert


"Edbert dan Mamah" ucap Edbert menampilkan giginya


Alana pun memotong Kue tersebut menjadi beberapa bagian untuk di bagikan kepada pelayan dan untuk ia bawa ke kantor Aldric.


"Sayang tolong panggilkan Bi Nani"


"baik Mah"


Tak lama Bi Nani pun datang sendiri" Ada apa Alana?"


"Bi coba deh rasain Kue buatan Alana" ucap Alana menawarkan kue buatannya


Bibi pun mengambil potongan Kue tersebut dan memakannya.


"mmm..... Baru kali ini Bibi mencicipi Kue seenak ini, Tuan pasti menyukainya" ucap Bibi memberi pujian


"Bibi bisa saja, nanti Alana bisa terbang jika Bibi memuji Alana seperti itu"


"hehe kan memang benar.... "


Alana tertawa mendengar jawaban Bi Nani.


"kalau begitu Alana minta tolong Bibi untuk membagikan Kue ini untuk para pekerja lainnya karena Alana akan bersiap-siap untuk ke kantor Aldric"


"oh Kau akan pergi ke kantor?" tanya bibi


"iya. Aldric bilang ia agak lelah hari ini, aku takut Aldric sakit jadi aku berniat akan membawanya makan siang"


"Baiklah kalau begitu, semoga tuan baik-baik saja"


"terimakasih bibi" Bibi pun tersenyum dan kemudian pamit pergi


Alana pun meminta Bi Lita untuk memandikan Floretta, sedangkan Edbert sudah mulai mandiri dan bersiap-siap sendiri, begitupun dirinya yang segera bersiap setelah menyiapkan bekal yang akan di bawa.


Alana dan anak-anak pun pergi bersama supir.


Di kantor Aldric terlihat menunggu kedatangan mereka. Tinggal tiga puluh menit menuju makan siang.


"Davin hari ini kau makan siang lah sendiri, Sebab aku akan makan siang bersama Alana di sini" ujar Aldric


Davin yang tahu mereka butuh waktu berduaan pun menganggukkan kepalanya. "Baik Bos"


Di bawah, Alana sudah sampai kantor Aldric. Ketika ia masuk Resepsionis dan para Staf yang di lalui nya terlihat menunduk hormat, Alana pun tersenyum dan mengangguk.


Kedatangan Alana selalu di senangi oleh mereka, selain cantik Alana juga terkenal ramah, karena itu mereka menyukai Istri sang Bos.

__ADS_1


Saat akan menaiki Lift Alana berpapasan dengan Sekertaris Aldric di kantor.


"Siang Nyonya" sapanya pada Alana


"siang Mery" Alana menjawab sapaan Mery sambil tersenyum


"Halo Edbert.." ucap nya juga pada Edbert


"Halo juga Om" jawab Edbert pada Mery sambil tersenyum.


"Kau dan Flo sudah besar ya!" kata Mery sambil menyentuhnya pipi Floretta yang chuby


"tentu saja om" ucap Alana menirukan


"Mery, apa Aldric ada di dalam?" tanya Alana pada Mery


"Tuan sudah menunggu di dalam dari tadi Nyonya" jawab Mery. Sebab Aldric sudah menginformasikan padanya akan kedatangan Alana


"baiklah kalau begitu aku akan menemuinya sekarang"


"silahkan Nyonya"


"sampai jumpa om" ucap Edbert ketika sudah masuk ke dalam Lift


Mery pun tersenyum dan ikut melambaikan tangannya pada Edbert.


Aldric pun langsung menyambut Edbert dengan pelukan lalu menciumnya.


"apa kau sakit?..." ucap Alana sambil memegang kening Aldric setelah menaruh bekal makannya di atas Meja Aldric


"Sayang..." ujar Aldric mengalihkan pertanyaan Alana lalu mencium Alana dan Baby Flo yang berada di gendongan Alana


Edbert pun meminta Aldric untuk menurunkannya dan kini Baby Flo beralih pada gendongan Aldric.


Aldric mengajak Alana dan Edbert untuk pergi ke ruangan pribadinya yang terdapat banyak mainan yang sudah di persiapkan Aldric jika anak-anaknya datang ke kantor.


"Honey...." desah Alana ketika Aldric mengabaikan pertanyaan


"aku tidak papa sayang, hanya sedikit lelah saja dan sekarang aku sudah merasa baik-baik saja saat kau datang" ucap Aldric supaya Alana tidak khawatir padanya


Alana mendesah pelan mendengar jawaban Aldric, ia tahu pasti Aldric sudah berbohong agar dirinya tidak terlalu khawatir.


"Baiklah kalau begitu segeralah makan makan siang mu honey" ucap Alana pada Aldric yang asik bermain dengan Flo dan Edbert di atas karpet


"Honey kemarilah" ucap Alana yang duduk di sofa dan membuka kotak bekal


Alana pun menyiapkan makanan tersebut, dimana membuat Aldric berselera.


"Sayang apa kau yang masak semua ini?"

__ADS_1


"bukan, ini Bibi yang masak aku dan Edbert sibuk membuat Kue jadi tak sempat memasak. Tidak papa kan?"


"Tidak, memangnya kenapa? Lain kali tidak papa Bibi yang memasak kau jangan terlalu lelah"


Alana tersipu malu mendengar perhatian Aldric dan mencium pipi Aldric.


"Baiklah suamiku... Cup"


Aldric membalas Alana dengan ******* di bibirnya.


"Hmphh..."


Alana memukul pelan pundak Aldric ketika mereka menghentikan ciumannya.


"Jangan terlalu agresif Om, ada anak-anak"


Aldric terkekeh mendengar jawaban Alana. Entahlah jika bersama dengan Alana dirinya merasa dunia milik berdua.


"Sudahlah lebih baik aku menemani anak-anak bermain" saat Alana berdiri Aldric menahan tangannya


"suapi aku" ucapnya memelas


"tapi.."


"biarkan anak-anak bermain, kau suapi aku" sela Aldric


Mau tak mau Alana menuruti permintaan Aldric. Alana pun mencuci tangannya dan duduk kembali di sofa. Ia pun menyuapi Aldric, Aldric terlihat lahap di suapi oleh Alana. Sementara anak-anak tengah asik bermain di atas karpet bulu.


*****


Siang berganti sore hari kini Alana dan anak-anak akan pulang. Tadinya mereka akan pulang bersama namun ternyata Aldric harus lembur.


"Sudah jangan menampilkan ekspresi seperti itu Honey" ucap Alana ketika melihat Aldric tak bersemangat


"apa kau ingin aku dan anak-anak menemanimu sampai malam?"


"bukan begitu, baiklah kau berhati-hatilah di jalan. Bilang pada pak Roy untuk membawa mobilnya perlahan dan jangan lupa hubungi aku ketika sudah sampai"


Alana mengaguk. "Iya Honeey...."


Aldric pun mencium Edbert dan Floretta, tak lupa mencium bibir Alana singkat.


"Davin aku titip Aldric padamu, jangan sampai kalian kelelahan" ucap Alana


"Baik Alana" jawab Davin patuh


Alana pun pulang tanpa di antar Aldric ke bawah.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷. Hai Readers Maafken author yah sekarang jarang Up, dikarenakan author suka hilang ide dan gak tau mau nulis apa 😭 buat kalian boleh kok ngasih pendapat atau masukan kalau alur nya gak nyambung atau terlihat monoton. Jangan lupa like vote dan coment biar author tambah semangat šŸ¤—šŸ¤—šŸ¤—.

__ADS_1


__ADS_2