My Husband Is An Adult Male

My Husband Is An Adult Male
58. kekesalan Aldric


__ADS_3

Ada yang kangen gak nih sama cerita mereka?


Happy Reading!!!


🌷🌷🌷🌷.


Pagi hari di kediaman Hugo, terlihat mereka sedang menikmati sarapan pagi.


"Alana sayang, kenapa wajah suamimu terlihat murung" tanya mamah pada Alana


Aldric terlihat diam saja mendengar ucapan sang mamah.


"biasa mah, sekarang kan sudah jadi ayah. Om Aldric merasa tersaingi oleh bayi kecil kami" jawab Alana dengan senyum tanpa dosa di wajahnya di wajahnya


sementara Aldric masih tetap diam, percuma dijelaskan pun pastinya dirinya akan menjadi bahan tertawaan orangtua dan kakeknya. Dirinya kesal lantaran tantangan yang diberikan Alana yang tidak memperbolehkan dirinya menyentuh selama lima bulan ke depan.


"Aldric, Aldric. Kau ini sudah dewasa jangan merasa tersaingi dengan putramu. Bukankah kau sendiri yang ingin memiliki bayi. Jadi nikmati konsekuensinya" ucap papah memberikan nasihat sekaligus meledek


Papah teringat akan dirinya sewaktu berada di posisi Aldric, dimana kelahiran putra semata wayangnya itu. Dibalik kebahagiaannya memiliki sang putra ada kekesalan ketika momen berduaan dengan sang istri terganggu dan harus membagi perhatian mamah Melina dengan Aldric kecil.Tapi meski begitu kebahagiaan yang di rasakan lebih besar dari rasa cemburunya itu.


Mereka telah selesai sarapan, papah telah berangkat terlebih dulu bersama mamah yang ikut menumpang karena ada urusan. Kakek sudah ke kamarnya.Tersisa Alana dan Aldric yang juga akan pergi ke kantor. Dan Edbert yang masih tidur nyenyak di kamar


"Sudah, jangan cemberut lagi nanti gantengnya hilang" ucap Alana sambil memberikan hadiah berupa kecupan di pipi sang suami

__ADS_1


mau tak mau Aldric yang sedang kesal seketika tersenyum mendapat ciuman tiba tiba dari Alana.


"Jika kau tidak mau membuatku kesal kau juga harus memberikan ku hadiah di sini" tawarnya menunjuk bibirnya sendiri


Alana mencibirkan bibirnya, tapi ia tetap melakukan perintah Aldric. Kesempatan itu Aldric gunakan untuk memegang tengkuk Alana. Lama mereka berciuman, Alana melepaskan dirinya ketika merasa kehabisan nafas.


"Om.." ucapnya mencubit perut Aldric


"aw.."


"om mau membenuhku ya?" ucap Alana lagi


Aldric tertawa mendengar ucapan Alana.


"Baiklah pria tua ku yang juga tersayang, hati-hati di jalan semoga pekerjaan mu dikantor dimudahkan ingat istri dan anak dirumah, jangan melirik wanita manapun" pesan Alana dengan sungguh sungguh


sedangkan Aldric kembali tertawa mendengar kata "pria tua".....


"Baiklah, pria tua ini akan selalu setia dan tidak melirik wanita manapun" janji Aldric


Alana tersenyum dan memeluk Aldric. Setelah drama pamitan mereka. Aldric pun pergi ke kantornya, dan Alana masuk ke dalam.


Di dalam kamar, Edbert masih tidur. Alana yang bosan pun membuka hp nya. Baru beberapa menit suaminya pergi. Namun sebuah notifikasi membuatnya semakin bahagia karena Aldric mengirimkan pesan singkat padanya.

__ADS_1


My Husband šŸ’‹: Alana nanti siang datanglah bersama Edbert ke kantor membawakan makan siang.


Alana tersenyum membacanya, namun ia ingin menggodanya sedikit.


Ting. Pesan terbalas


Aldric membuka balasan dari Alana.


My little wife ā¤ļø: "Mmm..... bagaimana ya? hari ini aku malas jika harus keluar rumah, bukankah kantormu dekat dengan restoran?


My Husband šŸ’‹: "Ayolah sayang, aku ingin sekali memakan masakanmu šŸ˜”, supir kantor akan menjemputmu


My little wife ā¤ļø: tapi aku memang benar benar malas untuk keluar rumah... begini saja aku akan memasak dan pak Roy (supir kantor) kau suruh ambil kemari. Bagaimana?


tak ada balasan dari Aldric, sepertinya suaminya itu benar benar marah padanya. Alana terkekeh geli membayangkannya.


Edbert terbangun dari tidurnya, Alana segera mengambilnya dari boks bayi.


"Oh sayang, anak mamah sudah bangun yah. Hari ini kita akan ke kantor papah, membawakan makan siang untuknya" ucapnya mengajak Edbert mengobrol sambil memberinya ASI.


Setelah memberikan Edbert ASI, Alana langsung memandikannya.


🌷🌷🌷🌷.

__ADS_1


__ADS_2