My Husband Is An Adult Male

My Husband Is An Adult Male
83. Bonus Capter


__ADS_3

Seperti yang sudah direncanakan, mumpung hari minggu Aldric dan anak-anak libur. Mereka memutuskan menjenguk sang Kakek, pria paruh baya yang sangat Aldric sayangi dan karena desakannya juga Aldric bisa menikah dengan Alana.


"Mommy ayo cepat" teriak Floretta yang sudah tidak sabar bertemu Oma, Opa dan Kakek buyutnya.


Mereka bertiga sudah berada di dalam mobil, tinggal menunggu Alana saja.


Kedua pria berbeda usia itu terpesona dengan kedatangan Alana begitupun Floretta yang dari tadi mendumel lantaran lama bersiap-siap.


"Maafkan Mommy sayang tadi mommy lama karena mengganti Dres yang cocok untuk di pakai" ucap Alana sambil masuk ke dalam mobil.


"Lah, kenapa kalian melihat Mommy seperti itu? Apa ada sesuatu di wajah Mommy?" tanya Alana melihat mereka diam sambil menatapnya seorang diri, Alana pun segera melihat kaca spion untuk melihat penampilannya.


Aldric menggelengkan kepalanya. "Tidak, kau terlihat sangat cantik sayang dan terlihat muda"


"Benar Mah, jika Flo dan Mamah berjalan sepertinya kalian berdua terlihat seperti adik dan kakak, bukan Ibu dan Anak" jawab Edbert


"Iya Mom, bahkan Mommy dan Daddy seperti kakak beradik. Ups..." celetuk Floretta yang berada di kursi belakang dan langsung menutup mulutnya dengan tangan mungilnya


"Floretta...." seru Aldric melototkan matanya


"sudah-sudah lebih baik kita segera berangkat, takutnya Kakek menunggu lama karena kita akan mampir ke toko Kue terlebih dulu"


"Honey nanti kita mampir dulu ke Toko Kue yang biasa kita membelinya" tambah Alana


Sementara Edbert sedari tadi tertawa melihat pertengkaran Ayah dan adiknya. Ayahnya dan sang adik memang selalu saling usil.


Di balik sifat manja dan kedekatan keduanya bagai lem, tak jarang Floretta menggoda sang Daddy dengan mengatakan sang Daddy yang terlihat seperti seorang kakak untuk Mommy-nya dan Aldric berpura-pura mengancam memotong uang sakunya dan Floretta pun mengeluarkan senjata ampuhnya yaitu air mata bak anak kucing yang menggemaskan, Aldric pun akan luluh ketika melihat putrinya menangis namun dibalik keusilan keduanya tersimpan rasa sayang yang amat besar.


Aldric memutuskan tidak membawa supir dan mengendarai mobilnya sendiri karena ingin menghabiskan waktu bersama keluarga kecilnya. Alana duduk di samping kemudi dan anak-anak duduk di belakang. Aldric pun melajukan mobilnya.


"Sayang, apa kalian ingin membeli sesuatu?" tanya Alana di tengah perjalanan


"Honey juga?..." tambahnya


"Mom aku ingin Rainbow cake kesukaan ku"


"kalau aku kue coklat Mah"


"kalau Honey?" tanyanya pada Aldric


"aku samakan dengan Edbert saja"


Alana mengiyakan permintaan mereka.


Tak lama mobil yang di kendarai mereka perlahan berhenti di depan Toko Kue "Cake and Sweet"


"Kalian tunggu disini, mamah tidak akan lama"


Mereka pun menurut pada Alana


20 menit kemudian Alana datang dengan membawa bungkusan Kue.


"Sudah selesai?"


"sudah"


******


Sekitar 30 menit mereka sampai di Mension.


"Oma, Opa, Kakek" kedua bocah tersebut pun segera turun dari mobil dan berlari ke dalam Mension


"Sayang hati-hati"


"Sayang Oma kangen sekali...." terdengar suara Mamah Melina dari dalam


"Assalamualaikum Mah" ucap Alana dan Aldric lalu memeluk Mamah


"Wa'alaikumsalam, sayang. Seharusnya kau tidak usah repot-repot membawa sesuatu" jawab mamah setelah mereka melepaskan pelukannya


"Tidak Mah, aku hanya membawa Kue kesukaan Mamah, Papah dan Kekek dan ada Kue titipan anak-anak dan Aldric juga"


"Kau memang menantu, istri serta ibu yang baik" puji mamah sambil memeluk kembali sang menantu, tentu Alana tersipu malu di sanjung seperti itu


"Ngomong-ngomong Papah dan Kakek dimana Mah?" tanya Aldric

__ADS_1


"Papah mu sedang ada keperluan di luar sedangkan Kakek mu sedang berada di kamarnya"


"Oma, aku ingin bertemu Kakek buyut" ucap Floretta dan di angguki Edbert


"Ah sayang, kau langsung saja masuk ke kamarnya. Pasti Kakek buyut sangat senang cicit nya yang tampan dan cantik ini mengunjunginya" ucap Mamah Melina


Kedua bocah tersebut pun segera pergi ke kamar Kakek Kendrick setelah izin pada kedua orangtuanya.


Mamah pun segera mengajak Alana dan Aldric duduk di sofa sambil menunggu Kakek turun. Dan meminta pelayan menyiapkan minum serta makanan untuk cemilan.


"Pelayan tolong siapkan minum dan cemilan untuk menantu dan putraku, oh iya ambil juga ini dan siapkan di piring" titah mamah sambil memberikan bingkisan yang di bawa Alana




"Alana, Aldric" ujar Kakek turun dari tangga bersama anak-anak


"Kakek..." Alana bangkit dari duduknya menghampiri dan memeluk kakek, begitupun dengan Aldric


"Bagaimana kabar Kakek?"


"Kabar ku baik, aku senang sekali kalian berkunjung kemari"


"Maafkan aku kek, sebab karena kesibukanku kami jarang berkunjung"


"Tidak papa, kakek paham. Kau pasti sibuk karena kau juga, perusahaan kita semakin terkenal di seluruh penjuru dunia" jawab Kakek memaklumi


memang benar kini perusahaan milik keluarga Hugo bukan hanya terkenal di Benua Asia, juga merambah ke Benua Eropa.


Lama berbincang dan melepas rindu. Kini waktunya makan siang dan Papah Devan juga sudah pulang dari keperluannya.


"Ayo-Ayo kita makan bersama, sudah lama rasanya kita tidak makan bersama seperti ini. Lain kali kalian harus mengosongkan jadwal kalian" seru mamah


Mereka semua pun segera ke meja makan dan duduk di bangku masing-masing.


"Mamah benar, bagaimana nanti kita adakan acara baberqiu. Aku juga akan mengajak sahabatku dan Davin. Alana kau juga ajak Ema dan Bi Lili. Kita akan berkumpul di Mension saja"


"Iya Mamah setuju" saut Mamah


"Yey... Kita akan me time belsama" sorak Floretta senang


"Floretta jangan berteriak seperti itu nanti kau tersedak"


"Oke Mom, hehe"


"Mom aku ingin paha Ayam nya lagi, bolehkan?"


"Makanlah sepuasmu sayang, jangankan satu kau mau sepuluh pun ambil. Oma akan bilang pada Bibi untuk memasak lagi untukmu jika kurang"


"Terima kasih Oma. Tidak usah ini saja cukup"


"Kak Edbert tolong ambilkan paha Ayam di depan mu" ucap Floretta


Floretta duduk di dekat sang Kakek sedangkan Edbert duduk bersebelahan dengan papah Devan dan Ayam tersebut berada di dekat Edbert.


Edbert pun mengambilkannya.


"Terima kasih"


"Sama-sama"


Mereka senang melihat cucu mereka makan dengan lahap.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pukul 2 sore. Aldric dan Alana memutuskan untuk pulang.


"Sayang hati-hati di perjalanan. Dan Alana sering-sering lah kesini bersama anak-anak meski Aldric sibuk. Supir Mension akan menjemput kalian"


"Jika Alana kemari, aku bagaimana Mah?"


"Astaga, anak ini. Istrimu hanya main kerumah orang tuamu bukan pergi meninggalkan mu"


"Biasa Oma, Daddy memang posesif pada Mommy" ujar Floretta tertawa dan langsung bersembunyi di belakang Alana

__ADS_1


"Flo...."


"Sudahlah yang dikatakan putrimu memang benar" jawab Mamah membela Floretta


"Baiklah, kalau begitu kami pulang dulu" Aldric pun pamit bersama Alana dan anak-anak


"Iya, berhati-hatilah di jalan"


"Hmm"


"Dadah Oma, Opa, Kakek" ucap Edbert dan Floretta setelah Aldric melajukan mobilnya


"Dadah. Muach..." Floretta memberikan kis bay


di perjalanan.


"Sayang bagaimana jika kita pergi ke Pantai?" Aldric bertanya pada Alana


"Boleh, lagi pun akhir-akhir ini kau selalu sibuk. Mumpung ada waktu"


Aldric memegang tangan Alana dan menciumnya. "Maafkan aku sayang, secepatnya aku selesaikan pekerjaanku dan kita akan berlibur ke luar negeri, bagaimana anak-anak?"


"Asik, aku mau Pah. Aku ingin bermain bola Salju" seru Flo gembira


"Bagaimana denganmu Edbert?"


"Aku ikut bagaimana Flo saja Pah" jawab Edbert yang tidak mau ribet


Aldric dan Alana tersenyum. Edbert memang lebih kalem dibanding saudara perempuannya Floretta.


Tak terasa mereka sampai di Pantai.



"Wah indah sekali" kagum Floretta dan Alana


Karena tidak membawa baju ganti lantaran mendadak, mereka memutuskan untuk membeli pakaian terlebih dahulu.


"Kak Edbert, ayo kita membuat Istana pasir, Daddy, Mommy"


"Baiklah, ayo.."


Mereka menghabiskan waktu bersama seharian ini.


...----------------...


"Honey terima kasih atas hari ini" kata Alana saat Aldric keluar dari kamar mandi


Mereka sudah pulang saat sore hari dan sampai rumah pukul 7. Anak-anak sudah tidur di kamarnya. Sedangkan Alana sudah mandi terlebih dahulu dan tiduran di atas kasur, di susul Aldric mandi.


Aldric menghampiri Alana yang tengah berbaring di atas kasur. "Sama-sama sayang, apapun yang kau inginkan akan aku berikan. Tapi aku tidak mau hanya ucapan terima kasih saja"


Alana mengerutkan keningnya. "Lantas? Aku tidak memiliki banyak uang sebagai imbalan karena kau sudah memilikinya dan uang yang aku punya itu darimu"


Aldric menampilkan wajah cemberut. "Bukan itu maksudku... Bagaimana kalau kita buat adik untuk mereka berdua"


"Mereka sudah cukup besar untuk punya adik" lanjutnya


Alana terdiam sambil berfikir. Saat Flo berusia dua tahun mereka sepakat untuk tidak memiliki anak lagi, karena dua saja sudah cukup. Lalu tiba-tiba Aldric memintanya untuk kembali hamil?.


"Apa alasan mu ingin memiliki adik untuk Flo dan Edbert Honey? Bukankah kau tidak ingin memiliki anak lagi dan cukup mereka berdua?"


Aldric memegang bahu Alana dan membantunya untuk duduk, kini mereka saling berhadapan.


"Sayang, aku masih ingat saat kita berbicara tentang itu. Tapi saat usia Floretta dan Edbert bertambah aku berfikir ingin memberikan mereka adik.. Bagaimana apa kau mau?" wajah Aldric terlihat memelas


Alana terdiam menatap wajah Aldric. Dan "baiklah. Aku mau, lagi pula usia mereka sudah cukup memiliki adik" Alana menganggukkan kepalanya dan membuat Aldric bersorak senang


Awalnya ia mengira akan susah membujuk Alana, tapi nyatanya Alana mengiyakan permintaannya.


Aldric langsung saja mencium bibir Alana, Alana pun membalasnya dan terjadilah pembuatan sang cabang bayi 🤭🤭....


🌷🌷🌷🌷🌷🌷.


Bagaimana ni riders? Suka gak part nya panjang 🤣... Author kasih Bonus Capter banyak, rasanya belum bisa Move on sama Alana dan Aldric 😆 Kalau riders masih kangen gak sama mereka?😁😁

__ADS_1


__ADS_2