My Husband Is An Adult Male

My Husband Is An Adult Male
34.


__ADS_3

Alana telah keluar dari kamar mandi menggunakan Bathrobe dengan perut besarnya.


Sedangkan Aldric sudah siap dengan pakaian kasualnya. Aldric membantu Alana memilih pakaian untuk Alana.


"Terima kasih" ucap Alana


"hmmm"


kini mereka telah siap untuk pergi makan malam di luar.


Setengah jam perjalanan. Akhirnya mereka sampai di Restoran. Alana bergumam ketika melihat Restoran tersebut sepi pengunjung.


"Kenapa sepi sekali, apa Restorannya tutup"


"Bukan tutup, tapi mungkin mereka bosan makan di sini" jawab Aldric


Alana mencibirkan bibirnya mendengar jawaban Aldric, mana mungkin orang akan bosan makan di tempat yang dijamin rasanya sangat enak dan di masak para koki handal.


Namun Alana tak memperdulikan itu, bukankah jika sepi itu lebih baik dengan begitu ia akan makan dengan tenang tanpa kebisingan. Dan serasa Restoran sendiri. xixi


Tanpa Alana tau memang Restoran ini termasuk aset keluarga Hugo. Dan Aldric meminta mereka untuk mengosongkannya, karena ia akan membuat kejutan dan mengutarakan perasaannya.


Yah, setelah Aldric merenungi ucapan Natalie ternyata memang benar selama ini ia telah jatuh hati pada istrinya namun ia masih belum menyadarinya, maka dari itu ia akan mengungkapkan nya malam ini.


Flesbek On.


"Aldric aku harap kau bahagia bersama alana dan kau sudah jatuh hati padanya, dan mungkin perasaan mu selama ini padaku hanya rasa nyaman karena perlakuan ku" ucap Natalie pada saat pertemuan mereka di Taman


Flesbek Of.

__ADS_1


Mereka pun masuk ke dalam Restoran tersebut dan segera memesan makan.


"Om, aku ingin cumi bakar ya" pinta Alana ketika Aldric memegang buku menu


"baiklah"


sang Waiters menulis apa yang mereka pesan.


Sembari pelayan membawakan, Aldric dan Alana berbincang.


"Om, besok aku izin keluar ya"


"keluar kemana" tangan Aldric yang sedang mengusap perut Alana terhenti ketika mendengar ucapan Alana


"mmm.... aku akan bertemu temanku" kata Alana mencari alasan


"bukannya besok kau akan pergi ke rumah sakit?"


"oh, yasudah. Apa perlu ku antar ?"


"ti-tidak usah, aku bisa sendiri, Om pergi ke kantor saja"


Aldric pun mengangguk kepalanya, tak lama para pelayan pun membawakan pesanan mereka.


*****


Di Rumah sakit tempat Ema.


Rania dan Aldo sedang berada di sana, sehabis pulang sekolah mereka menyempatkan diri berkunjung, dari pukul dua sore sampai sekarang masih berada disana dengan masih memakai seragam sekolah.

__ADS_1


"Ema, sebentar lagi kita akan mengadakan kelulusan, aku harap kau sudah terbangun dari tidur panjang mu" ucap Aldo


"Ema pasti bisa ikut, bukankah dia bilang jika nanti acara kelulusan dia akan tampil paling cantik, dan Ema kita tidak pernah berbohong" ucap Rania sambil mengusap air matanya yang keluar dan mencoba tersenyum menghibur Aldo


Telpon Aldo berdering, ternyata sang Mamah yang menelepon meminta untuk segera pulang.


"Baik Mah, aku akan segera pulang" Aldo pun segera mematikan sambungan telponnya


"Rania, Mamah meminta ku untuk segera pulang, kau ingin pulang bersama atau tidak"


Rania melihat jam di tangannya, jam menunjukkan pukul setengah sembilan malam.


"sekarang sudah pukul setengah sembilan, baiklah aku akan ikut pulang bersamamu"


mereka pun berpamitan pada Ema yang masih dalam keadaan koma.


"Ema, kami pamit pulang dulu. Lain kali kami kesini lagi" ucap Aldo


"Ema, semoga kau cepat sadar dan sembuh. Dan kita bisa berkumpul lagi" ucap Rania


Kini Aldric dan Alana tengah menikmati makan malam mereka. Setelah selesai makan, Aldric membuat kejutan dengan membawa Alana ke sebuah ruangan yang masih berada di restoran tersebut dengan menutup mata Alana dengan sebuah kain.


"Om, kita mau kemana?" tanya Alana ketika Aldric menuntunnya berjalan


"kau akan tau nanti" jawab Aldric yang masih membantu Alana berjalan dengan hati-hati


mereka pun pergi ke lantai atas menggunakan sebuah lift khusus tuan pemilik restoran.


🌷🌷🌷

__ADS_1



__ADS_2