My Husband Is An Adult Male

My Husband Is An Adult Male
43.


__ADS_3

Lanjut lah masa enggak!!!


benar gak readers?...


🌷🌷🌷🌷🌷.


Di kediaman Nicko, sang ibu heboh ingin segera menikahkan sang anak yang berusia kepala dua.


"Icko, mamah gak mau tau pokoknya kamu harus segera menikah dengan Kylie. Minggu depan kalian tuunangaan. titik" ujar sang mamah


Icko panggilan sayang Arinka pada sang anak.


"Mamah apa-apaan sih, kita baru saja berkenalan, Icko belum terlalu mengenal baik Kylie"


"sayang, mamah mengenal baik ibunya Kylie, pasti ia sama baiknya dengan Katrine. Dan Kamu..." belum sempat Arinka menyelesaikan ucapannya, Nicko sudah lebih kabur ke kamarnya


"sayang.... hei... sayang, dengarkan mamah dulu..."


"ck.. anak itu"


"apa yang papah bilang mah, biarkan anak kita memilih jalannya sendiri dalam mencari pasangan hidup" ujar papah Ashley, ayah Nicko


"tapi pah, mamah sudah beberapa kali bilang pada Nicko untuk membawa teman wanitanya untuk di kenalkan pada kita, namun dia tidak pernah mengenalkannya pada kita, mamah khawatir ia belok pah. Bahkan teman-teman mamah sudah punya cucu bahkan sebentar lagi ada yang akan punya cucu dua" mamah memijat keningnya yang terasa pusing melihat sang anak yang ia khawatirkan akan berbelok dalam artian tidak menyukai perempuan


"mungkin belum saatnya anak kita menikah mah, dan tidak mungkin juga anak kita seperti itu papah yakin pada Nicko" ucap papah Ashley menenangkan


"Sudah ya, lebih baik kita pergi keluar. Dari pada pusing mikirin anak yang sudah dewasa, mending kita malam mingguan, kebetulan sekarang malam minggu dan baru pukul tujuh malam" ucap papah Ashley melihat jam di di dinding rumah

__ADS_1


"baiklah, kalau begitu mamah siap-siap dulu" mamah pun beranjak dari sofa dan di tahan oleh papah


mamah Arinka yang peka segera mencium pipi pipi papah Ashley dan langsung berlari dengan pipi yang bersemu merah.


"Jika seperti ini terus, aku akan selalu muda karena Arinka selalu membuatku tersenyum dan bahagia" ucap papah Ashley ketika mamah Arinka pergi


meski mereka berdua sudah tak lagi muda, mereka selalu bersikap romantis pada pasangan. Sehingga tercipta lah keharmonisan dalam rumah tangga.


...----------------...


Pagi menjelang Alana membuka matanya secara perlahan, ia terkejut karena Aldric tidur di kursi samping dirinya. Alana yang haus mencoba membangunkan Aldric. Ia pun mengusap kepala Aldric dengan pelan.


"Om, aku haus..." ucapnya lemah


Aldric yang merasakan usapan di kepalanya terbangun dan terkejut sekaligus senang Alana telah sadar.


Alana mengagukan kepalanya lemah.


"Om, aku haus ingin minum"


Aldric yang mendengarnya segera mengambilkan minum dan membantu Alana bersandar untuk minum.


"pelan-pelan"


merasa hausnya telah hilang, Alana menyudahi minumnya. Dan Aldric pun kembali membantu Alana menidurkan badannya dikasur.


"Alana aku senang kau sudah sadar, kemarin aku sangat takut jika kau meninggalkanku dan anak kita" ujar Aldric

__ADS_1


Alana hanya tersenyum mengangguk tanda menanggapi ucapan Aldric.


"Apa Om tidak berganti baju" tanyanya melihat Aldric yang masih memakai kemeja kemarin dan terdapat noda darah


Aldric yang ditanya merasa senang karena Alana memperhatikannya.


Ia menggelengkan kepalanya.


"Belum, aku belum sempat berganti baju. Pikiranku hanya terfokus padamu dan aku tidak memikirkan yang lain bahkan bayi kita aku belum menggendongnya" mendengar Aldric mengucap bayi ia baru teringat dengan bayinya dan Aldric menjawab bayi mereka sedang berada di ruang perawatan dan menunggu mommy nya bangun


"astaga, ibu macam apa aku yang terlupa dengan bayiku sendiri, jika bukan karena Aldric yang menyinggung tentang bayi kami" batin Alana


"kau kenapa?" tanya Aldric melihat Alana yang menggelengkan kepalanya


"tidak, aku tidak papa.. sebaiknya Om pulang dan berganti baju terlebih dahulu" jawabnya


"tidak, aku tidak mau meninggalkanmu" kekeh Aldric


"Om, kau bau" celetuk Alana


"baiklah, kalau begitu aku akan menelepon Davin untuk membawakan pakaian ku"


"baiklah, terserah om saja" pasrah Alana dengan kelakuan sang suami


Aldric pun segera menelpon Davin untuk membawakannya pakaian.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷.... sudah dulu oke, author dah up dua bab..... Jangan lupa like, vote dan coment biar author tambah semangat.

__ADS_1


__ADS_2