My Husband Is An Adult Male

My Husband Is An Adult Male
75. Undangan sahabat


__ADS_3

"Apa, jadi kau akan menikah? Siapa wanita yang berhasil mengambil hati pria beku seperti mu?" Aldric terkekeh setelah terkejut dengan pernyataan sahabatnya


"Sachi. Sekertarisnya di kantor!" sela Bryan


"wah wah wah, ternyata diam diam kau menyukai sekertarismu" ejek Aldric


Pasalnya dulu sempat Aldric mengatakan pada Ethan agar dirinya lebih baik menikah dengan sekertarisnya sebab mereka berdua sangat cocok dan Sachi selalu menjadi pawangnya dimana pun berada dan Sachi juga selalu ikut bersama mereka ke klub, bukan karena ikut minum, tapi untuk menjaga bosnya dari mata-mata sang Ayah. Namun Ethan mengatakan jika di antara mereka hanya sekedar Bos dan Sekertaris tidak lebih. Tapi apa? Sudah lama tak berjumpa, tahu-tahu langsung memberikan surat undangan.


Ethan yang tahu arah pikir Aldric kemana,


langsung menyela.


"Aku menikah dengannya karena terpaksa!"


"what??"


"iya. Di usiaku sekarang, Ayah ku selalu memaksaku untuk menikah dan hal itu selalu membuat diriku mengabaikan ucapannya. Namun di malam itu terjadi kesalahpahaman. Malam itu aku menyuruh Sachi ke rumahku untuk keperluan pekerjaan, Aku tidak sengaja menjatuhkan kopi ke dada Sachi dan reflek aku membersihkannya dan ternyata Ayah melihatnya ketika aku sedang membersihkannya dan mengira kami berbuat mesum di ruang kerja, ia lalu memergoki kami berdua dan memarahi ku. Setelah itu dirinya memaksaku untuk segera menikahi Sachi, padahal kami sudah menjelaskannya namun Ayah tidak percaya, dan kau sudah tahu kelanjutannya sekarang" jelas Ethan


"berarti kalian memang berjodoh" ucap Aldric setelah mendengar penjelasan Ethan


Ethan mendengus kesal dengan ucapan Aldric.


"Lalu kau kapan?" tanyanya pada Bryan yang sedari tadi sibuk dengan game, Sebab memang Bryan sudah tahu perihal pernikahan Ethan jadi ia hanya ikut Ethan menemui Aldric di kantornya.


Dan yah, Aldric benar. Mereka sudah jarang berkumpul seperti dulu sebab sibuk dengan urusan masing-masing, lebih tepatnya Aldric yang selalu sibuk karena memang sudah berkeluarga.


"Kau bertanya pada siapa?" tanya nya balik tanpa mengindahkan tatapannya pada Ponselnya


"tentu saja kau? Lalu siapa lagi di antara kita yang masih sendiri"


"ada"


"siapa.."


"kembaranmu. Si Sekertaris kesayanganmu"


"sialan kau ...."


Ethan dan Bryan tertawa.


"Ngomong-ngomong dia sudah melaksanakan lamaran dan akan menikah sebentar lagi, jadi tinggal kau yang masih sendiri" ejek Aldric


"apa??" pekik keduanya


Kini giliran Aldric yang tertawa karena berhasil membuat keduanya terkejut, gantian sekarang giliran mereka yang terkejut.


Aldric pun menceritakan pasal lamaran Davin saat itu.


Flesbek On.


Sesuai dengan yang di ucapkan oleh sang Mamah.


Setelah usia Baby Flo berusia tiga bulan. Barulah mereka merencanakan lamaran untuk Davin. Karena saat itu Alana masih membutuhkan istirahat paska melahirkan dan mereka mengundur waktu sampai Baby Flo sudah cukup untuk di ajak keluar.


"Bibi apa sudah siap" tanya mamah

__ADS_1


Saat ini para pelayan sedang menyiapkan parsel sebagai buah tangan.


"Sebentar lagi Nyonya"


"Astaga, mereka belum sampai juga"


"tunggu Mah, mungkin sebentar lagi mereka sampai"


Bertepatan dengan parsel yang selesai di buat, Mobil Aldric sudah sampai di pelantaran Mension.


"Assalamualaikum mah" ucap Alana setelah turun dari mobil


"Wa'alaikumsalam, wah sayang kau cantik sekali" jawab mamah dan segera mengambil baby Flo dari gendongan Alana


Sedangkan Edbert berada di gendongan sang Ayah yang berjalan bersama Davin.


"Opa, Oma" teriaknya dan turun dari gendongan sang Ayah


"Cucu Kakek yang tampan, bagaimana kabarmu" ucap papah Devan yang segera memeluk sang cucu


"kabar ku baik Opa, di mana Eyang Ken" ucap Edbert turun dari gendongan sang kakek dan mengecup pipi sang Oma


"cup"


"Aku di sini bocah Tampan" ujar Kakek yang muncul dari arah tangga


"Eyang" Edbert kini berlari menuju kakek buyutnya


"jangan lari-lari, nanti kau terjatuh"


"Kakek memaafkannya" Kakek pun mencium Edbert


"Bibi apa sudah selesai"


"sudah Nyonya"


"baiklah, taro di mobil ya"


"baik Nyonya"


Mereka pun segera melaksanakan perintah majikannya


"Baiklah, karena kita sudah berkumpul dan persiapan sudah selesai. Lebih baik kita berangkat sekarang" ujar Mamah


"semoga acaranya berjalan lancar Tuan Davin"


"Terima kasih bibi"


Bi Mona mengangguk.


Mereka pun segera masuk ke dalam mobil masing-masing.


Alana, Aldric dan Davin bersama anak-anak satu mobil di mana Davin yang mengendarainya.


Dan Mamah, papah serta kakek satu mobil. Di mana papah yang membawanya. Mereka memutuskan tidak memakai supir.

__ADS_1


Sesampainya di kediaman sederhana Elena, Davin beserta rombongan segera turun dari mobil.


Kedatangan mereka membuat heboh warga sekitar rumah Elena. Karena memang tempat tinggal Elena berada di sebuah perkampungan, dan jarang sekali ada mobil mewah yang masuk ke perkampungan mereka.


"Wah siapa itu, sepertinya mereka orang kaya"


"benar, lihat kedua pria itu mereka sangat tampan"


"dan sepertinya mereka dari kalangan atas"


Begitu kira-kira ucapan beberapa orang yang terdengar oleh mereka. Namun mereka menghiraukannya.


"Assalamualaikum" ucap mamah ketika sampai


"Wa'alaikumsalam" ucap wanita paruh baya ketika membuka pintu


Sepertinya itu bibi Elena. Mereka pun di persilahkan masuk.


"Maaf ya membuat kalian tidak nyaman dengan ucapan para tetangga sekitar" ucap bibi Eleanor tidak enak hati


"ah tidak papa, tidak masalah"


Bibi Elena tersenyum dan memanggil Elena yang masih bersiap di kamarnya. Tak lama Elena datang bersama sang Nenek.


"Awas ilermu jatuh" bisik Aldric menggoda Davin yang tak berkedip melihat kedatangan Elenaor


"sialan kau" ujar Davin yang merasa di bohongi Aldric.


Aldric terkekeh. Alana pun mencubit Aldric.


"Sayang apa yang kau lakukan" bisiknya pada sang istri


"diam kau, berhenti menggoda Davin. Saat ini kita sedang berada dirumah orang lain jadi jangan bercanda"


"sayang aku- baiklah" ucapan Aldric terhenti ketika melihat tatapan Alana


Sekarang Davin yang menahan tawanya.


"Awas kau" begitulah kira kira dari tatapan Aldric pada Davin


"Silahkan di minum, maaf kami hanya bisa menyambut kedatangan kalian dengan jamuan sederhana" ucap Bibi mempersilahkan


"Tidak papa Bi, meski sederhana kami sangat menikmatinya" ujar mamah dan yang lain mengikutinya


Bibi, Nenek dan Elena tersenyum.


Ternyata dugaan mereka salah, mereka kira orang-orang kaya seperti mereka akan angkuh dan sombong, namun di lihat dari tata cara bicara serta perkataan pun sangat raman dan santun terhadap mereka yang notabene nya adalah kalangan bawah.


Mamah dan papah pun langsung berbicara maksud kedatangan mereka ke rumah Elena. Mereka ingin melamar Elena untuk Davin. Awalnya mereka terkejut karena mereka merasa tidak sepadan dengan keluarga kaya ini. Namun ucapan mamah menenangkan mereka untuk tidak khawatir soal itu. Karena mereka memilih menantu bukan dari status sosial.


Yang terpenting berakhlak baik dan menerima anak mereka tanpa memandang harta. Itu pun sudah cukup bagi mereka.


Davin tersenyum lega dan senang karena lamarannya di terima.


Namun di sela-sela obrolan mereka, Aldric di kejutkan oleh bisikan Edbert.

__ADS_1


"Papah aku ingin pipis" bisiknya


__ADS_2