
"Baiklah kalau begitu, mamah akan menelpon Aldric dulu. Pasti anak itu tengah kelimpungan mencarimu" ujar mamah dan segera menekan tombol hijau di ponselnya
sementara papah fokus terhadap setirnya.
Flesbek Of.
Setelah drama tangisan, terdengar deru mobil Aldric berhenti di depan Mension.
"Alana" teriak Aldric saat memasuki Mension
semua orang terdiam mendengar teriakan Aldric.
Sesampainya Aldric di depan mereka belum sempat Aldric memeluk Alana, tiba tiba.
Bugh...
Ayah menghadiahkan bogeman mentah pada wajah tampan sang putra, Aldric tersungkur ke belakang.
"Ayah, apa yang kau lakukan" seru Aldric
belum sempat ia berdiri, ayah kembali memberinya pukulan
Bugh...
Bugh...
Bugh...
mamah yang tadinya ingin membiarkan papah memberi pelajaran pada Aldric, tiba tiba merasa kasian pada Aldric yang babak belur oleh Devan. Begitupun Alana, ia segera memisahkan Aldric dan ayah mertuanya.
"Ayah, sudah hentikan. Ia bisa terluka parah" ujar Alana mencoba melerai keduanya
"Devan hentikan" teriak Kendrick
dan membuat Devan menghentikan aksinya memukuli sang putra
__ADS_1
"Sudah hentikan, kalian berdua jangan seperti anak kecil, kalian sudah sama-sama dewasa dan sudah menjadi orang tua. Selesaikan masalah ini dengan kepala dingin dan bukan dengan kekerasan seperti ini" seru kakek Kendrick menceramahi mereka berdua
Bukan bermaksud Devan ingin melukai anaknya, tapi jika dibiarkan tanpa pelajaran kemungkinan putranya akan melakukan hal yang sama untuk kedua kalinya dan ia tidak mau itu terjadi.
Aldric memeluk Alana dengan erat. Merasa tak mendapatkan respon dari Alana, ia pun melepaskan dan beralih pada Edbert yang berada di dalam gendongan sang mamah. Mamah pun memberikannya pada Aldric.
"Sayang" ucap Aldric mencium wajah putranya
mereka menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku Aldric.
Kakek menatap wajah Melina dan memberinya kode.
Mamah yang mengerti langsung memanggil bi Mona untuk membawa Edbert dari gendongan Aldric. Melihat hal itu Aldric hendak protes namun ucapannya itu terhenti ketika kakek melontarkan sebuah pertanyaan padanya.
"Aldric cepat kau jelaskan" ujar Kakek mengawali pembicaraan
Aldric menatap wajah sang kakek dan terdiam. Sepertinya mereka akan berbicara serius kali ini.
Aldric menghela nafas dengan kasar dan melihat satu persatu wajah mereka.
Sedangkan Alana memalingkan wajahnya ketika Aldric menatap wajahnya.
"Kalian salah paham padaku" lanjutnya lagi
membuat Alana menolehkan wajahnya kembali ke arah Aldric yang berada di sampingnya
Aldric pun mulai menceritakan semuanya pada mereka dengan jujur-sejujurnya tidak ada sedikitpun yang terlewatkan.
"Bagaimana? Apa kalian percaya apa yang aku katakan barusan" tanyanya kesal pada semua orang
Terutama pada Alana ia kesal pada istrinya itu kenapa mengambil keputusan tanpa bertanya terlebih dahulu padanya dan kemungkinan hal ini tidak akan terjadi.
"Lalu kenapa kau tidak jujur selama ini pada kami?" tanya mamah di setujui oleh semua dan membuat Aldric seketika bungkam
"Mmm... soal itu menurutku tidak perlu dan itu sudah berlalu" jawab Aldric membela dirinya
__ADS_1
"Tapi tetap saja itu salah"
"Dan seandainya om menceritakannya dari awal, mungkin aku tidak akan pergi membawa Edbert dari kalian" Alana ikut menimpali ucapan ibu mertuanya
"Benar. Dan jelas yang salah kau disini dan mungkin aku tidak akan memukuli dirimu Aldric"
Aldric mengehela nafasnya, kini ayahnya ikut ikutan menyerang dirinya dengan kata kata.
Meski semuanya yang salah, tetap saja dirinya yang banyak salahnya. Meskipun memang benar Tapi, apa mereka tidak kasihan dengannya? sudah di curigai, bahkan memukulinya hingga sudut bibirnya mengeluarkan darah sedikit dan kini mereka tetap menyerangnya dengan perkataan. (Nasib-nasib)
Kakek yang merasa paling tua diantara mereka mencoba mencari jalan damai memberikan sebuah nasihat pada mereka semua.
"Aldric, apapun alasannya kau tetap bersalah" (mendengar ucapan bersalah pada mulut sang kakek, Aldric menggerutu di dalam hati bahkan Kakeknya ikut ikutan menyerangnya. Mungkin aku dan Alana tertukar dan mungkin Alana lah yang anak serta cucu mereka). Kakek pun melanjutkan ucapannya.
"Yang namanya suami istri harus saling jujur dalam permasalahan apapun. Meski salah satunya ada yang terluka dengan sebuah kebenaran. Namun, itu lebih baik dari pada berbohong dan mengakibatkan masalah semakin rumit. Contohnya kalian berdua, dan berakibat kesalahpahaman. Dan sebisa mungkin jangan ada niatan untuk melukai salah satu dari kalian sebagai pasangan"
"Dan untukmu Alana, jika hal ini tidak mau terjadi lagi kau harus berani bertanya atas apa yang membuatmu tidak nyaman. Baik sikap maupun perilaku Aldric dan itu lebih baik, bukankah kalian suami dan istri? jadi tidak usah malu ataupun takut untuk bertanya pada pasangan mu sendiri" kakek berbicara panjang lebar dan membuat Aldric tersenyum didalam hati
Memang Kakeknya lah yang paling mengerti di banding kedua orangtuanya, namun begitu kakek juga orangnya sangat tegas. Jika membuat kesalahan tidak pandang bulu
Mau itu orang lain, cucu bahkan anaknya sendiri pun akan ia beri pelajaran.
"Apa kalian mengerti yang aku bilang?"
Alana dan Aldric serentak menganggukkan kepala mereka tanda mengerti, ketika kakek melontarkan sebuah pertanyaan.
"Baguslah jika kalian sama-sama mengerti" ucap kakek
Kakek pun meminta mereka untuk saling memaafkan dan terbuka satu sama lain.
Aldric dan Alana berpelukan di depan kedua orangtuanya dan Kakek.
Akhirnya permasalahan rumah tangga mereka sudah di selesaikan dengan cara terbuka, Aldric tanpa malu mencium Alana di depan keluarganya. Kedepannya menjadi pelajaran bagi mereka untuk selalu terbuka pada pasangan.
Pernikahan merupakan bersatunya dua orang yang berbeda isi kepala, kepribadian atau hal lainnya yang pastinya berbeda. Maka dari itu kunci dari keharmonisan dari pernikahan adalah sebuah komunikasi dan keterbukaan pada pasangan. (Author)
__ADS_1
š·š·š·š·š·š·. Author dan antuk š„±š„± lanjut besok riders.