My Husband Is An Adult Male

My Husband Is An Adult Male
56. Bertemu seorang gadis


__ADS_3

Saat ini Alana dan Aldric sedang berada di kamar. Setelah melakukan briefing, mereka semua pergi ke kamar masing masing, begitupun dengan Aldric dan Alana.


Saat ini Aldric sedang memeluk Alana yang membelakangi dirinya sambil menyusui Edbert di ranjang.


"Sayang, aku kan sudah bilang.... kalau aku sudah tidak ada hubungan apapun lagi dengan Natalie. Saat ini hanya dirimu yang ada dihati dan hidupku, bukan hanya saat ini tapi juga nanti. Hanya ada kau, aku dan anak-anak kita" ucapnya


Aldric sedang merayu Alana yang masih marah padanya perihal ketidak-jujurannya. Sedangkan Alana yang mendengar ucapan Aldric tersenyum senang, namun ia berusaha diam tidak menunjukan reaksi apapun. Dirinya masih ingin memberi hukuman pada suaminya.


"Sayang..." ucapnya lagi ketika mendengar sautan dari Alana dan mempererat pelukannya


"jangan terlalu kencang memeluk, Om bisa membuat Edbert terbangun"


ucapan Alana membuat Aldric melepaskan pelukannya dan melihat Edbert. Ternyata benar putranya itu sudah terlelap tidur setelah Alana memberikan ASI.


Aldric pun menatap kancing Alana yang terbuka. Alana yang melihatnya segera membetulkan kancing bajunya.


"Alana, apa hanya Edbert? aku juga ingin!!" ucap Aldric sambil menelan salivanya dengan susah payah


Alana yang peka kemudian berkata dengan nada sinisnya.

__ADS_1


"Dengar ya om, jika kau ingin aku maafkan. Aku ingin kau menahan hasratmu sampai lima bulan ke depan...."


Aldric melototkan matanya mendengar ucapan Alana, bocah itu sudah berani memberinya ancaman. Namun apa daya sekarang Aldric sudah bucin pada wanita yang ia sebut bocah itu.


Aldric hendak protes, namun Alana lebih dulu bangkit dari tempat tidurnya dan melangkahkan kaki ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


" Alana kau tidak boleh seperti itu bagaimana ka......."


Brak.


ucapan Aldric terhenti ketika Suara pintu kamar mandi ditutup dengan keras oleh Alana.


***********


"Ini semua gara gara dirimu, jika bukan karena matamu yang buta itu aku tidak mungkin seperti ini" ucap gadis itu yang terlihat kesal


"hei nona... kaki mu tidak papa, hanya lecet di bagian tertentu dan luka ringan bukan patah, mengapa kau semarah itu..... lagi pula aku sudah bertanggung jawab dengan membawamu ke rumah sakit dan lagi aku tidak buta!" seru Davin yang terlihat marah


ia pun meninggalkan ruangan tersebut.

__ADS_1


"Hei... kau mau kemana? jangan dulu kabur, kau harus menemaniku disini sampai sembuh" teriak gadis itu


sedangkan Davin yang berada di luar ruangan terlihat kesal. ia pun menggerutu.


"Jika bukan karena Aldric, aku tidak akan bertemu gadis konyol itu"


Flesbek On.


Di Kantor Davin tengah menggerutu kesal, karena bosnya itu belum kembali setelah pamit pergi.


"Astaga, kemana sih si bos pergi, mana bentar lagi ada pertemuan penting dengan Investor dari Negara J" ucapnya sambil memegangi ponsel


Davin sudah menghubungi Aldric berkali-kali namun tetap tidak ada jawaban


Oh iya, Sebelum pergi Aldric tidak bilang akan pergi untuk mencari Alana, namun hanya izin pulang sebentar dan menyuruh Davin untuk menghandle pekerjaan. Namun sudah beberapa jam Aldric tak kunjung datang dan saat di hubungi kembali Aldric pun mengangkat telponnya dan memberi tahu Davin ia tidak akan kembali ke kantor dan pertemuan dengan tuan Diova di undur besok, untung saja tuan Diova tidak marah.


"Ish, menyebalkan.."


ia menatap jam ditangannya menunjukkan pukul lima sore. Ia pun membereskan meja kerja Aldric dan dirinya, setelah selesai ia bergegas pulang ingin segera sampai rumah untuk berendam di Bathtub, membayangkan nya saja sudah membuatnya ingin cepat cepat pulang. Namun saat di persimpangan jalan entah karena terlalu letih atau apa, Davin menabrak seorang gadis yang tengah mengendarai sepedanya.

__ADS_1


"aaaaaaaa........"


Brak.


__ADS_2