
1 Minggu kemudian
Hari ini Aldric dan Alana akan pindah kerumah baru mereka. Namun sebelum itu mereka akan pergi berbulan madu terlebih dahulu, baru setelah itu mereka akan langsung pindah rumah.
Alana sedang memasukan pakaian ke dalam koper serta membereskan barang-barang yang akan mereka butuhkan disana.
"Apa ini perlu kubawa?" ucapnya sendiri sambil memegang lingeria
"Ah tidak, pasti nanti dia mengiraku ingin menggodanya" gumamnya sambil memasukan lingeria itu kembali ke lemari
Sedangkan Aldric tengah menghubungi Davin di balkon.
"Halo tuan"
"Halo Dav, Dav selama satu Minggu ke depan aku memintamu untuk menghandle pekerjaanku. Karena aku akan berlibur bersama Alana ke Swiss selama sepekan"
"Sepekan? Kenapa mendadak Tuan, sebelumnya kau tidak memberitahuku"
"Sudah jangan banyak bertanya, setelah pulang dari sana aku akan memberikanmu bonus"
"Baiklah Tuan, semoga liburan mu menyenangkan. Jangan lupa bawakan juga aku kado, kau tau kan apa yang ku maksud Tu..."
Tut tut tut
sambungan telpon langsung dimatikan sepihak oleh Aldric.
"Dasar bos menyebalkan" gerutunya.
__ADS_1
Aldric yang selesai menelpon segera menghampiri Alana.
"Apa kau sudah selesai Alana"
"Selesai dari mana, Dari tadi Aku sendiri. Om hanya menonton dan duduk" gerutunya
"Yeh, kan saya bertanya. Jika belum, siapa tau saya bisa membantu"
"Pukul 10:00 pagi pesawat kita akan berangkat. Sekarang pukul 08:00. Masih ada sisa waktu 2 jam lagi. Sekarang mana yang harus aku bantu agar cepat selesai" lanjutnya
"Aku sudah memasukan semua pakaian ini dalam koper, tinggal om masukan ke dalam bagasi mobil. Aku mau bersiap-siap dulu Om" ucapnya sambil bergegas untuk bersiap-siap
"Hmm.. " Aldric pun melakukan yang diperintahkan Alana.
Mereka berdua telah pergi ke Bandara di antar orang tua Aldric dan Alana, Kakek tidak ikut dikarenakan sakit pinggang nya kambuh.
"Terserah aku dong mah, mau aku apakan disana diakan istriku"
"Aldric dia masih terlalu muda untuk mengerti hal itu, kau harus berlemah lembut denganya"
"Jika terlalu muda, kenapa kalian menikahkan aku dengannya" celetuk Aldric
Mamah menghela nafas jengkel dengan ucapan Aldric kemudian tersenyum.
"Aldriiic jaga menantu mamah dengan baik, jangan sampai kenapa-napa. Jika terjadi sesuatu dengan menantu kesayangan mamah, habis burung mu mamah potong" ancam mamah
Aldric yang mendengar meneguk air liur dengan susah payah dan reflek memang burungnya.
__ADS_1
Papah merasa malu dengan ucapan mamah yang frontal didepan besannya. Sedangkan ayah dan bunda terbengong mendengar ucapan sang besan yang tidak bisa menyaring ucapannya.
"Kenapa kalian terdiam"
"Ah tidak-tidak. Kami hanya ingin berpesan untuk kalian berdua semoga diperjalanan lancar dan pulang dari sana semoga kami semua mendapat kabar bahagia" ucap bunda menghilangkan kegugupannya
"Oh.." mamah ber oh ria
Mereka pun bergantian untuk memeluk Alana dan Aldric.
Suara panggilan keberangkatan pesawat pun tiba. Akhirnya Mereka berdua pergi.
""'
"Semenjak Aldric menikah ia jadi jarang bergabung dengan kita" celetuk Ethan yang merasakan kesepian karena sahabatnya yang satu sudah jarang berkumpul bersama."
"Aldric sudah menikah. Tentu saja ia akan jarang berkumpul dengan kita pasti lebih banyak menghabiskan waktu bersama istrinya. Jika aku jadi dia pun akan melakukan hal yang sama" kata Brian bijak
"Benar juga, aku pun sama dan aku akan mengurung istriku dikamar bersama ku mungkin jika bukan kebakaran kami tak akan keluar. Buahaha" tawa Ethan memecah
Sedangkan Brian menggeleng kan kepalanya mendengar penuturan Ethan yang melantur karena pengaruh minuman.
Yah mereka sekarang sedang berada di Club tempat mereka berkumpul. Tepatnya diruang VIP Mereka hanya berdua tanpa wanita yang biasa menemani mereka minum.
***
kenapa honeymoon-nya enggak pas hari pernikahan atau gak sehari setelah pernikahan? Jawabannya karena Aldric sedang sibuk dalam pekerjaan nya sehingga ditunda setelah Aldric tidak terlalu sibuk.
__ADS_1
š·š·š·.