My Husband Is An Adult Male

My Husband Is An Adult Male
18. Kebingungan Aldric


__ADS_3

Alana kini tengah berada di Cafe dan menunggu teman-nya.


"Astaga, kenapa lama sekali aku sudah menunggu hampir satu jam disini" gerutunya


tiba-tiba dari arah pintu Cafe terlihat seorang wanita yang tengah celingak-celinguk mencari seseorang. Ketika melihatnya lantas ia langsung menghampiri.


"Dor" serunya sambil memegang pundak Alana


"Dor-Dar Dor-Dor, aku tidak terkejut. Ke mana saja kau? Aku hampir saja melahirkan menunggu kedatangan mu" bukannya terkejut Alana malah kesal


"Wah! apa kau sudah hamil" tanya Nadia dengan wajah bodohnya


"ck. manjur sekali roket Aldric, sampai membuatmu cepat hamil" lanjutnya


"mata mu hamil, kau tidak liat perutku rata begini"


"lah, kau bilang hampir melahirkan. Itu artinya kan kau hamil?."


"ya, ya kau benar aku hamil" Alana menjawab asal pertanyaan Nadia


sedangkan Nadia cengengesan. Ia tau Alana tidak hamil. Ia hanya menggodanya.


"ngomong-ngomong kenapa kau telat, tidak biasanya sampai satu jam begini?"


"nah itu masalahnya!. Maaf kan aku karena telat. Tadi di jalan ada sedikit gangguan. Saat aku sedang melajukan motorku tiba-tiba mobil Sialan itu menabrak ku" jelas Nadia dengan wajah sedikit merasa kesal


"Astaga, apa kau tidak papa?" tanya Alana sambil melihat-lihat lengan Nadia takut ada yang lecet tapi untung tidak ada.

__ADS_1


"Aku tidak papa" jawab Alana sambil tersenyum.


"oh, syukurlah" Alana bernafas lega


setelah itu mereka pun berbincang-bincang hingga sore.


***


"Ema, bangun Ema!!" ucap seorang pria seumurannya dengan wajah panik


sedangkan kini Ema masih tidak sadarkan diri di ruang UKS sekolah.


"Aldo tenang, Ema tidak papa mungkin ia sedikit terkejut hingga jatuh pingsan" ujar sahabat Ema yang bernama Rania


"tapi tetap saja aku khawatir, ia pingsan gara-gara diriku"


Flesbek On.


"terima terima terima" teriak para siswi di kelas


terlihat seorang bocah laki-laki SMP berwajah tampan dengan beraninya menembak seorang wanita sambil menekuk kakinya dan memegang setangkai bunga mawar.


Di kelas Ema kini tengah heboh. Pasalnya Ema tengah di tembak oleh sahabatnya sendiri. Namun ia takut karena Ayahnya melarang keras anak-anaknya berpacaran. Jika ketahuan maka ayahnya bilang akan langsung menikah-kannya. Ia tak mau menikah muda apa lagi ia masih berstatus pelajar SM,. Oh tidak bisa dibayangkan, Sehingga ia pun bingung meski ia menyukai laki-laki itu tapi ia juga tidak mau berpacaran. Jalan satu-satunya ialah berpura-pura pingsan.


Gubrak.


"Emma" teriak bocah laki-laki itu.

__ADS_1


***


Aldric kini tengah di sibukkan dengan berkas-berkas yang ada di mejanya. Yah setelah dari Apartemen Natalie, ia segera berangkat ke kantor.


"Tuan, sebentar lagi jam makan siang. Tuan ingin akan makan di mana?"


Aldric melirik jam di tangannya. Benar saja sekarang hampir pukul 12 kurang 5 menit.


"Hari ini aku akan makan diruangan-ku. kau boleh keluar sekarang. Dan yah pesankan aku makanan favorit ku"


"baik tuan" Daven pun keluar biasanya mereka makan di restoran dekat kantor tapi hari ini Aldric tengah malas turun ke bawah


sedangkan Aldric tengah merenungkan sesuatu. Ia bingung dengan perasaannya. Di sisi lain ada seorang wanita yang sudah lima tahun mengisi hatinya dan seorang gadis yang kini tiba-tiba hadir di hidupnya. Ia tak mau mempermainkan pernikahan tapi ia juga tidak mau meninggalkan wanita yang telah bersama nya bertahun-tahun.


"maafkan aku Alana, sepertinya aku akan memilih Natalie" ujarnya sendiri


🌷🌷🌷


Halo riders šŸ™Œ jangan lupa dukung Karya author dengan like, komen, dan vote biar tambah semangat.


🌷🌷🌷


Halo riders šŸ™Œ jangan lupa dukung Karya author dengan like, komen, dan vote biar tambah semangat


🌷🌷🌷


Halo riders šŸ™Œ jangan lupa dukung Karya author dengan like, komen, dan vote biar tambah semangat.

__ADS_1


__ADS_2