My Husband Is An Adult Male

My Husband Is An Adult Male
24. Bertemu


__ADS_3

Aldric kini telah sampai di Restoran tempat bertemunya dengan Natalie.


Terlihat wanita cantik yang duduk di sofa sambil melambaikan tangan.


"Hallo. Bagaimana kabarmu sayang?" sapa Aldric ketika sampai dihadapan Natalie sambil memeluknya


"Kabar ku baik Dric.." jawab Natalie sambil melepaskan pelukannya


"Dric...?" Aldric menautkan alisnya sebelah heran dengan ucapan Natalie yang memanggilnya nama


"Eh, mm.. Maksudku kabar ku baik honey" jawab Natalie dengan gugup


Aldric hanya menganggukkan kepalanya mendengar jawaban Natalie.


Jujur saja sekarang Natalie mulai merasakan kecanggungan, jika bertemu dengan kekasihnya Aldric.


Dulu sebelum mereka masih sama-sama lajang atau lebih tepatnya Aldric yang belum menikah dengan Alana.


Natalie begitu senang dengan panggilan sayang serta pelukan yang Aldric berikan ketika mereka bertemu.


"Apakah kau sudah lama" tanya Aldric


"A-aku. Ah lumayan mungkin sekitar tiga puluh menit" sindir Natalie

__ADS_1


"Hehe.. Maaf.. " cicit Aldric memperlihatkan deretan giginya yang putih


"Baiklah, sebagai gantinya aku akan mentraktirmu apapun yang kau mau" tawarnya


"Benarkah?" mata Natalie berbinar dengan ucapannya Aldric.


Aldric menganggukkan kepalanya tanda setuju.


Kebetulan kini ada tas keluaran baru yang menjadi incarannya. Lumayanlah lah mumpung sedang di tawari. Padahal meski Aldric tidak membuat kesalahan dengan datang telat pun pasti akan Aldric berikan. Apa sih yang tidak ia berikan untuk pujaan hatinya.


Mereka pun memakan hidangan yang telah di siapkan. Pertemuan mereka kini berlandaskan kencan.


Sedangkan di sisi lain.


Lebih tepatnya dirumah.


"Astaga, sudah jam segini belum juga kelihatan batang hidungnya. Apa yang mereka lakukan selama itu" Alana tak henti-hentinya mengomel sambil matanya sesekali melirik jam yang ada di dinding kamarnya


Tak Tak Tak.


Dentingan Jarum jam sedari tadi mengganggu pendengaran Alana.


Hingga kini sudah pukul 11 malam.

__ADS_1


Aldric belum kunjung pulang. Alana yang sudah mengantuk serta kesal seketika memutar otaknya untuk mengerjai Aldric.


....


Aldric melihat jam yang ada di pergelangan tangannya. Ternyata sudah pukul 12 malam hampir setengah satu dini hari. Ternyata mereka sudah menghabiskan waktu cukup lama. Yah, begitulah ketika bertemu atau bersama dengan orang tersayang pasti akan lupa waktu.


Aldric kini bersiap untuk pulang, meskipun sudah begitu larut malam. Kini mereka berada di Apartemen tempat tinggal Natalie. Yah, setelah acara Dinner tadi Aldric dan Natalie memutuskan pergi ke Apartemen. Mereka di sana tidak melakukan hal-hal negatif hanya mengobrol dan menghabiskan waktu berdua.


Sebenarnya Aldric ingin menginap, namun Natalie melarangnya. Dengan alasan tidak boleh karena, Alana pasti menunggu suaminya pulang. Lagi-lagi itu yang menjadi alasan Natalie menolak dirinya ketika mereka akan melakukan yang biasa mereka lakukan saat belum ada Alana di antara mereka. Dan membuat Aldric tak bisa membantah atas penolakan Natalie karena dirinya lah yang bersalah.


"Baiklah, Aku pergi dulu jaga dirimu" pamit Aldric mencium kening Natalie ketika akan pergi


"Bye, hati-hati dijalan" Natalie melambaikan tangan-nya dan menutup pintu Apartemen


"Aku seperti sedang main kucing-kucingan saja" ucapnya pelan sambil menghembuskan nafasnya dan membanting dirinya di atas kasur


🌷🌷🌷


Hallo Riders hari ini author up lagi...


Masih kangen gak sama Alana dan Aldric?..


Ayo komen kalau ada yang komen author bakal up lagi nanti malam.🌷!!!

__ADS_1


Author gak lupa buat ngingetin kalian buat vote, like dan coment.....


🌷🌷🌷🌷🌷


__ADS_2