My Perfect Daddy

My Perfect Daddy
Bonchap 9. Peresmian


__ADS_3

Shea yang semalam tidak bisa tidur karena El terus saja mengajak main. Anaknya itu seolah tidak peduli saat mommy dan daddy-nya mengantuk.


Hingga menjelang pagi barulah El tidur. Namun, Shea tidak bisa langsung tidur mengingat dia harus bersiap untuk acara. Ibu-ibu selalu begitu. Tidak bisa lega jika tidak menyiapkan segala hal dari jauh-jauh hari. 


"Tidurlah sebentar, jangan keluar," ucap Bryan seraya memeluk Shea. "Acara masih jam sepuluh, kita masih punya beberapa jam untuk tidur." Bryan tahu Shea mengantuk karena menemani El. 


"Tapi aku harus menyiapkan semua." 


"Masih jam lima, tidurlah sebentar." Bryan mengeratkan pelukannya.


Shea hanya bisa pasrah. Lagipula juga masih terlalu dini untuk menyiapkan. Akhirnya dia memilih untuk tidur kembali.


Tepat jam delapan Shea bangun. Dia menyiapkan segala kebutuhan El dan menyuapinya sarapan. 


"Semalam El tidak tidur?" tanya Melisa.

__ADS_1


"Iya, Ma. Dia mengajak main," jawab Shea. Tangannya terus menyuapi anaknya. Mulut kecil El tak berhenti mengoceh hingga sesekali makanan keluar. Shea memberi isyarat tangan untuk El dia agar anaknya itu bisa menguyah makanan dengan benar. Walaupun sempat dia tetap saja El tidak berhenti mengoceh.


Bryan keluar dari kamarnya setelah mandi. Bergabung dengan orang tuanya dan anaknya. 


"Apa kerabat dan teman Papa akan datang?" tanya Bryan seraya menarik kursi. Seminggu yang lalu Bryan dan Regan sudah mengirimi undangan pada orang-orang yang diminta oleh orang tua mereka.


"Sepertinya mereka akan datang." Daniel menyesap kopi miliknya. "Gunakan waktu untuk berkenalan agar bisa memperluas perusahaan."


Bryan mengangguk. Dia akan memanfaatkan untuk berkenalan dengan teman papanya dan papa Regan.


Selesai sarapan, mereka semua bersiap untuk acara peresmian. Lobi sudah dihiasi dengan bunga-bunga indah. Para tamu dan undangan juga sudah datang. 


Masuk pada acara inti. Regan menggunting pita merah sebagai tanda dibukanya apartemen untuk umum. Para tamu undangan masuk ke dalam melihat miniatur desain apartemen yang sudah disiapkan. Beberapa petugas promosi menjelaskan keunggulan dari apartemen dan beberapa promo pembelian. 


Teman dan kerabat undangan khusus dipersilakan  ke ruangan yang sudah disiapkan untuk pesta kecil. Bryan dan Regan dikenalkan oleh orang tua mereka pada teman-teman mereka. Berharap anak-anak bisa berkerja sama suatu saat nanti. 

__ADS_1


Di sisi lain Lana dan Melisa juga tak kalah mengenalkan menantu dan putri mereka. Dua jagoan kecil tak kalah mengambil perhatian para tamu karena kelucuan mereka. 


Suasana pesta tampak begitu meriah. Para tamu menikmati hidangan yang sudah disediakan dengan senang hati.


Bryan yang puas berkenalan dan berbincang, menghampiri Shea yang sedang asik bersama El. Dia gantian menggendong El, agar istrinya dapat menikmati hidangan. 


"Kata Kak Selly, Felix dan Chika akan tinggal di rumah Kak Regan," ucap Shea saat menyerahkan El pada Bryan.


"Iya, rumah mama papa tidak terlalu besar dibanding rumah Papa Kak Regan," jelas Bryan, "tapi nanti kita akan ke sana besok malam untuk pesta," imbuhnya.


"Tadi Kaka Selly juga mengajak besok untuk berbelanja." Shea menjelaskan dengan dengan tersenyum memamerkan deretan giginya.


"Aku akan mengantarkan kamu besok, belilah apa yang kamu inginkan." 


Mata Shea berbinar. Jika biasanya dia super irit, kali ini dia akan buang sebentar sifat itu, karena dia tidak mau sampai tidak berbelanja. Sayang bukan jika jauh-jauh ke luar negeri, tetapi tidak belanja, ucapnya dalam hatinya. 

__ADS_1


Semua menikmati pesta hingga usai. Keluarga bersyukur karena semua berjalan dengan lancar. Menerima laporan jika sudah banyak unit yang terjual juga tak kalah menyenangkan.


Tepat jam tiga sore, mereka semua bersiap-siap untuk kembali ke London. Menikmati perjalanan tiga jam menuju ke kerajaan Inggris berada. 


__ADS_2