My Perfect Daddy

My Perfect Daddy
Kebahagiaan Dua Keluarga


__ADS_3

Selesai makan, Bryan dan Shea mengantarkan baby Al untuk pulang ke rumahnya.


Sesampainya di rumah Regan dan Selly, mereka turun dari mobil. Bryan memilih menggendong baby El, sedangkan Shea menggendong baby Al.


Shea yang membeli beberapa baju untuk baby Al pun meminta babysitter untuk membawakan belanjaan yang sudah dia beli.


Setelah asisten rumah tangga membukakan pintu, dan mengatakan jika Regan di kamar, Bryan dan Shea menuju ke kamar Selly.


Bryan mendorong pintu kamar dan melihat Regan yang sedang membantu Selly mengerakan tangannya.


"Kalian sudah pulang," ucap Regan.


"Iya, kami baru saja pulang." Shea menjawab seraya melangkah menghampiri Regan untuk memberikan baby Al.


"Anak Daddy jalan-jalan, ya?" tanya Regan seraya menerima Al dari Shea.


Tangan baby Al meraih wajah Regan dan bergumam menjawab pertanyaan daddy-nya.


"Oh … ya aku membeli beberapa baju untuk Al, Kak," ucap Shea menatap Selly. Dia memutar tubuhnya dan meminta babysitter untuk mendekat. Meraih paper bag yang diberikan oleh babysitter. "Ini … "ucap Shea menunjukan pada Selly empat paper bag.


"Wah … banyak sekali, kamu memborong semua isi toko?" tanya Selly menggoda.


"Aku membeli di toko langganan kita, dan apa Kakak tahu, mereka sedang mengadakan diskon tujuh puluh persen." Shea menceritakan dengan penuh semangat.


Bryan hanya bisa menggeleng mendengar istrinya yang begitu bersemangat dalam bercerita.


"Oh ... ya?" Selly pun tak kalah semangat mendengar cerita Shea.


"Maka itu Kakak cepat bangun, dan kita bisa berbelanja bersama," ucap Shea memberikan semangat.


Selly tersenyum. Dia pun juga tidak sabar untuk pergi berbelanja dengan Shea dan menghabiskan waktu bersama adik iparnya itu.


Regan yang melihat istrinya begitu bersemangat merasa sangat senang. Dia berharap istrinya itu akan segera sembuh dan bisa bergerak kembali seperti dulu.


Regan melangkah menghampiri Bryan dan membiarkan Shea dan Selly yang saling bercerita dan merencanakan apa yang akan mereka lakukan saat nanti Selly sehat.


"Bagaimana tadi terapinya?" tanya Bryan pada Regan.


"Semua berjalan lancar. Terapis juga memberikan cara untuk aku membantu Selly melakukannya." Regan menjelaskan pada Bryan.


"Semoga itu cepat membantu Kak Selly."

__ADS_1


"Iya, aku juga berharap begitu."


Dua bayi yang berada di gendongan daddy-nya, membuat mereka saling meraih tangan, dan itu membuat Regan dan Bryan justru menggoda mereka. Regan dan Bryan saling mendekatkan, tetapi saat tangan dua bayi itu ingin saling meraih, dua daddy itu menjauhkannya secara tiba-tiba.


Kegiatan itu membuat dua bayi tertawa terbahak. Regan dan Bryan pun tertawa melihat tawa anak mereka.


Mendengar suara tawa, membuat Shea dan Selly menoleh. Mereka pun tersenyum melihat tawa anak-anak yang sedang digoda oleh daddy-nya. Kebahagiaan dua keluarga mereka membuat hari-hari mereka lengkap.


***


Selesainya mengantarkan baby Al pulang, Bryan dan Shea pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, Shea membongkar baju-baju yang dia beli. Senyum merekah saat melihat baju-baju yang dia sudah beli.


Bryan dan El sibuk bermain. Sesekali Bryan melirik Shea, melihat istrinya itu yang begitu sangat bahagia. Dia berharap kekesalan Shea mereda.


Kegiatan Shea itu berhenti saat suara El menangis. Dia merapikan baju-baju terlebih dahulu sebelum mendekati El. Namun, El yang begitu tampak haus, menangis begitu kencang saat mommy-nya tidak segera mendekatinya. Shea buru-buru mendekat pada baby El. Membuka kancing bajunya, dia menyusui anaknya.


"Apa kamu tadi baru saja berlari?" tanya Bryan mencubit lembut pipi gembul El. Melihat anaknya yang begitu rakus minum susu.


Shea tertawa. Karena menangis kencang, El begitu kehausan, sehingga membuatnya begitu rakus minum.


Bryan yang usil pun justru menggoda baby El. Dia menarik dan melepas puncak dada Shea dan membuat El berhenti menyusu. Namun, justru air susu yang sedang mengalir langsung menyemprot ke wajah Bryan, dan membuat Shea tertawa. Shea merasa lucu, karena Bryan yang niat menggoda justru kena batunya.


"Ich … " gerutu Bryan seraya mengusap wajahnya. Namun, saat tangannya mengusap wajahnya, dia memasukan ke dalam mulut sisi air susu yang menempel di wajahnya. "Manis," ucapnya.


Shea hanya tersenyum. Melihat aksi suaminya.


"Hai, boy, sepertinya kamu akan berebut dengan Daddy," ucap Bryan pada baby El.


Baby El yang asik minum susu pun mengabaikan Bryan dan asik melanjutkan kegiatannya. Tangan kecilnya memegangi tubuh sang mommy, seolah membantu memompa air susu.


Shea yang mendengar ucapan Bryan pada anaknya, memukul lembut tangan anaknya.


"Kenapa? Aku juga mau merasakan," ucap Bryan dengan senyum penuh arti.


Pipi Shea pun merona, dia malu mendengar ucapan Bryan.


"Apa aku belum mendapat maaf?" tanya Bryan.


Shea tersenyum. Perlahan memang perasaan kecewanya mereda, apalagi melihat bagaimana tadi sikap Bryan yang sudah tampak biasa dengan Regan. "Sedikit lagi," ucapnya.


"Baiklah." Bryan hanya bisa pasrah. Dia mulai paham jika wanita itu lebih egois dari pada pria. Jika dulu saat Shea yang tidak percaya cintanya, hingga membuatnya menyusul ke puncak, dirinyalah yang merasa bersalah. Kini saat dirinya yang tidak percaya cinta Shea, tetap saja dirinya yang salah.

__ADS_1


Begitulah wanita, selalu saja menang.


Walaupun Bryan bisa saja membalikkan fakta itu, tetapi dia menyadari jika masalahnya yang dulu sudahlah usai. Jika dia mengulang lagi untuk membela diri, tidak akan ada habisnya permasalahan siapa yang salah dan siapa yang benar.


Rumah tangga, bukan siapa yang salah dan siapa yang benar, karena yang terpenting siapa yang berusaha memaafkan dan tidak mengungkit kembali kesalahan.


***


Di rumah lain kebahagiaan tak kalah seru. Regan, Selly dan baby Al sedang menikmati waktu bersama dia atas tempat tidur. Baby Al yang berada di tengah-tengah membuat Selly hanya bisa menoleh untuk melihat anaknya itu di tempat tidur.


Regan sengaja menarik tangan Selly dan meletakan Al di tangan Selly. Membantu Selly mendekap erat tubuh mungil anaknya, dan membuat Selly begitu senang.


"Aku ingin menyusuinya, tapi sayangnya itu tidak akan mungkin dengan kondisiku, dan air susu yang sudah tidak keluar." Dalam kebahagiaan masih ada rasa sedih di hati Selly.


"Jangan sedih, kamu bisa menyusui anak kedua kita nanti." Regan tersenyum penuh arti.


Selly terdiam. Rasanya dia berat jika harus membahas melahirkan anak. Dia merasa sangat trauma.


Regan menyadari jika istrinya masih begitu trauma. "Jangan takut, kita bisa cegah dari awal jika ada yang berbahaya, tapi jika kamu memang tetap merasa takut. Al saja sudah cukup untuk kebahagiaan kita."


Selly tersenyum. Suaminya itu bisa membuatnya tenang. "Aku akan pikirkan lagi nanti."


Regan membalas dengan senyuman. Dia mengecup baby Al dan Selly secara bergantian. Pelukan hangat pun dia berikan untuk dua sumber kebahagiaannya itu. Dua orang yang selalu memberikannya semangat.


.


.


.


.


...Jangan lupa like dan vote...


...Mampir juga ke karya lain aku....


...Terjebak Cinta Majikan...


...Jodoh Cinta Lama...


...Still Married (lapak kuning)...

__ADS_1


__ADS_2