
Sesuai jadwal, akhirnya Shea melahirkan secara caesar untuk ketiga kalinya. Seorang anak laki-laki kembali menambah kelengkapan keluarga Bryan dan Shea. Nolan Fabian Adion-anak ketiga dari Bryan dan Shea lahir dengan berat 3,3 kilogram dan panjang 54 centimeter.
Nolan Fabian atau dipanggil Bian, menambah keramaian rumah Bryan dan Shea. Anak ketiganya itu menjadi anak terakhir yang direncanakan oleh Bryan dan Shea, karena setelah ini mereka tidak akan menambah lagi.
Bagi Selly dan Regan kehadiran Bian adalah kebahagiaan. Karena mereka begitu menyayangi anak-anak Bryan seperti anak sendiri.
Selama di rumah sakit, El dan Ghea berada di rumah Selly. Bryan tidak mengajak mereka untuk ke Rumah sakit mengingat banyaknya kuman di Rumah sakit.
Pulang dari Rumah sakit, mereka semua mengadakan pesta kecil-kecilan. Keluarga dan sahabat semua berkumpul.
Felix dan Chika datang paling awal karena rumah mereka hanya berada tepat di sebelah Bryan. Dengan dua putrinya yaitu Freya Callandra dan Felicia Amaya, mereka membawakan kado untuk baby Bian.
Felicia atau yang biasa dipanggil Cia langsung melihat Bian yang sedang digendong oleh Shea. Anak kedua Felix yang usianya sama dengan Ghea itu sangat penasaran dengan bayi kecil yang digendong Shea.
"Ini adik aku," ucap Ghea pamer pada Cia.
Cia menatap mamanya. Seolah kode untuk sang mama membuatkan adik bayi seperti yang Ghea miliki. Biasa sifat anak memang selalu begitu, ingin yang temannya miliki.
"Tambah satu lagi," ucap Shea menggoda Chika.
"Cukup, dua saja," jawab Chika. Walaupun suaminya selalu meminta untuk menambah, tetap saja dia tidak mau. Sudah cukup dua saja baginya, karena jika tambah dan tidak dapat anak laki-laki yang ada dia akan menambah suara anak perempuan yang berebut boneka di rumah.
"Aku lupa siapa namanya?" tanya Chika.
"Nolan Fabian," jawab Shea.
"Iya, Bian." Chika melafalkan kembali ucapan temannya.
"Kenapa memanggilnya harus Bian kenapa tidak Nolan saja? Aku terlalu susah membedakan antara Bryan dan Bian," keluh Felix mendengar nama anak Bryan.
"Bagaimana bisa sama? Lidahmu saja yang keseleo," protes Bryan.
Semua orang tertawa mendengar perdebatan dua ayah itu. Walaupun sudah punya anak, mereka masih saja suka berdebat. Namun, semua tahu perdebatan itu hanya candaan biasa.
Selang beberapa saat, mereka kedatangan tamu. Erix dan Lyra datang dengan anak laki-lakinya. Lyra yang hamil bersama dengan Shea sewaktu hamil anak kedua, kini belum memiliki anak kembali. Dean Zachary Maxton menjadi anaknya satu-satunya.
Entah kebetulan atau tidak anak dari keluarga Maxton akhirnya memiliki satu anak, termasuk Regan yang hanya memiliki Al.
Rumah Bryan seketika menjadi playground. El, Al, Ghea, Freya, Cia dan Dean bermain bola di taman belakang bersama Bryan.
__ADS_1
"Ayo Al tendang!" Teriakan Bryan begitu heboh. Ayah tiga anak itu selalu bisa menempatkan diri. Saat serius dia akan menjadi ayah yang tegas, tetapi saat bermain dia akan menjadi teman untuk anak-anaknya.
Shea yang melihat ulah Bryan tersenyum. Suaminya selalu bilang ingin menjadi ayah yang terbaik untuk anak-anaknya, dan kini dia benar-benar mewujudkannya. Karena anak-anaknya selalu mengatakan dengan bangga jika ayahnya adalah ayah yang sempurna.
Tak mau sendiri, Bryan mengajak Felix, Regan, dan Erix untuk bermain. Menghabiskan waktu dengan anak-anak mereka.
"Ayo Daddy, masukkan bolanya," teriak El yang melihat bola digiring oleh Bryan ke gawang yang di jaga oleh Regan.
Satu tendangan melesat ke arah gawang Regan, membuat Bryan, Felix, El dan Freya bersorak. Suara tawa mereka terdengar sangat puas.
"Jangan sedih, nanti kita main lagi." Bryan menepuk bahu Al, menenangkan putranya itu.
"Iya, Daddy." Al tersenyum kembali saat tadi sempat senyumnya surut. Kemudian dia mengejar El untuk melanjutkan permainan.
Para orang tua yang sudah lelah memilih untuk menepi. Mereka menjadi pendukung untuk anak-anak mereka saja.
"Tidak menyangka kita sudah jadi ayah." Felix yang melihat anak-anak bermain, tersenyum.
"Iya, baru kemarin aku pergi ke klub," jawab Bryan. Dia menertawakan dirinya yang begitu bodoh menghabiskan waktu untuk hal yang tidak penting.
"Tapi sekarang kamu jadi ayah yang hebat." Regan menepuk bahu Bryan. Perubahan adik iparnya yang signifikan membuatnya bangga.
"Itu sudah suratan." Regan tersenyum.
**
Seharian anak-anak bermain. Setelah tamu dan keluarga pulang, Bryan langsung memandikan anak-anak, kemudian menemani mereka untuk tidur.
Masuk ke dalam kamar, Bryan melihat Shea yang masih terjaga bersama Bian. Anak laki-lakinya itu tampak segar sekali.
"Tidurlah jika kamu lelah," ucap Bryan seraya merebahkan tubuhnya mengapit Bian di tengah.
"Aku belum mengantuk."
Bryan tersenyum. Tangannya meraih tangan Shea dan mendaratkan kecupan di punggung tangannya. "Apa aku sudah membuatmu bahagia?"
Shea tersenyum janjinya pada Shea memang sudah dikerjakannya. Namun, kadang dia masih takut membuat istrinya sedih.
"Kamu selalu membuatku bahagia. Kamu adalah ayah yang terbaik. You are the perfect daddy."
__ADS_1
"Terima kasih." Bryan mendaratkan kecupan di punggung tangan Shea. Merasa senang karena janjinya perlahan dia penuhi.
"Jangan berterima kasih, kamu masih punya seumur hidup untuk membayar semua yang kamu lakukan."
Bryan tersenyum. "Aku akan mengabdi padamu untuk membayar semua."
"Aku hanya perlu bayaran cinta darimu."
Bryan yang gemas langsung berpindah ke sebelah Shea, memeluk istrinya itu dari belakang. "Benar kita hanya akan punya tiga anak?" godanya.
"Jangan lupa kamu yang bilang itu!"
"Jika aku berubah pikiran?" Bryan mengecup tengkuk Shea, membuat sensasi yang membuat Shea tak kuasa.
"Jangan mulai." Shea menepuk tangan Bryan.
"Oke-oke." Bryan mengeratkan pelukannya. Tangan meraih pipi Bian yang begitu mengemaskan.
Kini kebahagiaan Bryan dan Shea sudah lengkap. Ada Justin Elvaro-anak pertama, Alicia Ghea-anak kedua, Nolan Fabian-anak ketiga. Tiga anak itu akan mewarnai hidup Bryan dan Shea kelak. Memberikan kebahagiaan yang tak akan terhingga untuk mereka berdua.
TAMAT
.
.
.
Terima kasih sudah menemani Bryan dan Shea dari My baby CEO sampai ke My Perfect Daddy. Akhirnya kisah mereka tamat ya. Jangan minta nambah ya. Nanti aku takut khilaf yang da pelakor lagi🤭
Just info Nanti setelah lebaran My Baby CEO akan rilis versi cetak. Kalian bisa nabung dari sekarang.
Siapa yang mau tahu siapa yang menyebabkan orang tua Shea meninggal?
Nah ... kalian hanya akan temui di versi cetak ya.
Ditunggu infonya. Jangan unfavorite dulu karena akan aku infokan di novel nanti.
Satu lagi info, akan rilis tanggal 26 April nanti kisah cinta Al, El dan satu wanita. Jangan sampai ketinggalan, langsung vote ya Senin nanti. Poin bisa dikasih pas tanggal 1 Mei aja ya😁
__ADS_1