
Deburan ombak yang saling berkejaran, berlomba mencapai ke tepian pantai. Hembusan angin yang bertiup pun membuat rambut ikut berterbangan saat tertiup angin.
Tawa riang sepasang suami istri dan seorang anak membuat suasana semakin lengkap. Di bawah langit sore mereka menikmati indahnya pantai.
"Lihatlah, El sepertinya takut dengan pasir pantai," ucap Bryan yang sedang menurunkan kaki El di atas pasir.
Bayi kecil yang sekarang berusia empat bulan itu tampak ketakutan saat menginjakan pertama kali kakinya di atas pasir. Namun, dia terlihat penasaran dan kembali menurunkan kakinya.
Saat kakinya sudah mulai beradaptasi dengan pasir, terlihat jelas dia tersenyum tipis. Dia seolah sedang merasakan lebih dalam perasaanya saat kakinya menginjak di pasir.
Tawa Bryan terdengar saat melihat wajah El yang masih ragu-ragu. Bayi kecil itu seolah tenang, tetapi batinnya sebenarnya menyimpan rasa takut.
"Sama persis denganmu. Tampak tenang dan santai, tetapi sebenarnya menyimpan banyak hal yang harus diungkapkan," ucap Shea pada Bryan.
Bryan tersenyum. "Tidak apa jika El persis denganku untuk hal itu, tetapi jangan yang lain."
Shea mengerti sifat apa yang tidak ingin diturunkan pada Bryan. Apalagi jika bukan sifat sang cassanova yang suka meniduri para wanita.
"Ya, aku harap dia akan menjadi pria setia yang akan mencintai satu wanita."
"Iya, aku harap begitu." Bryan tersenyum. Dia memang tidak mau sang anak mengikuti jejaknya.
Bryan dan Shea melanjutkan bermain dengan baby El. Tampak El begitu senang mendapati pengalaman pertamanya ke pantai. Menikmati gulungan ombak kecil yang menerpa kakinya, membuat El tak kalah girang.
"Aku mau minum dulu," ucap Shea yang berlalu meninggalkan Bryan dan El yang asik bermain.
Duduk di tepian pantai, Shea menikmati minumnya. Dari kejauhan dia memerhatikan Bryan yang tertawa bersama dengan baby El. Dua orang dalam hidupnya itu begitu tampak bahagia.
Honeymoon yang sengaja disiapkan Bryan, bukanlah miliknya saja, tetapi milik sang jagoan kecil juga.
Shea mengingat, seusai pesta Bryan mengatakan jika dia akan mengajak honeymoon. Namun, dia mengatakan jika honeymoon kali ini El akan ikut.
Mendengar akan hal itu, Shea benar-benar terkejut. Shea pikir Bryan akan menitipkan El pada kakaknya seperti rencana awal.
Shea menaruh curiga, dia menduga jika Bryan sengaja mengajak El karena dirinya yang sedang datang bulan. Namun, semua itu ditampik oleh Bryan.
__ADS_1
Bryan menjelaskan jika rencana ini dibuat jauh sebelum istrinya datang bulan. Lebih tepatnya setelah anaknya demam. Bryan berpikir, tidak akan meninggalkan anaknya hanya untuk kesenangannya semata.
Shea terkejut mendengar ucapan Bryan. Pria yang sekarang sudah menjadi seorang ayah itu, jauh lebih bijak. Tak salah jika Bryan selalu berkata jika dia ingin menjadi ayah yang sempurna.
Memutar lagi ingatannya. Shea mengingat bagaimana Bryan melalui banyak hal untuk menjadi ayah yang terbaik. Terbaik bukan hanya untuk El tetapi untuk semua.
Bersama dengannya, Bryan menjaga Al saat kakaknya koma. Bryan tak pernah membedakan antara dua bayi itu. Memberikan yang terbaik, termasuk mengizinkannya menyusui Al.
Saat ego yang berkuasa karena rasa cemburu. Bryan mati-matian berusaha untuk melawannya. Berharap dua bayi kecilnya tak tersakiti. Namun, dia hanya manusia biasa, yang tak luput dari kata salah.
Sempat melarang Shea mendatangi Al yang sakit karena masih menyimpan cemburu, akhirnya dia mengizinkan Shea pergi menemui Al.
Bersamaan dengan itu, seolah Tuhan sudah menggariskan Selly yang sadar, agar Bryan tak terlalu larut dengan egonya.
Perlahan tapi pasti, Bryan selalu berusaha menjadi yang terbaik untuk anaknya. Memberikan kesempurnaan yang dia miliki.
"Mommy, ke sini," panggil Bryan seraya memainkan tangan El untuk isyarat memangil Shea.
"Iya." Shea berdiri dan menghampiri suami dan anaknya.
***
Bryan, Shea dan baby El menikmati Sang Surya yang kembali ke peraduannya. Menikmati moment, bahagia yang hanya milik mereka.
"Semoga kebahagian ini akan selalu ada bersama kita," ucap Bryan.
Shea tersenyum mendengar ucapan Bryan. kata 'kita' menggambarkan seberapa berartinya El dan dirinya untuk Bryan.
"Iya," jawab Shea tersenyum. Shea mengangkat El dalam gendongannya. "Kita akan selalu bahagia." Shea mendaratkan kecupan di pipi El.
Bryan tak mau kalah, dia mendaratkan kecupan di pipi El dan puncak rambut Shea. Senyumnya mengembang.
Satu tahun sudah banyak hal yang terjadi. Banyak pelajaran yang bisa diambil oleh Bryan dan Shea.
Kini tujuan mereka hanya menjadi orang tua yang baik untuk anak-anaknya kelak. Melawan ego yang akan datang kapan saja pada mereka, yang akan menguji seberapa besar usaha mereka.
__ADS_1
TAMAT
...Bisa lanjut kisah Felix dan Chika...
...di Wedding Project...
...Klik profil Myafa...
.
.
.
.
...WAJIB BACA...
...----------------...
...----------------...
Kejutan Hadiah
Akan ada ucapan terima kasih dari aku berupa pulsa, untuk kalian yang sudah memberi hadiah paling banyak.
Terbanyak 1 : Pulsa 50rb
Terbanyak 2-4 : Pulsa 25
Periode
Tgl 1 Febuari - 28 Febuari 2021
Pengumuman
__ADS_1
Tgl 1 Maret 2021