My Perfect Daddy

My Perfect Daddy
Bertemu Helena dan Alex


__ADS_3

"Wah aku ingin bertemu anakmu, sudah sebesar apa dia?" tanya Alex. Dia mengingat jika dia pergi menjenguk anak Bryan sewaktu umur sebulan dan waktu hendak pulang dari rumah sakit.


"Sekarang dia berusia tiga bulan dan sudah sangat mengemaskan." Bryan tersenyum membayangkan anaknya yang begitu mengemaskan. "Ayo, kita bisa ke hotel untuk menemui mereka!" ajak Bryan.


Tanpa menunggu persetujuan Helena, Alex pun mengangguk. Helena yang melihat hanya menggeleng.


Sebenarnya siapa Bos di sini, kenapa dia tidak bertanya padaku?


Helena hanya menggerutu dalam hatinya. Walaupun sebenarnya dia tidak menolak, tetapi saat Alex tidak bertanya padanya, dia merasa sangat kesal.


Bryan dan Felix masuk ke dalam mobil sedangkan Alex dan Helena masuk ke dalam mobil mereka menuju ke hotel tempat Bryan dan Shea menginap.


Sesampainya di hotel Bryan meminta Alex, Helena dan Felix untuk menunggu di coffee shop yang berada di hotel, karena dia akan memangil Shea terlebih dahulu.


Mengetuk pintu kamar hotel, Bryan menunggu sejenak pintu dibuka. Saat pintu terbuka ternyata dia melihat babysitter yang membuka pintu. Dia masuk ke dalam kamar. Nampak baby Al dan El yang sedang bermain dengan Shea.


"Daddy sudah pulang!" seru Shea memberitahu dua jagoan kecilnya.


"Ada Alex dan Helena yang ingin bertemu kalian." Seraya duduk di atas tempat tidur, Bryan memberitahu Shea.


"Di mana mereka?" Shea merasa senang bisa bertemu Alex dan Helena, karena terakhir kali mereka bertemu saat dirinya pulang dari rumah sakit.


"Ada di coffee shop."


"Baiklah, siapkan stroller mereka, aku juga akan bersiap." Shea berdiri dan menyiapkan beberapa keperluan dua bayinya.


Selesai bersiap Bryan dan Shea menuju ke coffee shop untuk menemui Alex dan Helena. Bagi Shea bertemu Alex sudah seperti bertemu kakaknya sediri, jadi perasaanya begitu bahagia.


"Hai, Se," sapa Alex. Dia mengulurkan tangannya. Mungkin jika dulu dia akan sedikit memeluk Shea, tetapi kini Shea sudah menikah dan tidak pantas dia melakukan itu.


"Hai, Kak." Shea menjawab dengan tersenyum. Dia beralih pada Helena, wanita yang pernah disukai oleh suaminya itu. "Hai, Helena," Sapa Shea.


"Hai, Shea." Dengan ramah Helena membalas sapaan Shea.


Mata Alex beralih pada dua jagoan kecil di dalam stroller khusus untuk dua bayi. Mereka tampak bergumam, mengeluarkan kata-kata yang mungkin hanya bisa dimengerti oleh para bayi.

__ADS_1


"Wah … siapa bayi satu lagi ini?" tanya Alex penasaran.


"Ini anak kakak Bryan, Kak," jawab Shea, "halo, Paman, nama aku Aaron Alexander, dipanggil Al," ucap Shea menirukan suara anak kecil mewakilkan baby Al berkenalan dengan Alex.


"Kamu kembaran aku rupanya!" seru Alex.


Helena yang berada di samping Alex mencibir dalam hatinya. Kembaran? Apa dia tidak sadar jika bayi itu sangat lucu, sedangkan dia benar-benar tidak ada lucu-lucunya.


Shea langsung tertawa. "Iya, nama Kak Alex sama." Dia tahu apa yang membuat Alex dan baby Al kembar.


Oh … namanya sama. Helena tertawa dalam hatinya mendengar apa yang membuat Alex sama dengan bayi di hadapannya.


"Iya, sama, tetapi juga sepertinya ketampanannya juga sama," ucap Alex melihat Alex.


Seketika tawa Helena terdengar. "Jangan membandingkan bumi dan langit," ucapnya, "lihatlah di tampan, tetapi kamu?" Helena bertanya dengan diiringi tawa.


Alex hanya mendengus kesal mendengar ucapan Helena yang mencibirnya seolah dirinya kalah tampan dengan bayi kecil di hadapannya.


Shea, Bryan dan Felix hanya tersenyum mendengar perdebatan Alex dan Helena. Mereka melihat jika Helena dan Alex sudah seperti Tom and Jerry


Alex beralih pada bayi di sebelah Al. Dia sudah tahu jika bayi itu adalah anak Shea dan Bryan. "Dia sudah tambah besar ya?" Alex menatap Shea. Dia mengingat bagaimana dulu waktu baby El lahir.


"Ini berkat kalian yang luar biasa menjaga dan merawat." Alex menatap Shea dan Bryan bergantian. Memberikan mereka pujian sebagai orang tua yang luar biasa.


"Terima kasih," jawab Bryan.


"Lalu, Kak Alex kapan akan menyusul?" tanya Shea menggoda Alex. Dia juga melirik Helen yang berada di sebelahnya. Melihat mereka sering bertengkar, membuat Shea merasa Alex sangat cocok dengan Helena.


Siapa yang mau dengan orang seperti itu, cibir Helena dalam hati.


"Doakan, secepatnya, agar bisa menyusul dan mendapatkan anak selucu mereka." Sebagai pria yang sudah cukup umur, dia pun juga ingin mendapatkan wanita yang tepat untuk menanami hidupnya.


"Apa kita akan berdiri terus?" Suara Felix terdengar memotong pembicaraan mereka semua.


"Iya, ayo kita duduk." Alex pun mengajak semua untuk duduk.

__ADS_1


Mereka semua duduk dan menikmati waktu bersama-sama. Mereka saling bercerita. Terutama Alex yang menceritakan bagaimana Shea kecil dulu. Bryan begitu antusias mendengar cerita tentang istrinya. Selama ini istrinya memang tidak pernah bercerita.


Alex menceritakan jika Shea kecil sangat lemah lembut. Namun, saat ada teman yang menggodanya dan mengerjainya dirinya, dia berubah berani. Dia pun berani melawan teman-teman laki-laki jika memang temannya itu sudah keterlaluan.


Bryan dan Felix yang mendengar cerita Alex mengingat kejadian pertengkaran Shea dengan istri Kevin. Bryan dan Felix baru tahu jika sikap Shea yang seperti itu memang sudah dari kecil.


Shea yang malu pun akhirnya memilih mengobrol dengan Helena. Sesekali Shea menggoda kedekatan antara Helena dan Alex. Namun, Shea menangkap jika Helena tampak begitu tidak suka pada Alex.


Setelah selesai berbincang dan berbagi cerita, Helena dan Alex berpamitan. Rencananya Helena dan Alex akan langsung kembali ke ibu kota. Felix pun juga seperti itu. Dia memilih untuk pulang karena tidak ingin menginap.


Mereka saling berpamitan dan merencanakan kembali pertemuan mereka di lain waktu. Karena kali ini mereka baru sedikit berbagi cerita.


***


Sesampainya di kamar hotel, Shea langsung membersihkan dua jagoan kecilnya. Di bantu babysitter, Shea membersihkan dua jagoan yang sudah mulai banyak bergerak saat dipakaikan baju.


Saat tubuh kecil Al dan El sudah bersih, mereka justru menangis. Shea sudah menduga jika dua jagoan kecilnya itu mengantuk. Akhirnya Shea menyusui salah satunya. Karena El yang lebih dulu menangis, akhirnya El yang pertama di susui oleh Shea, sedangkan Al dibantu babysitter untuk minum susu.


Sesaat kemudian tangis mereka reda dan berganti dengan ketenangan. Mata kecil mereka pun perlahan memejam dan mereka tertidur pulas. Melihat anak-anak tidur, Shea meminta babysitter untuk istirahat.


Bryan yang melihat babysitter sudah keluar, akhirnya berlalu mandi. Dia memang menunggu tidak ada orang asing di kamarnya saat hendak mandi.


Menunggu bergiliran dengan suaminya, Shea menunggu seraya memerhatikan dua bayi kecilnya. Saat menunggu, suara dering ponsel milik Bryan berbunyi. Shea yang tidak mau suara ponsel mengangguk anak-anak, langsung meraih ponsel untuk mengecek siapa yang menghubungi.


Kak Regan, batin Shea melihat nama Regan dalam layar ponsel Bryan.


.


.


.


.


...Lanjut besok ya.....

__ADS_1


...banyakin sabar🤭...


...Jangan lupa like dan vote ...


__ADS_2