My Perfect Daddy

My Perfect Daddy
Tidak jadi bekerja


__ADS_3

Suara bel rumah terdengar saat Bryan hendak berangkat ke kantor. Dia sudah menduga jika itu adalah Regan yang mengantar baby Al. Melangkah menuju ke pintu depan, Bryan membuka pintu, dan benar dugaanya jika Regan yang datang.


"Kak," sapa Bryan. Dia beralih pada babysitter yang menggendong Al. "Bawa masuk," ucapnya.


Babysitter pun masuk ke dalam rumah setelah mendapatkan perintah.


"Aku titip Al ya, aku akan menemani Selly terapi sampai jam makan siang,"ucap Regan.


"Berarti hari ini Kak Regan tidak bekerja?" tanya Bryan memastikan.


"Sepertinya tidak, karena mama sedang tidak ke rumah. Aku tidak tega meninggalkan Selly hanya dengan perawat."


"Oh …." Bryan mengerti jika ternyata kakak iparnya tidak berangkat bekerja.


"Aku akan menjemput Al nanti setelah selesai terapi."


"Baiklah, semoga terapinya lancar." Bryan hanya bisa berharap kakaknya cepat bisa bergerak kembali.


"Terima kasih."


Regan kembali ke rumah untuk menemani Selly yang akan terapi. Dokter khusus yang akan datang ke rumah dan melakukan terapi pada Selly. Sebenarnya jika mertuanya ada di rumah, Regan tidak perlu menitipkan anaknya pada Bryan dan Shea. Namun, dia tidak punya pilihan, karena dirinya takut tidak bisa fokus pada anaknya.


Bryan yang masuk ke dalam rumah, melihat Shea sudah berada di ruang keluarga. Ruangan itu memang sudah jadi tempat main anak-anak. Meja disingkirkan dan menyisakan tempat kosong untuk meletakkan playmat, hingga dua bayi kecil itu pun akhirnya bisa tiduran di sana.


"Kak Regan sudah pulang?" tanya Shea.


"Iya, dia akan menjemput Al nanti setelah makan siang." Bryan menjelaskan pada Shea.


Mendengar jika Regan menjemput Al nanti siang, Shea mengangguk, dia akan menyiapkan Al nanti saat waktunya dijemput. Shea pun melanjutkan bermain dengan baby Al dan El.


Namun, saat asik bermain, dia melihat Bryan yang justru ikut bergabung dengan dirinya dan baby Al dan El. "Kamu tidak berangkat?" tanyanya.


"Aku tidak jadi berangkat bekerja," jawab Bryan.

__ADS_1


Dahi Shea berkerut dalam mendengar saat Bryan mengatakan akan hal itu. Dia tidak mengerti kenapa tiba-tiba suaminya itu membatalkan pekerjaannya.


"Kita akan jalan-jalan ke mal, jadi aku tidak akan berangkat bekerja." Bryan tersenyum bahagia saat mengatakan pada Shea. Sebenarnya dia masih takut Shea bertemu Regan tanpanya, tetapi mengatakan hal itu pada Shea akan semakin membuat istrinya itu marah.


Shea menelisik ke dalam bola mata Bryan. Dia ingin tahu kebohongan apa yang ditujukan oleh suaminya. Dari yang Shea lihat dia bisa menebak jika Bryan sengaja membatalkan ke kantor dan mengajaknya jalan-jalan, tetapi alasannya apapun itu Shea merasa tidak keberatan.


"Baiklah, aku akan bersiap." Shea pun berdiri dan mengendong baby El. Dia meminta babysitter untuk membawa baby Al dan menuju ke kamar bersama-sama.


"Untung dia tidak curiga," gumam Bryan saat Shea pergi. Dia melangkah ke kamar untuk menganti jas yang dipakai dengan pakaian casual.


****


Di sebuah mal, Bryan mendorong stroller dengan berisi dua bayi kecil itu. Dua bayi kecil yang sudah mulai mengamati segala hal yang ada di hadapannya itu memperhatikan sekitar.


"Apa kamu ada yang dicari?" tanya Bryan pada Shea.


"Emm … sepertinya tidak." Shea menjawab, tetapi matanya melihat ke sekitar.


Namun, seketika matanya melihat satu toko bayi yang memajang tulisan tuliskan diskon 70%. Terlihat banyak ibu-ibu yang sedang memilih baju anak. Seperti mendapatkan oase di tengah gurun pasir, Shea begitu senang saat melihatnya. "Sepertinya aku berubah pikiran," ucapnya seraya melangkah menuju ke salah satu toko.


Dengan langkah gontai dia menyusul Shea dan duduk di salah satu kursi untuk menunggu Shea yang sedang berebut baju dengan para ibu-ibu. "Apa kalian tahu, jika para wanita itu selalu berburu diskon?" ucap Bryan pada kedua anak yang di dalam stroller.


Dua bayi kecil itu pun menjawab dengan gumaman yang tidak jelas, dan Bryan mengartikan jika dua bayi itu adalah team-nya yang sepakat dengan dirinya.


"Apa kalian lihat, mommy seperti tidak pernah beli baju, semua baju dibeli?" Bryan kembali melanjutkan obrolan dengan dua bayinya seraya melihat ke arah Shea yang sedang asik memilih baju bayi. Bryan benar-benar tidak habis pikir, Shea tampak sesenang itu.


Sebenarnya aku bisa saja membeli semua untuknya, tetapi sepertinya dia menemukan keasikan tersendiri.


Bryan pun kembali beralih pada anaknya kembali. "Al, jika nanti Mommy Selly sudah bisa bergerak, kamu harus siap melihat Mommy Selly seperti Mommy Shea yang mengincar barang promo."


Baby Al dan El pun terus bergumam saat mendengar Bryan berbicara. Mereka seolah ikut berkomentar dengan apa yang sedang dilakukan oleh Shea.


Babysitter yang berada di samping Bryan pun tertawa dalam hati melihat Bryan yang berbicara pada anaknya menceritakan tentang istrinya.

__ADS_1


***


Cukup lama Bryan menunggu Shea untuk membeli baju bayi. Terdapat sekitar delapan paper bag yang dibawa Shea dan babysitter. Semua paper bag itu berisi baju, sepatu dan beberapa barang lucu yang dibeli oleh Shea.


"Kita makan dulu, ya," pinta Shea.


"Iya, kita pulang setelah makan." Bryan pun mengajak Shea dan babysitter untuk makan terlebih dahulu di sebuah restoran.


"Pesan meja yang besar, Sayang, agar aku bisa meletakkan paper bag yang," ucap Shea.


"Kenapa memang jika ditaruh dibawah?" Bryan mengerutkan dahinya merasa aneh dengan permintaan Shea.


"Apa kamu tidak tahu sedang musim tas atau barang-barang yang diletakkan di bawah meja saat kita makan, diambil orang?"


Bryan hanya bisa menggeleng, dia tidak tahu jika ada kejahatan seperti itu. Apalagi yang didatanginya restoran mahal. "Ya, kita pesan meja untuk enam orang saja." Dia tidak ada pilihan selain menuruti keinginan Shea.


Di meja enam kursi, Shea meletakkan belanjaannya di atas meja, dan itu mengambil setengah sisi meja. Setengah meja kosong Shea, Bryan dan babysitter pakai untuk makan.


Mereka memesan makanan dan menikmati makan siang mereka. Bryan yang melihat wajah ceria Shea merasa senang, walaupun harus membiarkan istrinya itu berburu diskon.


Saat mereka sedang asik makan, suara pesan masuk di ponsel milik Bryan berbunyi. Saat Bryan melihat ke layar ponselnya, dia melihat jika Regan yang mengirim pesan. Kakak iparnya itu mengabari jika, dia sudah selesai terapy dan akan menjemput Al.


Bryan pun buru-buru membalas jika dirinya sedang di mal, dan nanti akan mengantar Al sepulang dari mal. Mendapati jawaban 'oke' dari Regan, Bryan melanjutkan menikmati makan siang bersama dengan Shea.


.


.


.


.


.

__ADS_1


...Jangan lupa like dan vote ...


__ADS_2