
Shea memilih untuk memeriksakan pada dokter Lyra-istri dari Erix, karena dulu sewaktu El, dia juga memeriksakan pada Lyra.
Lyra meminta Shea untuk merebahkan tubuhnya di atas ranjang periksa, kemudian memeriksakan kandungan Shea dengan alat USG.
"Selamat ya, akhirnya kalian akan mendapatkan anak." Lyra yang memutar alat USG di perut Shea mendapati jika ternyata ada janin di dalam perut Shea. "Usianya masih sekitar empat minggu, jadi masih sangat muda sekali."
Bryan tersenyum. Tangannya yang sedari tadi menggenggam tangan Shea mengeratkan. Akhirnya kehamilan istrinya sudah pasti. Rona bahagia begitu terpancar dari keduanya.
"Aku akan memberikanmu vitamin. Aku harap jangan terlalu lelah karena ini masih kehamilan di trimester pertama."
Mendengar ucapan dokter Lyra, Shea mengangguk.
"Aku tidak menyangka jika akhirnya penantian kita tiba juga," ucap Lyra sambil menuliskan resep.
Shea mencerna ucapan Lyra. Seingatnya Lyra juga sedang menunggu buah hati. Sejak dua tahun lalu menikah, dia juga belum memiliki anak. "Apa kamu juga hamil?" tanyanya memastikan.
"Iya, aku memakai program bayi tabung karena merasa terlalu lama menunggu." Lyra menceritakan pada Shea dan Bryan. "Dan sekarang aku hamil."
"Selamat atas kehamilanmu. Tak masalah bagaimana cara mendapatkan, yang terpenting sekarang kita hamil." Shea menggenggam tangan Lyra memberikan keyakinan.
Lyra mengangguk.
Bryan juga ikut memberikan selamat. Dia bisa merasakan bagaimana senangnya Erix saat tahu istrinya hamil. Pastinya sangat senang seperti dirinya.
__ADS_1
Setelah memeriksakan kandungan, mereka berdua menunggu vitamin. Bryan tak henti mengecup punggung tangan istrinya. "Terima kasih sudah mau mengandung anakku lagi."
"Jangan seperti itu. Ini anak kita. Kebahagiaan untuk kita. Jadi jangan berterima kasih."
Bryan membawa Shea ke dalam pelukannya. "Iya." Dia berjanji dalam hatinya akan menjaga Shea dengan baik sampai nanti anak mereka lahir.
***
Shea yang mendengar kabar jika Chika juga hamil merasa sangat senang. Kini ada tiga wanita yang hamil dalam waktu yang sama dengannya. Jika dulu sewaktu hamil pertama bersama dengan Selly, kini dia bersama dengan Lyra dan Chika.
"Kakak tidak apa-apa?" tanya Shea ragu-ragu pada Selly.
Hari ini empat wanita itu ingin berkumpul di rumah Selly. Shea yang datang lebih awal membantu kakak iparnya itu menyiapkan makanan.
"Iya, anak aku juga anak Kak Selly dan Kak Regan." Shea tersenyum. Bagaimana Selly dan Regan menyayangi El tanpa membedakan sudah menegaskan jika mereka sangat menyayangi anaknya. Jadi sudah bisa Shea pastikan jika mereka akan menyayangi anakny kelak seperti anak mereka sendiri.
Beberapa saat kemudian, semua Lyra dan Chika datang. Para ibu itu saling bercerita kehamilan di trimester pertama yang mereka alami di ruang keluarga, sedangkan anak-anak bermain di kamar Al.
Al, El dan Freya sedang sibuk menggambar di dalam kamar Al.
"Kamu gambal apa Fle?" tanya El.
"Aku gambal, mama, papa, aku dan dedek bayi Freya menunjukan gambarnya yang berbentuk garis dan lingkaran saja. "El gambal apa?" tanya Freya.
__ADS_1
"Ini." El menunjukan gambarnya.
"Wah … bagus sekali gambalnya." Freya terpesona dengan gambar yang dibuat El.
El memang pandai menggambar. Gambarnya terhitung keren untuk anak usia empat tahun. Bryan dan Shea yang melihat potensi El mengundang guru sendiri untuk mengajari El. Tak mau kehilangan peluang emas dari kehebatan El.
"Api kenapa itu anyak sekali?" tanya Freya yang melihat gambar milik El.
"Ini Mommy Shea, Daddy Bry, Mommy Selly, Deddy Re, Al, aku dan yang digendong Mommy Shea adalah dedek bayi." El menjelaskan satu persatu gambarnya sambil menunjukan. Bagi El semua adalah keluarganya, jadi bukan hanya mommy dan daddy-nya saja.
Gadis kecil dua tahun itu hanya mengangguk-angguk mengerti. Kemudian dia melihat ke arah Al. "Ka Al gambal apa?" Hanya pada Al, Freya memanggil kakak. Pada El dia tak mau.
Tanpa bicara Al menunjukan gambarnya. Di dalam gambar juga tampak banyak orang. "Ini sama dengan punya El." Walaupun gambarnya tak sebagus milik El, tetapi dia menggambar sama persisi.
"Kenapa cama?" tanya Freya.
"Karena kami keluarga." El merangkul tubuh Al. Bagi mereka berdua, mereka adalah kakak adik yang memiliki dua daddy dan dua mommy. Tak ada istilah sepupu di antara mereka karena memang orang tua mereka selalu mengatakan mereka kakak-adik.
.
.
.
__ADS_1