
Waktu menunjukan jam tiga sore, Shea sudah sibuk menyiapkan semuanya. Berlari ke sana kemari. El yang sudah dimandikan sudah siap untuk berangkat. Dia menitipkan pada Bryan saat bersiap.
"Sudahlah santai saja," ucap Bryan yang melihat Shea terburu-buru berdandan.
"Iya, tetapi tadi Kak Selly mengabari jika mama dan papa sudah ada di sana." Shea menjelaskan seraya memoles wajahnya dengan make up.
"Mama dan papa baru sampai. Lagi pula kita sudah sepakat berangkat jam empat. Masih ada satu jam untuk ke sana."
Shea mengabaikan Bryan dan melanjutkan berdandan. Tidak mau membuang waktu karena sebentar lagi akan berangkat.
"Koper sudah di masukan ke dalam mobil?" tanya Shea memastikan. Tangannya masih bergerak memoles wajahnya.
"Sudah, semua barang sudah aman." Bryan menggeleng melihat istrinya yang tampak panik itu.
Shea bersyukur semua aman. Bryan memang sedari tadi sudah memasukan koper ke dalam bagasi mobil, hanya saja tadi dia asik menemani El tidur dan justru ikut tertidur. Saat bangun jam menunjukan jam setengah tiga dan akhirnya Shea buru-buru bangun. Untung bertepatan dia bangun, El juga bangun. Jadi dia bisa langsung menyiapkan anaknya dan baru dia sendiri.
Setelah siap, Bryan dan Shea menuju ke rumah Regan. Karena mereka akan berangkat ke Bandara dari sana.
"Kalian lama sekali," ucap Selly yang melihat Shea.
"Aku tadi ketiduran," jawab Shea polos. Dia menghampiri mertuanya dan mama Regan. Menautkan pipi pada kedua wanita paruh baya itu.
Sesaat kemudian, Felix dan Chika datang. Kemudian mereka menuju ke Bandara menaiki mobil dengan diantar oleh supir. Mobil Bryan dikendarai oleh supir mamanya, sedangkan mobil sang mama naik mobil bersama dengan orang tua Regan.
__ADS_1
Chika ikut di mobil Bryan dan Shea, sedangkan Felix ikut di mobil Regan. Di dalam mobil, El masih asik bergumam. Bayi kecil itu memang belum lama bangun jadi wajar jika dia masih sangat segar. Dia tak kalah bersemangat. Dipangku Bryan duduk di samping, El begitu antusias dengan jalanan di hadapannya.
Apalagi saat mobil hampir sampai di Bandara, di depan mobil melintas sebuah pesawat yang membuat El begitu senang. Shea yang melihat anaknya juga tak kalah senang.
Sampai di Bandara. Felix dan Chika mengurus semuanya, sedangkan semua anggota keluarga Adion dan Maxton menunggu.
Setelah mendapat instruksi dari Felix, mereka menuju ke kabin pesawat. Saat masuk sudah ada pramugari yang membantu dan melayani mereka.
Sesuai dengan infomasi yang Shea baca di laman internet, mengunyah atau menelan baik untuk bayi saat pesawat lepas landas. Karena itu menghindari sakit pada telinga anak karena tekanan udara. Oleh karena itu Shea dan Selly memberikan dot untuk Al dan El.
Telinga itu secara alami menyesuaikan perubahan tekanan udara melalui saluran eustachius yaitu saluran bagian tengah ke bagian belakang tenggorokan. Saat mengunyah atau menelan saluran eustachius akan terbuka sebentar untuk udara masuk dan membuat tekanan di telinga bagian tengah dan tekanan di luar telinga sama.
Dua bayi kecil yang sedang minum susu justru malah tertidur dan membuat suasana pesawat tenang. Shea, Selly dan Chika saling bercerita.Mereka memelankan suaranya agar anak-anak tidak bangun.
Di sisi lain ada Lana dan Melisa yang sibuk bercerita mengenai rencana mereka. Mereka rencana membagi beberapa hari di rumah mereka di sana.
Setelah puas bercerita, mereka memilih untuk tidur mengingat perjalanan mereka memang malam hari dan cukup lama perjalanan.
Perjalanan di tempuh dalam waktu lima belas jam. Tepat jam tiga malam mereka sampai di Bandar Udara Heathrow. Jika di Inggris jam tiga malam, di Indonesia jam sepuluh pagi karena perbedaan waktu adalah tujuh jam.
Saat pesawat sampai mereka turun.
Sesuai dengan rencana mereka akan menginap terlebih dahulu di hotel di daerah London untuk beristirahat mengingat waktu masih menunjukan jam satu malam. Baru besok pagi mereka akan menuju daerah Bradford untuk menghadiri acara peresmian apartemen.
__ADS_1
Jadi malam ini mereka akan mengindap di hotel terlebih dahulu. Mengingat jika mereka membawa Al dan El yang tidak boleh memaksakan kehendak.
Sampai di hotel, mereka masuk ke dalam kamar yang sudah dipesan masing-masing. Bryan yang semalaman tidak tidur langsung ingin tidur, tetapi sayangnya keinginannya hanya angin lalu. Karena sampai di hotel mata El begitu segar dan mengajak bermain. Mau tidak mau, Bryan harus merelakan keinginannya. Bersama dengan Shea dia bermain dengan El
.
.
.
...Yang belum baca Wedding Project bisa cus ya...
...Jangan lupa like koment...
...berikan hadiah untuk wedding Project saja ya...
...Oh ya buat kalian yang punya K . B . M...
...bisa kunjungi novel baru aku ya...
...Pakai koin ga Thor? Iya dan masih akan gratis 15bab. Rencana juga ga banyak bab yang berbayar 10-20 bab, kalau dinilai uang 30rb....
...Bisa mampir dan cari ya Magnetic Love...
__ADS_1