
" kita makan dulu ya " ucap ergi ketika sampai di restoran cepat saji
Luna tak banyak bicara dan hanya tertunduk memikirkan kata kata kata lisa pagi itu
" Di makan dong lun " suara ergi mengagetkan luna
" aku engga lapar "
" kamu kenapa sih ? ada masalah apa ? " tanya ergi heran
" Gie tadi pagi lisa bilang kalau dia udah tau tentang hubungan kita dari afif yang katanya kamu ancem sama velic yang ngeliat kita ciuman di pantai " ucap luna rilih
" terus kalau mereka udah tau mau di apain ? " ucap ergi ketus
" gie kamu engga ngerasa hubungan kita ini salah gie, gimana nanti kalau mama sama papa sampai tau ? hubungan kita ini engga bener gie "
ergi hanya terdiam mendengar perkataan luna, tangan menutupi wajah nya dan menghela nafas seperti sangat tidak menyukai perkataan luna.
" lun aku udah fikirkan semua resiko nya , aku siap terima semua resiko itu. Lun kalau aku punya pilihan antara kamu atau cewek lain pasti aku pilih cewek lain , tapi sayang nya aku enggak bisa mencintai cewek lain lun " ucap ergi sambil memegang tangan luna
" lun kamu cinta kan sama aku ? ? "
" iya aku cinta kamu gie tapi. ."
" kalau kamu cinta aku kamu cukup percaya sama aku, semua akan baik-baik aja " ucap ergi memotong ucapan luna. luna pun hanya terdiam mendengar ucapan nya.
***
" Luna. . luna. . bangun. . " teriakan mama pagi itu sungguh sangat memecahkan telinga padahal hari libur seharusnya hari santai
" iya mah ada apa ? " luna keluar dari kamar
" luna . . jam berapa sih ini kamu belum masak , nyapu, ngepel , udah mending kamu kerjain cepetan ! ! " ucap mama dengan nada keras . Dengan wajah sedikit di tekuk luna pun mengerjakan semua perkerjaan itu. . sampai dia mengepel lantai di sekitar kamar ergi " kamar ergi aku pel engga ya . . gumam luna binggung
__ADS_1
sampai akhirnya ada yg tiba tiba menarik tangan nya untuk masuk ke kamar tersebut dan memeluknya. .
" ERGI ? ? lepasin ! ! " ucap luna kesal
" Sssstttthhh ! ! " dengan sigap ergi menempelkan telunjuk nya di bibir luna
" Luna. . luna. . " terdengar suara mama dari luar kamar " kemana sih nih anak " ucap mama kesal
" ergi kamu udah bangun sayang ?" terdengar mama mengetuk pintu kamar ergi
" udah mah. ."
" kamu buka pintu nya dulu donk gie , mama mau pergi nih "
" ergi lagi ganti baju " jawab ergi dari dalam kamar
" yaudah mama pergi dulu ya " ucap mama sambil berlalu pergi
" teminin aku di sini ya "
luna pun tersenentak untuk apa dia menemani ergi di dalam kamar bagaimana kalau terjadi hal hal yang tidak diinginkan .
" engga kita di luar aja " luna berajak pergi tapi ergi menahanya
" hey kamu jangan berfikir mesum dulu, aku cuma mau kamu temenin aku main gitar " wajah luna pun memerah karena malu karena di bilang mesum oleh ergi. Ergi pun mulai memainkan gitat sambil bernyanyi , dari awal tinggal di rumah nya luna memang sering mendengar ergi bernyanyi sambil bermain gitar dari dalam kamar nya , suaranya cukup merdu mungkin karena hobi yang sudah lama.
" kamu mau belajar gitar ? ? " tanya ergi
" aku enggak bisa gie "
ergi pun mengambil kan kursi untuk nya.
" kamu duduk di sini aku ajarin " luna pun duduk dan ergi duduk di belakang nya ergi memegang jari jari luna, mengajarkan dengan sabar cara yang benar memetik gitar
__ADS_1
" Susah gie. . udahlah aku nyerah " keluh luna.
" yaudah kamu engga usah main biar aku aja "
ergi pun memainkan gitar nya sambil memeluk luna yang duduk di depannya , luna pun memperhatikan sambil sesekali menatap wajah ergi yang terlihat begitu tampan
" kamu terpesona sama aku ? " ucap ergi saat memergoki luna menatapnya
"engga ko. ." ucap luna dengan wajah memerah
ergi pun menaruh gitar nya dan memeluk luna. . tubuh luna pun terasa kaku dan dia hanya menunduk di pelukan ergi
" lun aku sayang banget sama kamu " bisik ergi di telinga luna
luna pun menatap wajah ergi, wajah yang tak pernah di tatap nya sedekat ini sejak awal ergi tinggal di rumah nya ,
ergi pun mendekatkan bibir nya ke bibir luna tak ada perlawanan seperti biasa dari luna dia merasa menikmati suasana seperti ini
Ergi mencium lembut bibir luna dan memeluk luna yang masih duduk di depan nya. . luna cukup menikmati ciuman itu cukup lama sampai tangan ergi hendak memegang dada luna . .
" Jangan gie " ucap luna sambil menyingkirkan tangan ergi
luna pun langsung bangun dari tempat duduk nya dan bergegas pergi tapi menahan nya.
" sory lun. . sory. . tapi aku engga berniat buat nodain kamu, aku engga sebejat itu " ergi pun memeluk luna
" lun aku minta maaf , kalau kamu engga suka sama perlakuan aku tadi aku enggak akan ngulangin itu "
luna pun hanya terdiam mendengar ucapan nya, ini pengalaman pertama untuk luna dia hanya takut dirinya kehilangan kontrol terlebih ergi yang status nya saudara nya sendiri .
__ADS_1