
Luna terus melirik jam dinding di ruang tamu nya.. sudah jam 22.00 tapi ergi belum juga pulang.. handphone nya juga tak bisa di hubungi..
Tak lama luna mendengar suara mobil masuk halaman rumah nya..
" itu pasti ergi.. " gumam luna yang langsung begegas keluar rumah
" pak anto kemana ergi?? " tanya luna dengan ekspresi binggung karena hanya pak anto yang keluar dari mobil ergi..
" Bapak mendadak ada perkerjaan di luar kota bu.. " jawab pak anto sedikit gugup karena harus berbohong
" apa?? keluar kota?? kenapa tidak memberi tau ku?? " luna semakin binggung dengan ucapan pak anto
" saya tidak tau.. tadi bapak hanya berpesan begitu.. permisi bu " jawab pak anto yang langsung meninggalkan luna karena takut luna bertanya lagi
luna pun hanya terdiam sambil mengerutkan kening nya seolah tidak percaya dengan apa yang di dengar nya.. karena ergi biasanya selalu meminta ijin jika akan pergi meninggalkan nya keluar kota.
Sudah 4 hari ergi di rawat di rumah sakit.. hanya perawat dan revan yang setia memantau keadaan nya.. hari ini ergi di izinkan pulang karena kondisi nya sudah mulai stabil.
Sore itu ergi pun kembali ke rumah dan menyuruh pak anto untuk menjemput nya..
" ergi ??!! " ucap luna begitu ergi memasuki rumahnya.
" kamu dari mana saja?? kenapa tidak memberitahu ku?? handphone mu juga tidak aktif?? aku sangat mengkhawatirkan mu " ucap luna yang langsung menhujami ergi dengan pertanyaan
" aku ada kerjaan mendadak di luar kota, handphone ku lowbet" ucap ergi dengan nada dingin dan berlalu meninggalkan luna
luna pun mengikuti ergi yang mulai ergi ke kamar.
" ergi lihat aku!!! " ucap luna yang langsung menahan lengan ergi dan memaksa nya untuk menatap luna
" kenapa wajah mu pucat?? kamu juga tampak lebih kurus?? " tanya luna dengan nada curiga
seketika jantung ergi pun berdegup kencang mendengar pertanyaan luna, ergi tidak menyangka kalau luna akan se detail itu memperhatikan nya.
__ADS_1
" aku tidak apa apa, aku hanya kelelahan saja "jawab ergi berusaha tenang menjawab pertanyaan luna
" jangan berbohong ergi, apa kamu sakit?? "
" AKU LELAH LUNA!! AKU INGIN ISTIRAHAT!!! APA KAMU TIDAK DENGAR UCAPAN KU??!! " sentak ergi yang membuat luna cukup kaget mendengar nya, ergi pun bergegas meninggalkan luna ke kamar mandi yang hanya diam menatung
Luna merasakan perih di mata nya mendengar ucapan ergi yang malah nembentak nya.. padahal luna hanya khawatir pada nya.. luna juga tidak mengerti mengapa ergi bersikap seperti itu, biasanya sepulang kerja ergi selalu mencium dan bersikap manis pada luna
" kamu pasti sangat lelah dengan perkerjaan mu.. jadi kamu bersikap begitu..aku akan lebih mencoba mengerti " gumam luna sambil menghapus air matanya.
Pagi itu luna pun menyiapkan sarapan untuk ergi..
" di makan dulu sayang, aku sudah membuatkan sarapan kesukaan mu " ucap luna sambil tersenyum begitu melihat ergi menghampiri meja makan
" aku tidak lapar " ucap ergi dengan nada dingin dan langsung menghampiri putri nya
" Rania.. papa berangkat dulu ya.. kamu jangan nakal ya " ucap ergi sambil tersenyum dan mencium kening rania
.
Ergi pun bergegas pergi tanpa melihat dan mencium luna seperti biasanya.
" apa ergi masih marah pada ku?? " gumam luna lirih melihat perubahan sikap ergi
**********
Pagi itu ergi pun melakukan aktifitas seperti biasanya di kantor..
" aku ingin bicara dengan mu, temui aku saat jam istirahat di cafe dekat kantor " ucap ergi yang menghapiri meja kerja afif.. dan langsung berlalu pergi
" untuk apa dia bicara dengan ku?? " gumam afif yang merasa binggung
Saat jam istirahat afif pun mendatangi cafe tersebut dan sudah melihat ergi tengah duduk di sana..
__ADS_1
" ada apa memanggil ku " ucap afif begitu menghampiri ergi dan duduk di hadapan nya
" santai saja.. tidak usah terlalu tegang.. aku hanya ingin mengobrol " jawab ergi sambil tersenyum
afif pun hanya tersenyum kecut mendengar ucapan ergi..
" kamu masih ingat luna?? " ucap ergi
" kenapa bertanya begitu?? " jawab afif yang merasa aneh dengan ucapan ergi
" afif dwi wijaya.. aku tau sejak lama kamu menyukai luna.. kamu masih ingat bukan saat kita sekolah di bandung.. kamu selalu menatap ku dengan sinis saat aku menjemput luna " ucap ergi sambil tersenyum kecut
" kenapa mengungkit masa lalu?? "
" apa luna benar-benar sudah menjadi masa lalu mu?? atau kamu masih mencintai nya?? "
" jelaskan saja apa maksud mu?? ""
" aku tau kamu masih mencintai luna.. bahkan dulu kamu yang mengirim foto foto ku dengan luna ke mama ku bukan?? rencana mu itu berhasil dan berjalan mulus afif.. kamu telah berhasil membuat orang tua ku dengan luna bercerai dan kami berpisah.. tapi sayangnya.. luna kembali lagi pada ku dan kami sudah menikah dan memiliki seorang putri " ucap ergi
Afif pun teesentak mendengar ucapan ergi, afif tidak menyangka kalau ergi mengetahui perbuatan nya dulu..
" afif.. luna sudah menjadi istri ku.. tapi aku sudah merasa sangat bosan dengan nya.. dia sudah tidak menarik lagi untuk ku.. aku sudah kaya dan sukses sekarang aku ingin mencari wanita yang lebih menarik dari luna.. " ucap ergi sambil tersenyum licik
sontak saja perkataan ergi membuat afif semakin naik pitam..
" loe itu.. bener bener brengsek ternyata!! " ucap afif sambil menarik kerah kemeja ergi membuat beberapa pengunjung di sana memperhatikan mereka
" berhenti lah melakukan hal memalukan ini masih lingkungan kantor, itu tidak baik untuk mu " bisik ergi begitu melihat afif yang hendak memukul nya
afif pun segera melepaskan tangan nya dari kerah kemeja ergi dan menahan emosi nya..
" pergi lah ke toko kue ini, luna lebih sering menghabiskan waktunya di toko ini.. buat lah dia menyukai mu.. karena aku sudah sangat muak dengan nya dan ingin segera menikahi wanita lain " ucap ergi sambil memberikan secarik kertas berisi alamat toko kue tersebut dan pergi meninggalkan afif
__ADS_1
" luna.. kamu benar benar salah menikah dengan pria brengsek itu.. !!! andai saja dulu kamu mau menerima ku pasti kamu tidak akan menikah dengan pria brengsek itu!! aku masih mencintaimu luna, aku akan membuat mu meninggalkan pria brengsek itu!! " gumam afif sambil terus menahan emosi nya.