My Step Brother

My Step Brother
END


__ADS_3

Hari demi hari pun berlalu, Rafka masih dengan rutinitas nya yang itu-itu saja, hanya melamun dan terus memikirkan Syafa.


Kring ... kring ... !!! terdengar suara handphone Rafka.


Rafka pun segera mengangkat nya, terdengar suara Nadia sekretaris nya yang menanyakan masalah perusahaan pada nya.


"Nadia, sudah aku katakan aku tidak mengerti masalah perusahaan sekarang, kamu bisa hubungi ibu Kanita saja," jawab Rafka.


"Ibu Kanita juga sulit di hubungin Pak," keluh Nadia di telepon.


"Baiklah, aku akan memberitahukan ibu Kanita, oke!" jawab Rafka yang langsung menutup telepon nya.


Rafka pun begegas menemui mama nya di kamarnya, tapi Rafka menghentikan langkah kaki nya tepat di dekat pintu kamar yang tidak terkunci. Terdengar percakapan mama nya yang sedang menelepon.


"Apa??? Rafka mengatas namakan seluruh harta nya untuk Syafa??" ucap Mama Rafka yang baru mengetahui hal itu dari pak Anto.


"Dia benar-benar sudah gila!! sudah biar saya yang mengurus nya, kamu lakukan saja tugas mu, tetap katakan pada Rafka kalau Syafa sudah menikah, jangan sampai Rafka tahu kalau Syafa belum menikah," ucap Mama Rafka yang langsung menutup telepon nya.


Seketika hati Rafka pun terasa panas mendengar hal itu, rahang Rafka mulai mengeras seakan ingin sekali dia memukul wanita yang sedang ada di pandangannya sekarang.


Mama Rafka pun membalikkan badan nya, dan begitu terkejut melihat Rafka yang sudah berdiri di samping pintu.


"Rafka!!!" ucap Mama Rafka panik.


"Jelas kan pada ku, apa maksud semua ini??" tanya Rafka sambil terus mengepalkan tangan nya seraya menahan emosi nya.


"Rafka, Mama bisa menjelaskan nya," ucap nya dengan nada sedikit bergetar.


"JELASKAN!! SYAFA BELUM MENIKAH?? BENAR BEGITU???!!" sentak Rafka.


"Iya, Syafa belum menikah."


"Astaga!!! kenapa melakukan ini pada ku?!" ucap Rafka yang semakin tidak bisa mengontrol emosi nya.


"Maafkan Mama Rafka, Mama hanya ingin kamu melupakan Syafa," ucap Mama Rafka sambil meneteskan air mata.


"Melupakan? sampai mati pun aku tidak akan bisa melupakan Syafa."


"Rafka, Mama melakukan ini demi kebaikan mu, kamu putra Mama satu-satu nya, Mama ingin yang terbaik untuk mu," ucap Mama Rafka sambil menangis dan memegang tangan Rafka.


"Putra? aku berfikir apa benar aku putra mu? kenapa kamu selalu merusak kebahagiaan ku?!" sentak Rafka.


"Rafka kenapa berkata sekejam itu sama Mama? Mama susah melahirkan dan membesarkan mu dari kecil, Mama selalu memanjakan dan menuruti semua kemauan mu. Ini balasan mu Rafka?" ucap Mama Rafka sambil terus menangis.


"Kejam??? apa kamu fikir yang kamu lakukan pada istri dan anak ku tidak kejam? kamu memisahkan aku dengan istri dan anak ku, kamu membiarkan aku menelantarkan mereka. Di mana perasaan mu sebagai seorang ibu?" ucap Rafka.


"Rafka maksud Mama tidak seperti itu, dengar kan Mama Sayang."


"Sudahlah, mulai saat ini aku bukan anak mu lagi!! jangan pernah ganggu hidup ku lagi!!" ucap Rafka sambil berusaha melepaskan tangan Mama nya dari lengan nya.


"Rafka jangan berkata begitu, kamu mau kemana Sayang, jangan tinggalkan Mama," ucap Mama Rafka sambil terus menangis.


"Aku akan menemui istri dan anak ku, pergilah dari hidup ku," ucap Rafka seraya melepaskan paksa tangan Mama nya dan berlalu pergi.


"Rafka ... jangan tinggalin Mama Rafka!!" pekik Mama Rafka sambil terus menangis.


***


Rafka pun bergegas pergi ke Indonesia untuk menemu Syafa dan Rania. Rafka pergi dengan tergesa-gesa dan perasaan cemas.


"Astaga ... !!! kenapa semua harus seperti ini? kenapa aku tidak menaruh curiga sedikit pun pada mama ku? Syafa ... maafkan aku!! aku merasa telah menelantarkan mu. Syafa, semoga kamu baik-baik saja, maafkan aku Syafa," gumam Rafka.


***


Pagi itu Syafa sedang membereskan barang-barang yang tidak terpakai di kamar nya, mata Syafa membulat begitu melihat sebuah kotak perhiasan di dalam tumpukan barang bekas.

__ADS_1


Syafa pun membuka kotak tersebut, terdapat sebuah kalung di dalam nya. Kalung yang dulu pernah di berikan Rafka pada nya.


"Manis sekali," gumam Syafa seraya mengingat saat dulu Rafka memberikan kalung itu pada nya.


"Di mana kamu sekarang?? apa kamu baik-baik saja? apa masih mengingat ku?" gumam Syafa sambil mengusap air matanya yang mulai terjatuh.


Syafa pun segera mengangkat barang-barang tersebut keluar kamar, hingga terdengar suara pria memanggil nama nya, suara yang tak asing untuk nya.


"Syafa!!!" ucap pria itu yang sudah berdiri depan pintu rumah nya.


Jantung Syafa pun berdegup kencang dan tangan yang mulai gemetar seakan tidak percaya dengan sosok pria yang di hadapan nya.


"Rafka!!!" ucap Syafa dengan mata yang berkaca-kaca dan menjatuhkan barang yang di pegang nya.


"Maafkan aku," ucap Rafka sambil menghampiri Syafa.


"Maaf? semudah itu kamu mengatakan maaf? 4 tahun kamu meninggalkan ku, 4 tahun aku selalu mencari mu, dan sekarang dengan mudah nya kamu bilang maaf?" ucap Syafa sambil meneteskan air mata.


"Syafa!! katakan pada ku dengan cara seperti apa aku harus menebus kesalahan ku??" tanya Rafka.


"Kamu fikir kesalahan mu kecil?? kamu tau setiap hari aku selalu memikirkan mu, aku berfikir apa kamu masih sakit? apa kamu masih hidup? bayangkan bagaimana aku harus memikirkan itu setiap hari selama 4 tahun?" ucap Syafa yang semakin menitihkan air mata.


"Kamu tau tentang penyakit ku?" tanya Rafka dengan ekspresi bingung.


"Iya aku tau, aku tau dari Rico, dari tulisan tangan mu yang kamu letakkan di meja kerja mu. Apa aku tidak pantas untuk mengetahui itu?"


"Syafa maafkan aku, aku hanya tidak ingin membuat mu bersedih," ucap Rafka sambil berusaha memegang tangan Syafa tapi Syafa langsung menepis nya.


"Kamu tidak mau membuat aku bersedih tapi kamu memilih menyiksa ku selama 4 tahun, begitu maksud mu?"


"Syafa bukan begitu, aku mohon dengarkan aku." Rafka berusaha terus memegang Syafa tapi Syafa terus menepis tangan nya.


"Aku benci kamu Ka!! BENCI KAMU!!" pekik Syafa sambil terus menangis.


"Syafa!!" ucap seorang wanita dari balik pintu.


"Mama!!!"ucap Syafa yang terkejut melihat kedatangan Mama.


"Syafa maafkan Mama, ini semua salah Mama, Mama yang mengatakan kamu sudah menikah dengan Afif, sehingga Rafka tidak mencari mu. Maafkan Mama Syafa!!! Rafka sangat mencintaimu, dia selalu memikirkan mu, maafkan Mama, maafkan Mama sudah memisahkan kalian," Ucap Mama Rafka sambil meneteskan air mata.


"Mama melakukan itu?!!" tanya Syafa dengan ekspresi tidak percaya.


"Iya, Mama melakukan itu. Mama menyesal, sekarang Mama sadar kalau kamu adalah segalanya untuk Rafka, kamu adalah hidup Rafka, maafkan Mama Syafa," ucap mama Rafka sambil memeluk Syafa.


Syafa pun hanya bisa menangis, ada perasaan marah dan tidak percaya di hati nya, Syafa pun melepaskan pelukan nya dan menghampiri Rafka.


"Kamu baik-baik saja? apa sudah tidak sakit?" tanya Syafa sambil mengusap lembut wajah Rafka.


Rafka pun mengelengkan kepala nya dan memegang tangan Syafa yang sedang memegang wajah nya.


"Aku sudah sembuh, tapi aku tidak bisa bertahan hidup tanpa mu, kamu masih mencintai ku Syafa?"


Syafa hanya mengangguk pelan menjawab pertanyaan Rafka.


"Jangan pernah meninggalkan ku lagi," ucap Syafa sambil terus menangis.


"Tidak, tidak akan pernah," jawab Rafka yang langsung memeluk Syafa, tak lama Rafka pun melepaskan pelukan nya.


"Syafa, mungkin secara agama kita sudah bukan suami istri lagi, apa kamu mau menikah dengan ku lagi Syafa?" tanya Rafka sambil menatap tajam wajah Syafa.


"Iya, aku mau," jawab Syafa sambil tersenyum dan Rafka kembali memeluk Syafa.


"Papa!!!" panggil Rania yang baru memasuki rumah.


Rafka pun menoleh ke arah suara itu, tampak seorang anak perempuan yang sudah tumbuh besar.

__ADS_1


"Rania!!" ucap Rafka yang langsung memeluk Rania.


"Papa, Papa sudah selesai berkerja? kenapa lama sekali baru selesai? apa Papa tidak kangen Rania?" ucap anak itu dengan polos nya. Yang Rania tahu Papa nya sedang berkerja dan hanya itu yang Syafa katakan saat Rania bertanya tentang Rafka Papanya.


"Iya maafkan Papa, Papa juga kangen banget sama Ranila, Papa janji Papa tidak akan pergi lama-lama lagi Sayang," ucap Rafka sambil menghapus air mata Rania.


Rania pun memutar bola mata nya pada seorang wanita di samping Syafa.


"Itu siapa?" tanya Rania pada sosok Mama Rafka.


"Rania Sayang ... ini Oma. Benar-benar cantik seperti Mama mu," ucap mama Rafka sambil tersenyum pada Rania.


"Oma?! aku punya Oma?" tanya Rania dengan ekspresi binggung.


"Iya Sayang ini Oma, maaf Oma baru menemui Rania sekarang. Boleh Oma peluk Rania?" ucap Mama Rafka.


Rania pun berjalan menghampiri Mama Rafka dan memeluk nya.


Rafka dan Syafa pun tersenyum melihat pemandangan itu.


***


1 bulan kemudian


"Sayang!!" ucap Syafa sambil memeluk Rafka dari belakang yang tengah berdiri di balkon rumah nya.


"Iya Sayang," jawab Rafka yang mencoba berbalik menghadap Syafa.


"Jangan berbalik, aku punya kejutan untuk mu," ucap Syafa.


"Kejutan? kejutan apa?"


Syafa pun menutup mata Rafka dengan tangan nya.


"Apa harus menutup mata seperti ini?" tanya Rafka yang mulai penasaran.


"Iya. Sekarang lihat," ucap Syafa yang melepaskan tangan nya dan menunjukkan sebuah tespek.


"Kamu?" ucap Rafka yang terkejut dan langsung memandangi Syafa.


"Iya aku hamil, Rania akan segera punya adik," jawab Syafa sambil tersenyum.


Rafka pun tersenyum dan langsung memeluk Syafa.


"Aku senang, senang sekali," ucap Rafka.


"Iya. Berjanji lah pada ku, kamu tidak akan meninggalkan ku?" ucap Syafa seraya melepaskan pelukan Rafka.


"Tidak akan pernah, aku mencintaimu Syafa Al Maqhvera. Sejak dulu, hari ini, dan sampai aku menutup mata,"ucap Rafka dan mencium lembut bibir Syafa.


___________ END______________


**Note : hay guys.. terima kasih ya sudah membaca novel ku.. maaf kalau banyak kekurangan di dalamnya.. maaf juga kalau ceritanya agak mellow mellow sendu... karena aurtor memang suka alur seperti itu πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


terima kasih untuk dukung nya.. sampai jumpa lagi di karya aurthor selanjutnya ❀️❀️❀️❀️


pesan dari novel ini : jangan pernah menyerah jika kamu yakin dengan pilihan mu. . percayalah semua akan berakhir dengan indah . . meskipun harus banyak mengalami ujian. .


siapa hayoo yang belum di restuin cinta nya . . cung tangan ? ? Β jangan baper dan menyerah yak. . πŸ˜€πŸ˜€β€οΈβ€οΈβ€οΈ


kiss bye dari Syafa.. cewek cantik , sabar, dan penuh pengertian πŸ˜€πŸ˜€**



kiss bye juga dari Rafka.. cowok labil, romantis , dan kadang bikin hipertensi πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

__ADS_1



__ADS_2