
Siang itu ergi segera merapikhan tas nya dan segera keluar kelas
" loe lihat eza engga ? ?" tanya ergi pada hardy yang kebetulan berpapasan di lorong sekolah
" gue tadi lihat dia udah pulang , mungkin belakang sekolah gie, biasanya dia nongkrong di situ, emang nya kenapa ?
ergi pun tak mengiraukan pertanyaan hardy dan segera berjalan keluar sekolah , mata nya memerah seperti memendam amarah sudah tak tertahankan dan itu membuat hardy bingung .
" gie loe mau kemana gie tunggu ! ! " teriak hardy
ergi pun segera berjalan menuju belakang sekolah suasana di sana cukup sepi hanya terlihat eza dan teman teman sedang mengobrol disana, ergi dan eza dulu sempat berteman baik tapi karena satu masalah ergi menjauhi eza dan eza sekarang lebih sering berkumpul dengan teman nya yang berbeda sekolah .
BUUUUKKK"" ergi pun memberi eza bogem mentah saat eza belum melihat nya
" *** loe gie ! ! " ucap eza
" elo yang *** ! ! " apa maksud perbuatan loe semalam di rumah gue ? ? ! ! !
" owh. . segitu cinta nya elo sama cewek murahan itu sampe loe masih belum puas mukul gue ! !"
" BUUUUKKK! ! pukulan ergi mendarat lagi di wajah eza
" jaga ya mulut loe ! ! ! " ucap ergi
" berkelahi sama loe cuma ngotorin tangan gue gie" ucap eza sambil memberi isyarat kepada teman-teman nya untuk menghajar ergi.
***
" Lun kita makan dulu yu baru pulang " ucap lisa pada luna
" ok"
" kriing. . . kriing. . terdengar suara handphone luna dan dia pun segera mengangkat nya
" hallo luna, ini gue temannya ergi"
" ada apa? " tanya luna heran saat melihat no ergi menelepon nya tapi malah temannya yang berbicara
" lun , ergi berkelahi barusan , kepalanya terbentur batu dia engga sadar lun sekarang udah di rumah sakit "
__ADS_1
jantung luna pun berdegup kencang mendengar kabar tersebut tangan nya mendadak gemetar seolah tak kuat lagi memegang handphone nya .
" yaudah kasih tau di mana alamat nya , aku kesitu ! ! " ucap luna panik
luna pun langsung membereskan buku buku di mejanya dan segera pulang .
" lun ada apa sih? ? " tanya lisa saat melihat wajah luna memucat setelah mengangkat telepon
" ergi , lis dia ada di rumah sakit"
" Lho ko bisa ? ?"
" udah ya lis gue buru buru" ucap luna yang langsung berjalan keluar sekolah
Luna pun sampai di rumah sakit dengan seribu pertanyaan , kenapa ergi bisa berkelahi ? dengan siapa dia berkelahi?
" hardy ya ?" sapa luna saat tiba di luar ruang IGD
" eh luna, iya gue temenya ergi, sory lun tadi gue hubugin loe habis gue engga tau mesti hubungin siapa, untung gue inget kalo ergi pernah cerita kalo loe saudara nya "
" iya engga apa-apa , kenapa biss sampai begini ? " ucap luna penasaran
Luna pun tersentak dengan pernyataan hardy , dia pun jadi teringat nama eza , sepertinya itu nama yang di ucapkan ergi pada pria brengsek kemarin di rumah ku , apa mungkin ergi berantem dengan eza karena aku? gumam luna
Dokter dari IGD pun keluar dari ruangan
" siapa keluarga ergi pradana di sini? ? " ucap dokter itu
" saya dok, saya keluarga nya , gimana keadaannya ? " ucap luna langsung menghampiri dokter itu dengan panik
" keadaannya sudah stabil tapi masih belum sadar mungkin karena benturan yang cukup keras, tapi saya akan memindahkan nya ke ruang inap " ucap dokter itu menenangkan
Aku dan hardy pun akhirnya bisa melihat keadaan ergi , wajah ergi di penuhi memar karena pukulan kepala nya pun di balut perban yang menahan darah dari kepala nya mengucur lagi .
" ergi. . kenapa sampai seperti ini " gumam luna sedih
tak lama ergi pun mulai tersadar
" gie. . " ucap luna saat ergi membuka matanya
__ADS_1
" gie loe udah sadar ? gimna keadaan loe? " ucap hardy
ergi hanya tersenyum seraya berkata " engga apa-apa ko gue masih hidup "
" gila loe ya , kalo gue engga ada mungkin nyawa loe tadi udah di angkut malaikat gie " jawab hardy kesal
ergi hanya tertawa mendengar ucapan hardy. .
" gie, lun gue pulang dulu ya ada urusan, istirahat yg bener loe gie" pamit hardy
" ok, thaks broo. ." ujar ergi sambil tersenyum
" gie aku telepon mama sama papa dulu ya aku belum kabarin mereka. . " ucap luna sambil memegang handphone hendak mencari nomer , tapi ergi mengambil handphone luna.
" engga usah, nanti aja kabarin nya "
" gie mama sama papa itu"
" gue engga butuh mereka gue cuma butuh loe lun " ucap ergi memotong ucapan luna
luna pun langsung terdiam mendengar perkataannya .
" kenapa harus kaya gini gie? kamu barkelahi sama eza karena aku kan ? ? kamu engga usah membahayakan diri kamu sendiri gie " ucap luna lirih sampai meneteskan air mata karena tak tega melihat keadaan ergi.
" kenapa loe sedih lun? loe sedih karena kasihan atau karena punya persaan yang sama ? ?"
" udalah gie kamu harus minum obat dulu " ucap luna mengalihkan pembicaraan dan hendak mengambilkan obat tapi ergi menahan tangannya
" gue engga butuh obat lun, gue butuh kepastian "
" gie, bukan waktu yang tepat untuk bahas itu" luna mencoba melepaskan tangannya tapi ergi semakin memegang nya erat
" jawab lun ! ! loe menangis karena kasihan atau karena punya perasaan yang sama ? ? " ucap ergi dengan sorot mata yang tajam , luna pun hanya terdiam mendengar pertanyaan ergi. .
" yaudah kalau engga mau jawab , gue akan tunggu sampai loe mau jawab "
luna masih tetap terdiam dan sesaat suasana menjadi hening
" karena punya perasaan yang sama " luna menjawab pertanyaan ergi dengan nada sedikit bergetar , dia tidak tahu salah atau tidak yang dia ucapkan tapi dia tidak biss terus membohongi perasaan nya kalau dia juga memang mempunyai persaan yang dengan ergi.
__ADS_1
" itu aja udah cukup " jawab ergi sambil tersenyum