
Afif masih berdiri di samping pintu seolah tidak percaya dengan sosok pria yang di lihat nya..
" silakan masuk " ucap ergi yang langsung mempersilahkan afif masuk dan duduk di ruangan nya
" afif dwi wijaya.. apa kamu merasa telah mengenal ku?? " tanya ergi seraya tersenyum pada afif..
afif hanya tersenyum kecut merespon pertanyaan ergi..
" aku tidak menyangka kamu akan jadi orang sukses sekarang " ucap afif sinis
" sudah menikah?? " tiba-tiba saja ergi melontarkan pertanyaan yang sangat aneh untuk afif
" kalau belum memang nya kenapa?? " jawab afif yang merasa pertanyaan ergi sangat lah tidak penting
" oohhh.. belum... ok.. kamu bisa langsung berkerja hari ini.. nadia akan memberi tau tempat kerja mu" ucap ergi
Afif pun hanya sedikit tersenyum dan langsung meninggalkan ruangan ergi tanpa mengucapkan terima kasih.
" SIAL.. ternyata dia atasan gue.. kalau bukan karena butuh gue enggak mau kerja di sini " gumam afif sambil menahan emosi nya
ergi pun hanya termenung begitu afif keluar dari ruangan nya..
" afif.. kenapa dia belum menikah?? apa dia masih mencintai luna?? kalau di fikir fikir dulu dia sepertinya sangat menyukai luna.. bahkan dia juga yang mengirimkan foto foto ku dengan luna pada mama.. " gumam ergi sambil mengingat perbuatan afif dulu saat mama nya cerita bahwa ada yang mengirim kan foto mesra nya pada luna yang telah membuat hubungan nya dengan luna berantakan.
**********
Ergi pun merapihkan meja kerjanya karena akan segera pun.. tapi tiba-tiba dia merasa kepala nya kembali sakit
" astaga.. kenapa kepala ku sakit sekali.. Aaaaarrrgghh.. ini bener bener sakit!! ucap ergi sambil terus memegangi kepala nya.. sampai akhirnya dia jatuh ke lantai karena tidak mampu menompang tubuh nya.
tok, tok, tok" nadia mengetuk pintu ruangan ergi tapi sama sekali tidak ada jawaban.. nadia pun mencoba membuka pintu tersebut
__ADS_1
" ya ampun!! pak, bapak kenapa??!! pekik nadia yang melihat ergi sudah tak sadarkan diri di lantai..
nadia pun segera membawa ergi dan supir nya ke rumah sakit.. revan yang mengetahui ergi datang ke rumah sakit pun langsung menangani ergi..
" apa sebaiknya kita telepon istri pak ergi saja?? " ucap nadia dengan nada panik
" tidak usah, biar saya yang merawat nya " tegas revan
nadia pun terheran heran dengan jawaban dokter tersebut yang malah tidak membolehkan dia memberitahukan istri ergi..
Setelah cukup lama akhirnya kondisi ergi stabil dan mulai siuman..
revan, nadia, dan pak anto pun masih setia menunggu nya di rumah sakit..
" ada apa sebenarnya?? pak ergi sebenarnya sakit apa?? kenapa tidak boleh memberitahukan istrinya?? " nadia membatin
" gie bagaimana keadaan loe?? " ucap revan setelah ergi kembali membuka matanya
" kalau begini caranya loe bisa mati engga ketahuan " keluh revan
" apa gue bisa langsung pulang?? " tanya ergi
" keadaan loe masih lemah, loe harus di rawat intensif untuk beberapa hari " tegas revan
" nadia.. " panggil ergi yang melihat nadia hanya diam mematung
" iya.. pak " jawab nadia sedikit gugup
" nadia tolong jangan beritahukan ini pada siapa pun.. mungkin saya tidak akan ke kantor dulu untuk beberapa hari.. bilang saja saya sedang cuti ke luar kota jika ada yang mencari " tegas ergi
" iya.. baik pak " jawab nadia yang hanya bisa pasrah dengan perintah atasan nya tersebut
__ADS_1
" pak anto.. pulang saja.. bilang sama ibu saya ada kerjaan mendadak di luar kota " ucap ergi pada pak anto yang juga hanya diam mematung sedari tadi
" baik pak " jawab pak anto yang juga pasrah dengan perintah atasan nya tersebut
tak lama pak anto dan nadia pun pamit pulang dan meninggalkan ergi dan revan di rumah sakit..
revan pun menghela nafas melihat keadaan ergi..
" apa yang ada di fikiran loe?? " ucap revan yang mulai gemas melihat tingkah ergi
" luna.. luna istri gue " jawab ergi sambil menoleh ke arah revan
" apa luna loe itu akan bahagia dengan cara loe seperti ini?? "
" setidaknya dia tidak perlu menangis kalau gue meninggal, kalau dia engga tau keadaan gue "
" tetap aja dia akan kehilangan loe " jawab revan
" luna sudah tidak memiliki siapun selain gue.. loe lebih tau kan kesempatan hidup gue sangat kecil?? bisa saja hari ini gue meninggal?? benar begitu?? "
revan pun hanya terdiam mendengar ucapan ergi..
" luna harus bahagia sebelum gue meninggal.. gue harus pastikan ada yang menggantikan posisi gue untuk menjaga nya.. setidaknya itu bisa membuat gue tenang " jawab ergi
" setidaknya juga loe berusaha untuk mengobati penyakit loe sebelum loe berbuat begitu " jawab revan
" kalau gue terus sibuk mengobati penyakit gue.. gue engga akan ada waktu untuk mencari kebahagiaan untuk luna, gue takut kalau gue keburu meninggal tapi luna masih sendiri dan engga akan ada yang menjaga nya dan dia akan terlarut dalam kesedihan. " ucap ergi
" fikiran loe benar-benar gila.. loe tau loe itu seperti minum racun tapi loe malah sibuk membawa orang lain ke rumah sakit " jawab revan sambil tersenyum kecut
ergi pun hanya tersenyum simpul mendengar ucapan revan..
__ADS_1
" luna.. maafkan aku.. aku benar benar merindukan mu" gumam ergi lirih...