
Luna pun memasuki kamar nya dan duduk di ranjang sambil terus menangis..
" kenapa kamu semudah itu ingin berpisah dengan ku?? setelah semua yang kita lalui.. aku tidak mengerti.. di mana kesalahan ku.. " gumam luna sambil terus menitihkan air mata
" mama.. mama menangis?? " ucap rania yang datang menghampiri luna di kamar
" tidak sayang, mata mama hanya sedikit perih.. " jawab luna sambil menghapus air matanya dan berusaha tersenyum pada rania
Rania pun berlari keluar kamar dan melihat ergi yang tengah duduk di sofa sambil menundukan kepala nya..
" papa... " ucap rania
" iya sayang " jawab ergi yang sedikit terkejut dengan kedatangan putri nya..
" papa.. mama sedang menangis di kamar.. papa tidak mau memeluk nya? mama selalu memeluk rania kalau rania menangis " ucap rania sambil terus menatap ergi
sontak saja ucapan rania semakin membuat dada ergi semakin sesak dan dan tak bisa menahan air matanya..
" papa.. kenapa papa juga menangis?? " ucap anak kecil itu dengan ekspresi polos nya
" iya papa menangis.. apa kamu tidak ingin memeluk papa?? " ucap ergi sambil berusaha tersenyum
Rania pun melingkarkan tangan mungil nya di tubuh ergi.. yang membuat ergi semakin merasakan sesak di dada nya..
" rania.. mungkin sebentar lagi aku tidak akan bisa melihat mu lagi.. maaf kan papa rania.. papa tidak bisa melihat mu tumbuh hingga dewasa.. " gumam ergi sambil terus memeluk rania
************
Pagi hari ergi pun bergegas pergi ke kantor tanpa berbicara pada luna..
Luna hanya termenung dengan tatapan kosong pagi itu.. tidak pernah terbayang kan kalau rumah tangga nya akan seperti ini
" aku tidak ingin berpisah dengan ergi.. aku masih sangat mencintai nya " gumam luna
Ergi pun sibuk dengan perkerjaan nya siang itu.. sampai terdengar suara pesan dari handphone nya
" aku akan ke kantor, aku sudah membuat kan makanan kesukaan mu"
Ergi pun menarik nafas membaca pesan dari luna..
" bagaimana caranya agar kamu benar benar membenci ku luna " gumam ergi
Tak lama luna pun datang ke kantor ergi sambil membawa sebuah kotak makan untuk nya..
" ibu apa ibu sudah ada janji dengan pak ergi?? " ucap nadia yang tampak panik dengan kedatangan luna dan hendak memasuki ruangan ergi
" aku istri nya.. untuk apa aku harus membuat janji terlebih dahulu?? " jawab luna sambil mengerutkan kening nya seolah tidak mengerti dengan ucapan nadia
" tapi bu. di dalam sedang ada tamu " ucap nadia sedikit gugup
" tamu?? apa orang penting?? "
nadia pun hanya terdiam dengan pertanyaan luna seolah binggung apa yang harus dikatakan nya
__ADS_1
sampai akhir nya luna memaksa masuk ke ruangan ergi tanpa mengiraukan nadia yang menahan nya..
Luna pun mulai membuka pintu ruangan itu mata bulat nya sekejap menjadi memerah seakan menahan butiran air matanya yang akan keluar melihat ergi tengah memeluk seorang wanita di ruangan tersebut.
" ERGI!! " ucap luna sambil menjatuhkan kotak makan yang di bawa nya
luna terus memperhatikan wanita di samping ergi yang begitu sexy dan lebih cantik dari luna. . wanita itu tampak tersenyum puas pada luna. .
" apa maksudnya?? " ucap luna dengan apa air mata di pipi nya
" maaf kamu harus melihat ini.. ini clara dia wanita yang aku cintai sekarang dan alasan untuk ku berpisah dengan mu " ucap ergi sambil melepas pelukan nya dan menatap tajam ke arah luna..
" jadi seperti ini?? benar seperti ini?? ini pertama kalinya aku di khianati oleh seseorang pria.. sangat menyakitkan.." ucap luna dengan air matanya
"akan lebih menyakitkan bila aku menyembunyikan nya dari mu.. " jawab ergi
" apa yang kamu inginkan?? bercerai?? aku akan mengabulkan nya" ucap luna sambil menghampus air matanya dan pergi meninggalkan ruangan ergi
Ergi pun hanya tersenyum lirih melihat luna yang mulai meninggalkan ruangan nya..
" ini untuk mu, tulis lah berapa pun nominal yang kau mau " ucap ergi sambil memberkan cek pada wanita di samping nya
" kenapa harus drama seperti ini?? aku mau kok menggantikan posisi istri mu itu " ucap wanita tersebut sambil mengusap lembut tubuh ergi
" benar kamu mau jadi istri ku?? baiklah.. tapi sayang nya umur ku tidak akan lama lagi.. aku bisa menikahi mu tapi kamu tidak akan mendapatkan sepeser pun harta ku.. bagaimana?? masih mau?? "jawab ergi sambil tersenyum pada wanita itu
Wanita itu pun membalas senyum ergi seraya mengambil cek di tangan ergi dan meninggalkan ruangan tersebut
Ergi pun menarik nafas nya.. dan mencoba tenang seraya menahan sesak di dada nya..
" siapa?? "
" ibu kanita " jawab nadia
Ergi pun memejamkan mata nya sejenak seraya kembali menarik nafas nya kembali..
" silakan masuk " ucap ergi yang sudah melihat mama nya berdiri di samping pintu
Mama ergi pun masuk dan duduk di hadapan ergi yang seperti nya sangat enggan untuk bertemu dengan nya
" bagaimana keadaan mu?? " ucap mama ergi memulai percakapan nya
" baik " jawab ergi dengan nada dingin
" tadi aku melihat isri mu di luar dia berjalan sambil menangis, apa kalian sedang bertengkar?? " ucap nya sambil tersenyum licik
" memang nya kenapa kalau aku sedang bertengkar?? bukan kah itu yang selalu mama inginkan?? "
" baguslah.. akhirnya mata mu mulai terbuka.. segera lah berpisah dengan nya "
" aku bisa mengurus urusan ku sendiri, aku bisa berpisah dengan tanpa campur tangan siapa pun.. jadi berhentilah mencampuri urusan ku "
" heeemm.. putra ku ini rupanya sudah dewasa.. baiklah.. kalau itu mau mu.. mama seneng mendengar nya.. "
__ADS_1
" tidak ada lagi yang ingin di katakan bukan?? keluar lah.. karena aku sangat sibuk " ucap ergi
mama ergi pun melangkah kan kaki nya keluar ruangan tersebut dengan tersenyum..
*********
Sore hari ergi pun pulang ke rumah..
" apa luna meninggalkan rumah ini?? " tanya ergi pada anto yang memang di tugas kan untuk mengawasi luna
" iya pak, ibu tadi langsung mengemasi pakaian nya dan meninggalkan rumah ini " jawab anto
" apa kamu sudah beri tau rumah yang harus di tinggali nya?? "
" sudah pak, tapi ibu tidak mau tinggal di rumah itu"
" APA?? lalu dia tinggal di mana?? "
" Di sebuah rumah sederhana lumayan jauh dari sini pak"
" antarkan saya ke rumah itu sekarang " ucap ergi yang langsung bergegas memasuki mobil nya
************
Sore itu luna pun merapihkan rumah yang akan di tinggali nya..
" mama.. kenapa kita tinggal di sini?? " ucap rania dengan ekspresi binggung
" iya.. kita tinggal di sini dulu ya sayang.. rumah kita yang besar sedang rusak jadi perlu di peebaiki.. tinggal di sini dulu ya sayang " ucap luna sambil berusaha tersenyum pada rania
" kenapa papa tidak ikut dengan kita?? " rania kembali bertanya dengan wajah polos nya
" papa sedang sibuk berkerja.. sudah sekarang rania ke kamar ya.. mama sudah merapihkan mainan rania.. sana di lihat dulu" ucap luna dan rania pun langsung meninggalkan luna ke kamar nya
" tok, tok, tok " terdengar suara ketukan pintu luna pun bergegas untuk membuka nya..
" afif?? " ucap luna yang terkejut dengan kedatangan afif.. luna memang bercerita tentang keadaan nya pada afif melalui pesan di handphone nya.
" luna kamu tidak apa apa?? " tanya afif panik
" silakan masuk " jawab luna dan mengambil kan minum untuk afif
" luna.. apa yang terjadi?? apa dia menyakitimu lagi?? tanya afif yang memandang luna yang menundukan wajah nya
" luna?? " afif kembali bertanya pada luna yang hanya diam membisu
" Dia.. " ucap luna dengan nada bergetar seraya menahan tangisan nya
luna pun memeluk afif yang ada di hadapan nya..
" dia mencintai wanita lain.. aku tidak mengerti kenapa hidup ku seperti ini.. aku sudah tidak mempunyai siapa siapa lagi.. kenapa dia tega melakukan itu pada ku.. setelah apa yang kami lewati bersama.. aku tidak mengerti kenapa hidup ku seperti ini.. " ucap luna sambil mencoba menumpahkan air mata nya di pelukan afif
Ergi pun menghentikan langkah nya di balik pintu rumah luna yang tengah terbuka.. saat melihat luna tengah memeluk afif..
__ADS_1
" bagus luna, bagus.. ini baik untuk mu.. semua nya sudah aku lakukan, semua nya terjadi seperti yang aku inginkan kan..kamu akan bahagia bersama afif dan itu akan membuat ku tenang luna " gumam ergi seraya menahan air matanya.