My Step Brother

My Step Brother
Pergilah


__ADS_3

Luna terus menangis sambil memandangi papan kayu yang bertuliskan nama papa nya . . sudah hampir 1 jam dia terus menangis di sana sampai semua pelayat yang menghadiri pemakaman itu pun pulang dan hanya tinggal diri nya seorang diri. .


" papa. . kenapa papa pergi secepat ini. . kenapa papa meninggalkan kan luna. . luna benar-benar sendiri sekarang tidak ada lagi yang menyayangi luna " ucp luna sambil terus menangis dan tangan nya terus mengusap papan kayu tersebut . .


" apa yang harus luna lakukan sekarang ? ?  luna sudah tidak punya siapa siapa lagi . . bangun pah. . luna mohon bangun . . jangan tinggalkan luna " isak tangis luna semakin deras membasahi pipi nya , dia merasa sudah tidak mempunyai siapa siapa lagi sekarang , dia merasa sudah tidak mempunyai tujuan hidup , ingin rasanya dia mengakhiri hidupnya yang pahit ini tapi dia sadar kalau sedang ada jiwa manusia di dalam rahim  nya . . dan dia harus bertahan hidup demi malaikat kecil di rahim nya tersebut .


" Luna "  ucap seorang pria di belakang nya , luna pun langsung menoleh melihat pria tersebut


" ERGI ? ? "  luna bergitu terkejut melihat kedatangan ergi hati nya yang sedang sedih semakin terasa perih dan sakit saat melihat pria di hadapan nya tersebut .


Luna pun segera bangun dan melangkah kan kaki nya menjauhi ergi tapi ergi menahan lengan nya.


"  luna. . maafkan kan aku "  ucap ergi sambil terus memandang luna


" maaf ? ?  semudah itu kamu bilang maaf ? ?  lihat lihatlah apa yang kamu perbuat dengan hidup ku sekarang ? ?  belum cukup kah kamu selalu menghancurkan hidup ku ? ?  belum cukup kamu menyakiti ku ? ? ?  belum cukup gie ? ? "   ucap luna dengan sorot mata yang tajam seolah ingin menampar keras pria di hadapan nya itu


" luna dengar kan aku, aku tidak berniat untuk menyakiti mu , aku mencintaimu lun. ."


" cinta ? ?  kamu selalu bilang mencintai ku , kamu yang bersih keras selalu ingin memiliki ku, tapi saat aku sudah benar benar mencintai mu dengan mudah nya kamu bilang kamu ingin meninggalkan ku ? ? ?  di mana perasaan kamu gie ? ?  kamu anggap aku ini sampah ? ? ? "


" luna aku tidak pernah bermaksud seperti itu dari dulu aku memang mencintaimu , tidak ada wanita lain yang aku cintai luna , aku hanya merasa tidak ingin melihat kamu hidup susah dengan ku , sebentar lagi kamu akan melahirkan aku tidak ingin anak ku ikut hidup susah karena ku , aku ingin kalian hidup dengan layak tapi sekarang aku tidak bisa mempunyai kemampuan untuk itu , aku belum bisa membahagiakan mu "


 " aku atau kamu yang tidak ingin hidup susah gie ? ? ? ! ! !  aku sudah terbiasa dengan fase seperti ini , dari kecil aku tidak pernah di manjakam dengan harta , sedangkan kamu ? ?  kamu tidak pernah dalam dalam posisi ini kan ? ?  kamu selalu mendapatkan apa pun yang kamu inginkan dengan mudah  , jangan membuat aku sebagai alasan "


" luna berhentilah berfikiran buruk kepada ku. . semua yang kamu fikirkan itu salah. ."


" sudah lah gie, aku sudah muak dengan mu. . jangan pernah temui aku lagi ! !  " ucap luna sambil melepaskan paksa lengan nya yang terus di pegang ergi, luna pun setengah berlari menjauhi ergi , ergi terus mengejar nya dan menarik lengan nya kembali . .


" LUNA AKU MAHON JANGAN BERSIKAP SEPERTI INI PADA KU ! !  " teriak ergi

__ADS_1


luna pun menginjak keras kaki ergi sampai ergi melepaskan genggaman nya kerena kesakitan dan luna terus berlari dan segera menaiki angkutan umum di depan nya.


 


Luna pun sampai di rumah dengan nafas yang tak beraturan pertemuan nya dengan ergi benar-benar menguras emosi dan tenaga nya.  luna pun menyadarkan diri nya di sofa. . dia mengambil handphone nya di lihat nya foto fotonya bersama ergi semasa pacaran dulu sewaktu ergi masih menjadi saudara tiri nya, foto foto itu masih tersimpan rapih di handphone nya tak ada niat sedikit pun untuk luna menghapus nya


" waktu sangat cepat berlalu , dulu kamu masih menjadi saudara ku, sekarang kamu sudah menjadi suami ku. . tapi kenapa keadaan tidak pernah berpihak kepada ku. . aku lelah gie. . aku lelah dengan semua ini , aku tidak boleh bergantung lagi kepada mu , kamu sudah berniat meninggalkan ku, aku harus bisa hidup tanpa mu. . aku harus bisa menhidupi diri ku sendiri . ."  gumam luna sambil terus meneteskan air mata


 


Pagi itu luna pun bangun lebih pagi dari biasanya , dia berniat akan mencari kerja hari ini. .


" apa ada yang mau menerima ku berkerja dengan keadaan hamil seperti ini. . tapi aku tidak boleh menyerah aku tidak boleh bergantung dengan ergi lagi . . aku harus berusaha demi bayi ini. . " gumam luna sambil mengelus lembut perut nya.


Luna pun mulai menyusuri kota tersebut di datangi nya semua toko dan perusahaan untuk mencari lowongan pekerjaan , sampai siang hari luna belum juga mendapatkan perkerjaan , dia terus di tolak dengan alasan kehamilan nya. luna pun memutuskan untuk duduk sebentar untuk beristirahat , keringat mulai membasahi wajah mulus nya.


" ternyata sudah sekali mencari pekerjaan di kota besar seperti ini dengan keadaan hamil . . " keluh luna


  " mau beli apa mbak ? ?"  tanya ibu itu pada luna


"  maaf saya tidak ingin beli. . saya ingin bertanya apa di sini membutuhkan karyawan ? ?  saya ingin berkerja di sini " ucap luna


ibu itu pun langsung memandangi luna , di lihat nya perut luna yang sedang hamil kulit nya yang putih bersih dengan rambut lurus sebahu dan wajah nya yang cantik membuat luna terlihat tidak seperti orang yang tidak mampuh tapi mata nya yang bulat seakan meminta bantuan pada ibu tersebut .


" apa kamu sungguh bisa berkerja di sini ? ? "  tanya ibu itu ragu


" iya saya ingin sekali kerja di sini , saya bisa memasak, mencuci piring , bersih bersih , saya sudah biasa melakukan itu. . " jawab luna meyakinkan


" yasudah kalau begitu , kamu bisa langsung berkerja di sini. . " ucap ibu itu

__ADS_1


" terima kasih . ."  jawab luna sambil tersenyum


" siapa nama mu ? ? "


" nama saya luna. ."


" oh. . panggil saja saya ibu ratih. . " ucap ibu ratih sambil tersenyum


luna pun langsung berkerja di rumah makan tersebut , dia membantu memasak, melayani dan bersih bersih sampai hari pun sudah mulai sore. .


" perkerjaan mu sudah selesai makanlah dulu, setelah itu pulang , tidak baik wanita hamil pulang malam " ucap ibu ratih pada luna


luna pun tersenyum dan makan dahulu sebelum pulang . . ibu ratih pun memperhatikan luna yang sedang makan dengan lahap dia pun menghampiri luna dan duduk di sebelah nya. .


" apa kamu punya suami ? ? "  tanya ibu ratih pada luna di samping nya yang sontak saja membuat luna menghentikan makan nya. .


" iya. . tapi suami ku sedang tidak bersama ku sekarang . ."  jawab luna lirih


" siapa suami  yang tega membiarkan wanita secantik diri mu sendiri ? ?  " tanya ibu ratih sambil terus memandang


luna , tapi luna hanya terdiam


" apa kamu punya orang tua ? ? "  luna hanya mengelengkan pelan kepalanya , bibir nya semakin bergetar menahan tangis


" boleh aku memeluk mu ? ? "  ucap luna sambil meneteskan air mata di pipi nya


" boleh nak. . peluk lah. . anggap lah ibu seperti ibu mu. ."  ucap ibu ratih sambil tersenyum


luna pun langsung memeluk nya sambil meneteskan air mata , terasa hangat dan nyaman pelukan itu. . sama seperti pelukan mama nya yang sudah lama tidak dia rasakan semenjak mama nya meninggal .

__ADS_1


 


 


__ADS_2