My Step Brother

My Step Brother
S2 part 16


__ADS_3

Malam itu raffa masih menyandarkan kepala di bar sebuah club malam, kepala nya terasa sangat berat dan pandangan nya mulai buram.


" Raff, loe enggak apa apa? jangan minum lagi udah mabuk loe " seru kevin teman raffa yang berusaha mengambil gelas berisi wine yang di pegang raffa.


" bawel loe " omel raffa dengan keadaan setengah sadar


" ya ampun nih anak mabuk lagi aja, repot deh gue " keluh kevin


" kevin, raffa mabuk lagi?? " tanya natalie yang sekaligus pemilik club malam tersebut, dan rutin raffa kunjungi semenjak raffa kuliah di bandung.


" iya tante, nyusahin banget nih anak " umpat kevin


" yaudah cepat kamu anter ke apartemen nya, bahaya dia kalau nyetir sendiri " perintah natalie


" yaudah deh tante, kevin anter raffa dulu "


Dengan berat hati akhirnya kevin memapah tubuh raffa keluar dari club malam tersebut dan memasukkan nya ke dalam mobil.


Kevin melajukan mobil raffa perlahan.


" Fira.. kamu sudah nikah ya, sudah bahagia " ucap raffa dengan nada yang tidak jelas dalam keadaan setengah sadar


" fira lagi, fira lagi, siapa sih tuh cewek? " gerutu kevin sambil menyetir dan sudah terlalu bosan mendengar nama fira yang sering di ucapkan raffa saat mabuk.


Tak lama kevin sampai di apartemen raffa dan kembali memapah nya ke dalam apartemen nya, kevin merebahkan tubuh raffa di ranjang dengan susah payah.


" astaga raff, enggak bisa apa loe enggak nyusahin gue tiap malam " gerutu kevin


Raffa sedikit membuka matanya dengan berat terlihat wajah kevin yang samar di pandangan nya dan terlihat sangat jengkel pada nya.


" ngapa loe, muka loe di tekuk gitu? tanya raffa dengan nada yang tak jelas


" pake nanya lagi, setiap malam loe kaya gini nyusahin gue tau enggak " umpat kevin

__ADS_1


Raffa hanya tertawa geli mendengar ucapan kevin dan mencoba duduk lalu membuka dompet nya.


" nih buat loe, biar muka loe enggak kusut lagi, jelek tau " ucap raffa sambil melempar kan sejumlah uang pada kevin


" gitu donk, dari tadi kek, yaudah gue pulang dulu " sahut kevin sambil tersenyum dan langsung meninggalkan apartemen raffa.


Raffa pun kembali merebahkan dirinya di ranjang dan perlahan memejamkan matanya.


***


Pagi itu raffa mulai membuka matanya, di lihat nya sinar matahari yang cukup terang mulai memantul dari jendela apartemen nya, karena hari memang sudah siang.


Raffa mencoba duduk sambil memegangi kepalanya yang terasa berat matanya sedikit buram sampai beberapa saat kesadaran nya mulai kembali


" apa aku mabuk lagi semalam? " gumam nya dengan ekspresi bingung.


Raffa perlahan memijat kepala nya yang masih terasa berat, dan melihat dompet nya yang tergeletak di samping nya.


Raffa mengambil handphone di saku nya dan mulai menghubungi seseorang.


" hallo sayang " terdengar suara luna dari balik telepon


" hallo mah, uang raffa habis nih, tolong bilangin sama papa, jangan blokir kartu kredit raffa terus cepat transfer uang, raffa enggak bisa hidup, enggak ada uang nih " ucap raffa tanpa basa basi dan langsung menutup telepon nya


" raffa, raffa? " panggil luna yang tidak di respon nya.


luna menaruh handphone nya di meja sambil menghela nafas, dengan raut wajah yang sedih.


" raffa, kenapa sih kamu jadi berubah gini "batin nya


***


Sore itu ergi keluar dari kamar mandi setelah membersihkan dirinya yang baru saja pulang berkerja.

__ADS_1


" gie " panggil luna saat ergi sedang memakai bajunya


" iya sayang "


" tadi raffa telepon " ucap nya sambil memandang ergi yang tengah bercermin


" terus? " sahut ergi yang masih sibuk merapihkan rambutnya.


" raffa minta uang, uangnya sudah habis katanya "


Ergi langsung menoleh ke arah luna yang sedang duduk di ranjang tepat di belakang nya.


" minta uang? " ergi kembali bertanya seolah tidak percaya dengan ucapan luna.


" iya "


" Baru seminggu yang lalu aku kasih dia uang, sekarang sudah habis lagi? " ucap ergi dengan nada yang mulai emosi.


Luna hanya terdiam dan tak tau harus menjawab apa, karena luna juga sadar kalau raffa selalu cepat menghabiskan uang yang di berikan ergi pada nya.


" aku tidak mengerti apa yang dia lakukan di sana? apa di sungguh kuliah di sana? " tanya ergi dengan nada curiga dan mulai geram dengan tingkah putranya tersebut.


" kenapa bicara seperti itu, kamu enggak percaya dengan raffa? " luna berusaha membela putranya


" jelas aku enggak percaya, uang yang aku berikan itu enggak sedikit, seharusnya dia bisa memakai nya sebulan lebih, tapi kenapa setiap minggu uangnya selalu habis, apa sih yang dia kerjakan di sana? " ucap ergi yang semakin tidak bisa menahan emosi nya.


" aku juga tidak tau, raffa sudah berubah " jawab luna dengan wajah yang semakin sedih


" aku akan ke sana "


" ke mana?? "


" ke bandung, aku ingin tau apa yang dia kerjakan di sana " tegas ergi yang sudah tidak bisa mentolerir tingkah putranya tersebut.

__ADS_1


__ADS_2