
Luna masih terdiam di depan pintu sambil trrus menatap wajah pria tersebut.. yang tak lain adalah papa dari ergi pria yang sangat di cintai nya..
" boleh saya masuk? " ucap pria itu mengagetkan luna
" oia.. maaf.. silakan masuk pah.. " jawab luna dengan sedikit gugup
papa ergi pun masuk seraya memutar bola mata nya melihat isi rumah yang selama ini di tempati putra nya.
" papa mau minum apa? " tanya luna
" apa saja " jawab nya sambil tersenyum
papa ergi pun terus memandang kondisi rumah yang di tempati ergi.. sangat sederhana, jauh berbeda dengan rumah nya yang dulu sempat dia tinggali bersama ergi saat ergi masih kecil.. walaupun telah lama dia meninggalkan ergi dia tau putra nya selalu hidup berkecukupan tidak seperti sekarang.
" apa kamu benar-benar sangat mencintai wanita ini, sampai kamu rela hidup seperti ini" gumam papa ergi dengan raut wajah yang sedih
tak lama luna pun membawakan minuman untuk papa ergi, dan duduk mengahadap mertua nya itu..
" di minum pah.. " ucap luna memulai percakapan
" iya.. oia bagaimana keadaan mu? sudah sehat? tanya nya sambil menatap luna
luna pun terdiam sambil mengerutkan kening nya, seeaya bertanya dalam hatinya, kenapa papa ergi tau tentang keadaan nya
" kamu pasti binggung kan kenapa saya bisa tau keadaan mu.. ucap papa ergi seperti mengetahui isi fikiran luna
luna pun hanya tersenyum simpul menanggapi ucapan itu..
" tidak usah tegang seperti itu.. luna, saya sudah banyak tau tentang mu.. karena saya papa nya ergi saya selalu memantau keadaan putra saya walaupun dia tidak pernah tau.. " ucap nya
__ADS_1
luna pun merasa terkejut mendengar nya, ternyata papa ergi selalu memperhatikan ergi tanpa ergi sadari..
" apa ergi pernah bercerita tentang saya? " tanya nya pada luna
" sedikit " jawab luna yang sebenarnya tau tentang masa lalu ergi dengan papa nya, dulu sewaktu masih menjadi saudara dan berpacaran ergi sedikit bercerita tentang papa nya, tapi dia tidak berani bertanya lagi karena seperti nya ergi tak ingin membahas nya lagi
" saya tau ergi pasti menceritakan tentang keburukan saya, saya memang bukan orang tua yang baik " ucap nya lirih
" tidak, ergi pria yang baik..aku yakin itu juga karena dia mempunyai papa yang baik " ucap luna berusaha menenangkan
" luna, kamu tau dulu ergi anak yang sangat baik dan periang tapi setelah saya meninggalkan nya sewaktu dia berumur 8 thn dia menjadi anak yang pemurung dan berhati dingin.. kesalahan saya yang telah merubah perilaku nya " ucap papa ergi dengan wajah yang semakin sedih
" ergi tidak seperti itu.. dia tetap berhati baik.. ergi pasti bisa menerima papa kembali " jawab luna sambil tersenyum
luna merasa sedih dengan keadaan papa nya ergi, luna merasa papa nya adalah orang yang baik.. dan sangat menyayangi ergi.
" oia di mana cucu saya? saya ingin melihat nya " ucap papa ergi dengan raut wajah yang sangat antusias
" dia sedang tidur.. sebentar ya luna ambil dulu " ucap luna sambil berjalan ke kamar dan mengendong bayinya.
luna pun memberikan bayi itu pada papa ergi
" dia cantik sekali seperti mu.. " ucap papa ergi sambil menatap lekat wajah bayi itu dan terus tersenyum
Sore itu ergi pun pulang ke rumah, di lihat nya ada sebuah mobil yang terparkir di depan rumah nya
" apa sedang ada tamu?" gumam ergi
ergi pun perlahan melangkah kan kaki nya ke dalam rumah yang pintu nya memang sedang terbuka.
__ADS_1
mata ergi pun seketika terbelak kaget melihat papa nya sudah ada di rumah nya dan sedang mengendong bayi nya
" PAPA??!! " ucap ergi yang sontak saja membuat luna dan papa ergi terkejut atas kedatangan nya.
" ergi kamu sudah pulang nak? ucap nya saraya memberikan bayi itu pada luna
"kenapa kamu bisa ada di sini? siapa yang mengijikan mu ke sini?? " ucap ergi dengan nada dingin
" ergi papa hanya ingin melihat istri mu dan cucu papa.. "
" dengarlah, aku tidak pernah menganggu hidup mu sejak kau meninggalkan ku, jadi jangan pernah ganggu kehidupan ku !! " ucap ergi dengan nada yang tinggi
" ergi istri papa telah meninggal saat 1 thn pernikahan kami, sejak saat itu papa selalu mencari tau keberadaan dan keadaan mu.. papa ingin kembali hidup bersama mu.. izinkan papa menebus semua kesalahan papa"
" itu karma untuk mu.. dan jangan pernah bermimpi untuk hidup bersama ku lagi, aku tidak akan pernah menerima mu lagi di hidup ku.. jadi sekarang PERGILAH!!! " sentak ergi
" ergi jangan seperti itu!!! " ucap luna sambil mencoba menenangkan ergi
" DIAMLAH LUNA!! " ucap ergi yang malah berbalik membentak luna
" sudah, sudah, tidak apa apa.. papa akan pergi dari sini " ucap papa ergi dengan raut wajah sedih dan mulai meninggalkan rumah itu.
" ergi mengapa kamu harus bersikap sekejam itu pada papa mu? " ucap luna yang tidak suka dengan sikap ergi dan terus menatap ergi dengan tajam
" kejam kata mu?? kalau kamu tau apa yang sudah dia lakukan pada ku dulu kamu akan menarik kata kata mu!! " jawab ergi seraya melangkah kan kaki nya meninggalkan luna tapi luna menahan lengan nya
" biar bagaimana pun dia tetap orang tua mu.. bagaimana jika kamu sudah tidak mempunyai orang tua seperti ku? itu sangat menyedihkan kan gie.. " ucap luna sambil terus memandang ergi berharap hati ergi segera melunak
" kamu fikir orang tua ku baik? lihat lah mama ku? dia selalu bersikap egois tanpa memperdulikan perasaan ku, dan lihatlah papa ku? dia meninggalkan aku untuk hidup bersama wanita lain.. bagaimana perasaanmu saat kamu sangat mencintai seseorang tapi orang itu meninggalkan mu begitu saja bahkan saat kamu terus menangis sambil memeluk kaki nya berharap dia tidak meninggalkan mu tapi dia tetap meninggalkan mu tanpa belas kasihan, apa kamu pernah merasakan itu luna??? aku pernah merasakan itu dan aku tidak akan pernah melupakan nya " ucap ergi sambil berjalan pergi meninggalkan luna ke kamar yang hanya diam mematung mendengar ucapan nya.
__ADS_1